Breaking News

Lifestyle

Berkumpul dengan Orang Shalih

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. COBA KITA amati baik-baik, peristiwa yang menyakitkan itu, sejatinya ia tidak akan benar-benar pernah pergi. Yang berubah hanyalah cara kita meresponsnya. Sebab setiap luka pasti akan menorehkan goresan. Yang berbeda bisa jadi suasana hati, reaksi otak terhadap emosi, dan sikap yang kita pilih untuk memulai bab baru dalam hidup. Aku ingat pesan Murabbi-ku, ‘Untuk …

Read More »

Pesan Dari Kampung

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. DI DARK ROOM sebuah bangunan tua. Berkumpul para singa tua, macan ompong dan sejumlah partisan. Pak Katua angkat bicara, ‘Ingat kawan-kawan, Bung Karno pernah bilang perjuanganku lebih mudah kerana mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit kerana melawan bangsamu sendiri. Kerana itu, demo yang sedang marak akhir-akhir ini bukanlah masalah kita. Masalah kita yang …

Read More »

Dasar Advokat Ndeso

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. HIDUPKU SAAT ini dipenuhi oleh rasa malu. Malu pada diriku sendiri ketika aku menyadari bahwa hidup adalah pesta bertopeng, tapi aku menghadirinya dengan wajah asliku. Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup sebagai manusia yang sebenarnya. Aku ingin sekali memperbaiki keadaan, paling tidak di dunia hukum yang aku geluti saat ini. Aku berhadapan …

Read More »

Hanya Butuh Didengar

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. SENJA NAMANYA, kali ini dia ingin didengar, bukan mendengar. Kusiapkan waktu dan telingaku untuk menerima pesanmu. Singkat memang, tapi bagiku menyejukkan sangat. Dia bicara soal beratnya hidup, aku menyimak. Dia bicara tentang kekecewaan yang sangat, aku diam seraya memperhatikan gerak bibirnya yang bergetar. ‘Sudah?’ kataku. Dia mengangguk. ‘Begini. Level tertinggi dari berdamai dengan diri …

Read More »

Eco dan Buku

Oleh : Mohd Ruslani Umberto Eco, yang memiliki lebih dari 50.0000 buku di perpustakaan pribadinya, pernah mengatakan hal demikian tentang buku dan perpustakaan, khususnya perpustakaan pribadi yang dimiliki oleh seseorang di rumahnya: “Adalah naïf jika kita berpikir bahwa kita harus membaca seluruh buku yang kita beli, sama naifnya dengan mengritik orang-orang yang suka membeli buku dalam jumlah banyak yang tidak …

Read More »

Segmen 02 : Adegan 58

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. DIAM akhirnya adalah sikap terbaik ketika kita muak dengan suatu keadaan. Jika sampai kamu harus tenggelam kerana diammu, hikmahnya adalah kondisi itu telah mengajari dirimu untuk berenang. Mengapa aku memilih diam? Kerana lagi-lagi kamu jatuh cinta dalam ruang ghaib. Ini aneh bagiku. Betapa pelupanya kamu. KATANYA KAMU belajar dari kemarin, hidup untuk sekarang dan …

Read More »

Sebuah Pesan Berharga

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. SEBAGAI ANAK yang hidup pada zaman di mana sebelum masuk kelas, setiap pagi kuku kami diperiksa oleh Cikgu, aku telah ditempa cukup keras oleh Bapak.  Sebab anak lelaki tidak boleh dihiraukan panjang, hidupnya ialah untuk berjuang. Kalau perahunya telah dikayuh ke tengah, dia tak boleh surut pulang sebesar apapun ombaknya. Biarkan kemudi patah, biarkan …

Read More »

Lima Sekawan

Oleh : Davy Byanca IMA SEKAWAN 🗯️ Sahabat sufiku. DULU ADA 5 orang goblok tapi sok pintar yang kalau lagi kumpul di kampus, tak pernah berhenti berdiskusi soal politik, hukum dan filsafat yang bahannya diambil dari clipping, koran pagi dan sore dan beberapa buku teori yang sampulnya lusuh dan robek. Diselingi tawa lepas, secangkir kopi dan selinting ganja yang disedot …

Read More »

Yang Khatam dengan Lelah

Oleh : Davye Byanca Sahabat sufiku. SEMAKIN KEMARI, aku banyak bertemu dengan mereka yang sefrekuensi, terutama di waktu shubuh. Kebanyakan para pensiunan, ada beberapa yang berusia 40 dan 50an. Keinginan kami sederhana saja; tidak merasa gelisah sebelum tidur dan tidak merasa lelah saat bangun. Kerana kata Buya Hamka, sehebat apa pun manusia akhirnya menyerah juga pada usia. Setelah hari, bulan …

Read More »

Perempuan dan Cintanya

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. PAGI ITU seorang perempuan membuka pintu, menyambut dua truk petugas yang menggedor pintu rumahnya dengan kasar. ‘Selamat datang tuan-tuan. Saya sudah menyiapkan semua yang akan tuan-tuan rampas dan musnahkan: kata-kata, data-data, suara-suara, atau apa saja yang saudara takuti tapi sebenarnya tidak kami miliki. Tapi mohon, jangan ambil suami saya’, katanya memelas. Lelaki yang disebut …

Read More »