Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.AKU DUDUK di samping kursi rodanya. Sahroni yang kukenal dulu adalah pribadi yang energik, supel dalam pergaulan, dandy dan banyak uang. Sejak 3 bulan lalu ia terkena syaraf kejepit, dan hari ini adalah 10 hari paska operasi yang dilakukan di Penang. Tamu di rumahnya dibatasi, kerana ia baru 3 hari sampai di rumah. Beruntung aku …
Read More »Lifestyle
Pak Ustadz dan Pak Jenderal
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.SEORANG USTADZ memuji kebaikan dan kedermawanan seorang pensiunan Jenderal mantan petinggi Polisi di Negeri Dongeng. Ia berkata, “Sungguh mulia hari pak Jenderal, setiap tahun bisa memberangkatkan sampai 6 kali para ustadz dan marbot dari masjid-masjid yang ada. Setiap kali keberangkatan sekitar 50-70 orang, plus uang saku. “Alhamdulillah kalau begitu. Mudah-mudahan apa yang dikeluarkan sesuai dengan …
Read More »Dunia Tak Runtuh Kerana Kurangnya Iman
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.“MEREKA MEMUJI Tuhan di hari Minggu, lalu menjadi Iblis bagi sesamanya di hari Senin”, begitu yang diucapkan oleh klienku saat bertemu di kantor. Pria ini adalah General Manager dari sebuah korporasi besar yang dipecat lantaran untuk kesekian kalinya menolak menandatangani dokumen perbankan dan perpajakan perusahaannya yang telah direkayasa oleh Direksi atas perintah pemilik. Pemilik perusahaan …
Read More »Para Pencari Tuhan
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.BANYAK ORANG yang tertipu dengan ibadahnya. Merasa tenang kerana melakukan rutinitas ibadah tiap hari. Padahal ibadah yang paling berharga itu bukanlah yang paling banyak, tapi yang paling tulus. Saat hati selaras dengan tujuan ibadah, barulah seseorang benar-benar dekat dengan Allah, seperti kata Imam al-Ghazali, “Jangan tertipu oleh ibadahmu. Yang harus kauperiksa adalah hatimu: apakah ia …
Read More »Malam Penuh Peluh
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.TADI MALAM ada kiriman hujan dari Bogor, tanpa suara guntur dan gelak tawa. Di ruang tamu masih tersisa suara supporter Chelsea dari televisi usai memenangkan Derby London dengan Spurs. Jam setengah satu malam hujan reda, suara token listrik makin berisik. Aku matikan televisi, meninggalkan ruang tamu dan masuk ke kamar tidur. Ada beberapa buku puisi …
Read More »Makan Nasi dengan Garam
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.SECARA BERSELOROH Gus Dur pernah bilang begini; “Hanya ada dua polisi yang bisa dipercaya, yaitu polisi tidur dan Hoegeng”. Siapa Hoegeng? Beliau adalah mantan Kapolri yang hidupnya jujur dan sederhana, alias tidak kaya raya seperti kebanyakan perwira tinggi Polri saat ini. Ada kalimat menarik dari Pak Hoegeng yang tersimpan dalam ingatanku, “Selesaikan tugas kita dengan …
Read More »Yang Menyimpan Luka
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.BANYAK ORANG yang tidak punya ketertarikan untuk bercerita, kerana mereka lebih suka menikmatinya sendirian. Salah satunya adalah sahabatku, Ronny. Sejak dulu dia dikenal sebagai pribadi yang introvert. Kalau hari ini dia mengajak bertemu dan ingin bicara sesuatu yang pribadi sifatnya, bagiku surprise banget. Dengan terbata-bata ia mulai bicara, “Di titik terendah, aku telah diperlihatkan wajah …
Read More »Melahirkan Anjing Penjilat
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. DALAM PERMAINAN catur, bidak putih dan hitam adalah musuh bebuyutan, tapi orang yang menggerakkan bidak-bidak itu biasanya mereka berteman baik. Begitulah gambaran dunia politik kita saat ini. Politik memang bukan tentang apa yang benar. Politik adalah bagaimana kita bisa salah dengan benar. Para politisi berdiskusi kerana katanya mereka pusing melihat nasib rakyat, padahal rakyat …
Read More »Dialog The Last Samurai
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.ADA DIALOG menarik antara Katsumoto, sang Samurai dengan pemuda Amerika bernama Nathan Algren dalam film ‘the Last Samurai’, sebuah film dengan setting tahun 1870-an. Katsumoto bertanya, ‘Kau bertempur melawan suku Indian Merah?” “Ya”, jawab Algren. “Ceritakan tentang peranmu dalam perang ini”. “Kenapa?” “Saya ingin belajar”. “Baca buku”, kata Algren. Katsumoko tersenyum dan berkata penuh santun, …
Read More »Kita Tidak Bisa Memilih
Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.SEORANG YANG tak kukenal mengirimkan message di akun media sosialku. “Mohon maaf abang, aku hanya ingin share kepada abang. Aku terlahir dari nafsu laki-laki yang lari dari tanggung jawab, yang aku bahkan tak tahu wajahnya seperti apa. Tapi aku diasuh oleh ayah yang rela naik motor menembus hujan badai, untuk putri kecilnya yang menangis ingin …
Read More »
Thayyibah