Breaking News

Sastra

Maulid

Oleh: Abdillah Toha Andai Nabi datang menjengukmu Di hari maulid yang penuh berkah dan restu Akankah kau lampiaskan rasa rindumu Menyambut cahaya benderang ke pangkuanmu Mencium tangannya yang lembut bersahaja Menempelkan hidungmu yang berdebu dosa Atau kau peluk tubuhnya yang semerbak wangi Dengan jasadmu yang berkeringat maksiat Sampai hatikah kau katakan ‘aku umatmu’ Meski kau hanya sebuah mesin pelaksana fardhu ...

Read More »

Petani Cilik

Oleh: Setiardi Sebelum menjadi office boy di Kantor PU Sumsel, saya menjadi petani di pelosok Palembang. Saya juga kerap menceritakan kisah ini pada tiga anak saya: Seno, Rania dan Rishad. Saya berharap mereka punya mental pejuang yang tak cengeng. Cerita ini berawal saat saya merantau ke Palembang. Tahun 1984, baru umur 13 tahun. Saya naik kereta api dari Tanjungkarang ke ...

Read More »

Salah Duga

Oleh: Joko Intarto Menjelang asar saya kedatangan tamu: Mas Rohman bersama dua kawannya. Rupanya mereka bertiga sama-sama guru di pondok pesantren Miftahul Ulum, Demak. Jaraknya sekitar 50 Km dari pabrik tempe Mbah Bayan di Dusun Glonggong, Desa Kranggan Harjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Sehari sebelumnya, Mas Rohman memang mengirim pesan melalui messenger. Ia ingin bertemu  saya untuk bertukar pikiran. Semula ...

Read More »

Menjadi Office Boy

Oleh: Setiardi Kisah ini kerap saya ceritakan pada tiga anak saya — Seno, Rania dan Rishad. Bahwa saat SMP dulu, Bapak mereka sudah bekerja. Saat kelas 2 SMP, tahun 1984, saya tak tinggal bersama orang tua. Saya hijrah ke Palembang, menumpang di rumah kerabat jauh, yang  menjadi petugas kebersihan di Kantor Pekerjaan Umum Sumsel. Lokasinya di sebelah Kantor Gubernur di ...

Read More »

15 Purnama untuk 1.000 Kilometer

Oleh: Anif Punto Utomo Awal Juli 2020 di sebuah toko olahraga di Pejaten Mall. Saat itu kemampuan lari saya sudah bertambah, terutama sejak diikutkan dalam ‘klub’ lari Kageogama di aplikasi Strava: Kageogama Running. Begitu berada di lingkaran para pelari itu, saya seperti tersemangati. Kekuatan berlari yang tadinya sulit untuk bisa mencapai 5 kilometer (Km), begitu masuk ‘klub’ tak sampai dua ...

Read More »

Dia yang Berkhutbah Secara Mengesankan

Oleh: Didin Amarudin Terus terang saya jarang bisa mengingat isi khotbah Jumat yang telah lewat dari satu bulan. Apalagi sudah berbilang tahun. Entahlah. Mungkin khutbahnya terlalu panjang atau terlalu banyak tema disampaikan. Akan tetapi, itu tidak berlaku untuk khotbah yang disampaikan oleh orang yang satu ini. Hampir 35 tahun bahkan 40 tahun berlalu, beberapa isi khutbah Jumatnya masih terekam dengan ...

Read More »

 Kibarkan Bendera Putih, Kawan

Oleh: Davy Byanca Aku bukan Rumi, Hafiz, Kahlil Gibran, Nizar Qabbani atau Rendra penyair legendaris itu. Aku hanyalah lelaki tua dari ujung timur Nusantara. Bodoh, tidak -atau katakanlah belum, mengerti apa-apa, soal narasimu. Tubir hatiku terketuk begitu saja. Menyaksikan kebijakan demi kebijakan. Teriakan dan bentakan, jerit tangis emak-emak, rintihan pedagang kecil menunjukkan kepanikan itu ‘telah terjadi’. Pokoknya tak boleh ada ...

Read More »

Cahaya Tuhan di Belantara Kuta

Kisah 15 Tahun Lalu Oleh: Davy Byanca Sulaiman, begitulah ia memperkenalkan dirinya saat bertemu saya di Bali. Pertemuan kami betul-betul merupakan rahmat dari Allah swt, tak ada yang kebetulan. Derry Sulaiman yang saya kenal saat itu adalah pelukis muda berbakat, yang menghabiskan waktunya berdakwah di Bali. Ia membuka galeri lukisan di daerah Kuta dan Seminyak. Sebagai muslim, ia istiqamah dengan ...

Read More »

Maling di Rumah Syaikh Asy-Syaami

Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Seorang pencuri nampak berusaha memasuki rumah Syaikh Ahmad Asy-Syaami, Mufti Madzhab Hambali kota Douma, ditengah gelap nya malam. Syaikh mencoba mengajak bicara si pencuri yang ternyata sudah dikenalnya. “Ananda, jika kamu mau mengambil barang-barang, jangan ambil yang ini. Karena ini adalah barang amanah yang dititipkan kepadaku. Kalo kamu mau ambil, ambillah barang yang ada disebelah sana. ...

Read More »

Revolusi Cinta

Oleh: Davy Byanca Revolusi bukanlah tabu untuk dibicarakan. Bangsa ini lahir dari pikiran revolusi anak bangsa pada zamannya. Darah mereka tertumpah dengan harapan anak cucunya kelak bisa hidup adil makmur dan sejahtera. Kenapa kalian alergi dengan kata revolusi? Bukankah revolusi juga bisa lahir dari secangkir kopi. Tapi, jangan pulak kita ciptakan revolusi demi mendapatkan secangkir kopi, atau puluhan ribu hektar ...

Read More »