Breaking News

Sastra

Dewa Galon

Oleh: Doni Riw Bejo lahir di Selopamioro Bantul. Bapaknya seorang pembuat berhala, bernama Atmo Diwiryo. Atmo sering menerima pesanan berhala dari Jakarta. Berhala dari berbagai dewa pernah dia buat. Dia sangat menghargai kepercayaan kepada masing-masing berhala itu. Atmo sendiri memuja Sang Raja yang bernama Galon. Baginya Galon adalah Dewa tertinggi. Dia buat berhala Galon dalam ukuran yang lebih besar dari ...

Read More »

Sumur Pak Konyol

(Sebuah Cerita Mikro) Oleh: Doni Riw Alkisah, Pak Konyol punya sebuah sumur di belakang rumah. Konon dia tidak bisa menimba airnya. Oleh karena itu, dia memanggil Pak Feripto tukang timba dari kampung Mrika. Tapi aneh, Pak Feripto bukan digaji sebagai tukang timba, melainkan membawa pulang air yang ditimbanya sebagai harta mereka sendiri. Masa timba Pak Feripto terus diperpanjang oleh Pak ...

Read More »

Fatwa Anjing Pak Kiyai

Terkadang rusaknya agama bukan karena tak ada lagi yang memahami atau mengetahuinya. Tapi justru datang dari orang-orang yang lebih faham. Namun karena desakan kebutuhan duniawi, maka ia rela mengorbankan ajaran agama demi tercapainya ambisi walaupun harus menyesatkan orang banyak. Seperti yang terjadi di Kampung Situ Gunung. Siang itu kampung Situ Gunung lagi heboh. Ada seekor anjing mati. Tapi yang bikin ...

Read More »

Mertua Langka

  “Mah, ada nenek datang.” Suara anakku terdengar sampai ke dapur. “Mampus dah gue, mertua datang aku nggak punya apa-apa, beras habis, kulkas kosong, apa yang akan aku katakan padanya.” Saat suamiku masih bekerja aku selalu mengiriminya uang pun saat suamiku dipecat saat pandemi aku tetap mengiriminya uang hasil aku jualan dagangan orang lain dan hasil ngojek suamiku, agar dia ...

Read More »

Rumah Bau Melati

Waktu magrib yang menegangkan. Orang-orang bergerak menuju rumah kosong setelah pencuri kotak amal lari ke dalam bangunan angker untuk bersembunyi. Tidak ada azan magrib hari itu sebab seluruhnya pergi mengejar pencuri laknat yang lancang mencemari rumah suci dengan perbuatannya yang keji. Pencuri sialan! Dia harus ditangkap dan diadili! Rombongan massa itu saling sahut-menyahut, menumpahkan sumpah serapah, sesekali salah satu di ...

Read More »

BUNG HATTA YANG SAYA CINTAI

  Ketika itu buah-buahan di Negri Belanda sangat murah karena ekspornya ke Jerman mandek. Padahal ketika itu kami semua “kaya sebentar” karena mendapat uang saku banyak sekali. Sedangkan uang Republik yang kami bawa dapat ditukarkan dengan gulden Belanda dan koersnya 1:1. Kami yang sudah haus langsung menyerbu saja buah-buahan dalam peti sabun itu, tanpa melihat lagi harga yang dipasang di ...

Read More »

KATA-KATA HILANG MAKNA

Oleh: Imam Suhardjo   Aku ingat sahabatku yang tlah pergi Almarhum Mahadi Mantan anggota dewan mantan menteri Yang hidup biasa-biasa saja Yang ngomong apa adanya Dulu dia pernah berkata: “Sepi ing gawe, rame ing televisi”.   Kini semakin nyata: Rame ing pernyataan, sepi ing kenyataan   Banyak tokoh teriak: aku pancasila Ditabraknya tatabahasa, teriak seenaknya Tetiba aku takut Pancasila kehilangan ...

Read More »

Lord Didi Kempot

Oleh: Pury Purwanto Tanjung Didi Kempot sudah pergi meninggalkan penggemarnya. Tapi, masih banyak pelajaran yang kita dapati. Salah satunya: pantang menyerahnya. Kita selalu mengagumi seorang maestro setelah tokoh tersebut menjadi bintang. Di dunia bola kita kagumi CR7, Messi, atau Mo Salah. Di dunia bisnis kita kagumi Bill Gates, Warren Buffett, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Jack Ma, atau Si Anak Singkong ...

Read More »

Sri Sultan HB IX dan Bakul Beras

Oleh: Edi Haryadi/Indonesia Tempo Doeloe Cerita ini dituturkan oleh SK. Trimurti (istri Sayuti Melik, pengetik naskah proklamasi). Saat itu Trimurti sedang berjalan kaki dari Jl. Malioboro menuju rumahnya di Jl. Pakuningratan di tahun 1946 (masa  Yogyakarta Ibukota Republik). Beliau penasaran dengan kerumunan warga yang mengelilingi seorang simbok bakul (pedagang) beras yang pingsan di depan pasar. Ternyata yang membuat warga berkerumun ...

Read More »

PENYAIR HEBAT AKHIR ZAMAN

Oleh: Gus Nur Salah satu hobi saya itu baca-baca syair. Dan syair-syair Arab paling favorit, karena bersajak. Kalo puisi Indonesia gak minat, karena terlalu bebas, gak ada sajaknya. Kalo pantun-pantun lama atau Hikayat Hamzah Fanshuri seneng sekali. Kemarin ada pantun yang bikin saya hampir keselek kopi : Yang bersalah bawang merah, yang dihukum bawang putih Yang korupsi baju merah, yang ...

Read More »