Breaking News

Humaniora

MENGHARGAI ORANG LAIN

Selama 10 jam penerbangan dari Seoul, Korea, menuju San Francisco, AS. Ibu muda ini membagikan lebih dari 200 penumpang dalam pesawat tersebut, masing-masing satu kantong plastik untuk setiap penumpang. Kantong itu berisi permen, permen karet, dan penutup telinga (ear plug) sebagai permintaan maaf sebelumnya dari Ibu muda ini dan permohonan bisa menggunakan bingkisan kantong tersebut jika bayinya yang berusia 4 ...

Read More »

Wasiat Pertama

Oleh: Joko Intarto Tepat setelah salat ashar jenazah Bu Riswati dimakamkan di Nglorok, makam desa, persis di samping sawah keluarga. Selesai pemakaman saya tunaikan wasiat pertama almarhumah: Menginfakkan semua uang sumbangan para pelayat kepada Lazismu. Nama Lazismu begitu melekat dalam hati almarhumah berkat layanan ambulans gratisnya. Selama 9 bulan terakhir ambulans Lazismu Grobogan yang wira-wiri mengantar ke rumah sakit dan ...

Read More »

Gelar Kawe

Oleh: Joko Intarto Ada pejabat mendapat penghargaan. Tapi netizen ramai-ramai berkomentar nyinyir. Mengapa? Dulu, saya kenal seorang tokoh publik. Ia punya sebuah perusahaan event organizer dan lembaga yang rajin mencari orang-orang penting seperti pengusaha, artis dan pejabat yang gila hormat. Lembaga dan event organizer itu bersimbiosis mutualisme. Lembaga bertugas mencari orang-orang yang bersedia diberi penghargaan. Event organizer itu yang menyelenggarakan ...

Read More »

Metamorfosa Sesaji

Oleh: Doni Riw Pada awalnya, membuat sesaji adalah sebuah upaya agar manusia terbebas dari malapetaka. Manusia sadar bahwa dirinya lemah dalam menghadapi fenomena alam seperti erupsi, gempa bumi, atau tsunami. Secara naluriah, manusia sadar bahwa di balik laut, gunung, bumi, atau langit, ada dzat adikodrati yang berkuasa. Kemudian manusia mencoba memberikan apa yang dia senangi, seperti ingkung, rokok, serta kopi, ...

Read More »

Orang Kaya Sesungguhnya Tak Suka Pamer

Elon Musk, manusia terkaya sejagat. Dan kabarnya, sepatu yang dikenakan anaknya ini hanya seharga $20. Sepatu itu dibelinya di Target, salah satu superstore dan toko diskon terkemuka di Amerika. Semakin kaya, semakin biasa hidupnya. Dia membeli sesuatu berdasarkan fungsinya. Dia merasa tak perlu membuktikan apapun lagi terkait kekayaannya. Dia tak perlu memamerkan kemewahan apapun untuk membuktikan dirinya sebagai manusia terkaya ...

Read More »

Penjahit Tua dan Tukang Daging

Oleh: Mutiara Latifa dari Tere Leye Seorang penjahit tua tinggal di sebuah desa kecil dan biasa menjahit pakaian yang sangat rapih dan indah dan menjualnya dengan harga yang bagus cukup mahal. Suatu hari, seorang pria miskin dari desa datang kepadanya dan berkata kepada penjahit. “Anda menghasilkan banyak uang dari pekerjaan Anda, lalu mengapa anda tidak membantu orang miskin di desa. ...

Read More »

Wortel, Telur dan Kopi

Oleh: Maya Magdalena Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami: keras kepala, suka bermalas-malasan, boros dan sebagainya. Wanita muda itu berharap orangtuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, ...

Read More »

Yatim Dermawan

Oleh: Joko Intarto Sudah lama saya tahu ada Cafe Bintang dibangun di halaman Kelapa Gading Trade Center (KTC). Kebetulan tak jauh dari rumah mertua. Tapi baru hari ini saya mampir ke situ. Martin Andros-lah yang memaksa saya. Ia pengusaha property. Spesialisasi perusahaannya membeli cessie atau anjak piutang macet atas rumah, apartemen dan kondomonium di berbagai bank. Kebetulan saya berurusan dengan ...

Read More »

Akhir Mengerikan

Oleh: Satria Hadi Lubis Saya termenung lama membaca quote Seno Gumira Ajidarma pada meme di bawah ini. Renungan yang juga saya alami puluhan tahun lalu, yang sampai sekarang juga masih saya perjuangkan untuk tidak bernasib mengerikan seperti yang disebutkan Seno : “hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa”. Memang mengerikan bekerja habis-habisan seakan terjebak dengan rutinitas dan akhirnya benar-benar habis ...

Read More »

Konsep Rezeki

Oleh: Satria Hadi Lubis Suatu ketika, saya pernah datang kepada seorang guru dan bertanya : “Guru, sebenarnya bagaimanakah konsep rejeki itu? Kenapa diluar sana banyak orang yang bekerja siang malam tapi rejekinya segitu-gitu aja, di sisi lain ada orang yang bekerjanya santai tapi uangnya banyak.” Sang guru pun menjawab : “Pada dasarnya rejeki itu ibarat hujan yang turun dari langit. ...

Read More »