Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. SIANG INI aku mendarat di bandara Praya Lombok International di Lombok Tengah. Rencana mau langsung ke Mataram, di Bandara aku dijemput sama anak muda energik asli Lombok, kenalan lamaku, guru honorer di sekolah agama. Sebut saja namanya, Dedi. Mengajar adalah hobbynya, disamping sebagai guru honorer, kesehariannya Dedi mengasuh pesantren kecil peninggalan almarhum ayahnya. Kami …
Read More »Lifestyle
Ayu dengan Mas Suman
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. PEREMPUAN itu sedang menikmati sepinya suasana pegunungan. Sudah dua hari dia menginap di vila mungil di kawasan Sentalun, Lombok. Kemarin dia menikmatinya indahnya gunung, sekarang dia menikmati indahnya gunung, dan berharap sampai senja nanti masih menikmatinya. Dia sedang menghabiskan segmen terakhir dari novelnya yang sudah 6 bulan tak selesai-selesai. Berharap di kesunyian ini, ia …
Read More »Kiat Kafe E-Pos
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. SAHABATKU sedang di persimpangan jalan. Usaha resto dan kafe yang dia rintis selama 3 tahun masih terasa jalan di tempat, padahal lokasinya strategis. Sudah 4 kali dia mengganti konsep, menu dan style restonya; mulai dari kedai kopi biasa, jualan makanan Timur Tengah, lalu roti dan pasta, sekarang di modifikasi dengan menambah kuliner gerobak menjual …
Read More »Diajari Untuk Dilupakan
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. DALAM SEBUAH wawancara imajiner, seorang pemuda bertanya kepada Karl Marx, “Kalau kamu hidup di Indonesia hari ini, apa yang akan Anda lakukan pertama kali?” Tuan Marx menjawab, “Aku akan berjalan ke pasar. Duduk di angkot. Masuk ke pabrik. Lalu membaca harga sebuah buku di toko kecil yang sepi”. “Kenapa toko buku?” “Kerana di sanalah …
Read More »Blues For Emak
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.DENGARLAH KAWAN, hujan itu adalah puisi yang dilantunkan langit dengan kidung hening, gugur satu persatu dalam lirih. Menyulam tanah dengan bening lalu angin mengantarkan rindu. Di antara gerimis yang jatuh syahdu, pada dedaunan yang menari pelan, seorang pemuda tertunduk lesu memegang pusara di pemakaman yang sepi. TANGANNYA GEMETAR, dadanya sesak dan pikirannya melayang. Pesan-pesan Ibu …
Read More »Berbagi Wajah Dosa
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.DI SUDUT SIBUKNYA kota, ada seorang perempuan yang menata senyumnya di cermin retak. Ia menatap wajahnya yang semakin menua, mulai tampak keriput tipis di ujung kelopak matanya. Dia sedang berdialog dengan jiwanya ‘Siapakah yang lebih suci? Aku yang menjual tubuhku kerana lapar, atau dia yang menjual ayat untuk selimut moral’. Dosa itu sudah larut oleh …
Read More »Asli Tapi Bo’ong
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. MENGAPA banyak orang yang suka dengan kepalsuan? Sebagian wanita mereparasi tubuh dan mukanya dengan berbagai operasi plastik demi memperoleh kecantikan guna memikat pria kaya. Ada juga wanita dan pria yang mengkoleksi tas, arloji dan sepatu KW (kata lain dari palsu) saat tampil di depan publik, tujuannya agar memperoleh status sosial tertentu di masyarakat. Ada …
Read More »Lelaki
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. LEVEL tertinggi dari ‘personal branding’ adalah ketika orang-orang mengira kamu tak pernah susah, tak pernah sedih, dan selalu banyak uang. Sedangkan titik terendah seorang pria adalah habis gajian bingung mau cari tambahan kemana lagi. INGATLAH para lelaki, jika galaumu sudah tentang ekonomi, selamat datang di fase lelaki yang sesungguhnya. Sebab matematika tersulit bagi laki-laki …
Read More »Resolusi
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. SEMUA orang menulis apa yang akan menjadi Resolusi Dirinya di tahun 2025 ini. Aku katakan untuk apa resolusi-resolusian segala. Sebagai Muslim tugas kita di dunia ini sangat jelas. Kita diciptakan untuk menyembah Allah, untuk beribadah kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan. JADI apa pun yang dilakukan dengan tujuan mengejar kebahagiaan duniawi semisal; ada suami istri …
Read More »Cinta Segi Tiga
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. MALAM TADI aku merenung. Tahun 2024 hampir usai, sementara aku semakin berumur. Aku hanya meminta kepada Sang Khaliq agar jangan dekatkan aku dengan orang-orang yang bukan takdirku. Aku lelah dan ingin mengurangi rasa benciku kepada diriku; ‘kenapa masih belum bisa juga menjadi hamba-Mu yang amanah dan berjiwa lapang”. AKU MASIH terbelenggu dengan cinta segitiga …
Read More »
Thayyibah