Breaking News

Lifestyle

Shubuh Kembali Merona

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. LELAKI muda itu aku kenal beberapa tahun lalu. Awalnya sejak dia mulai hadir dalam shalat shubuh berjamaah di masjid komplek perumahan kami. Kerana keistiqamahannya ke masjid, tentu anak ini menjadi perhatian jamaah, yang 90% isinya kaum tua dan pensiunan. Beberapa bulan terakhir, dia sempat tak hadir di masjid. Rupanya setahun belakangan ini ekonomi keluarganya …

Read More »

Diwan Cinta

Oleh : Davy Byanca AKHIR-AKHIR ini kita mendengar berita, ada beberapa anak muda yang mati bunuh diri. Hal ini makin mengkonfirmasikan adanya pergeseran perilaku manusia, bahwa seseorang yang mengalami depresi itu tak selalu mengurung diri di kamar yang gelap dan menangis tiada henti. Tapi juga seseorang yang melakukan aktivitas sebagaimana layaknya manusia pada umumnya. Mereka tertawa, seolah manusia yang bahagia …

Read More »

Uang Haram Sosial Media

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. BERFIKIR positif saja. Tak ada orang yang pamer di sosial media. Mereka hanya sedang berbagi momen, kecuali jika kamu melihatnya dari sudut pandang ‘jealous’. Kita semua berhak mendapatkan ketenangan ketika bermain sosial media. Jadi jangan pernah segan untuk unfollow dan auto-blokir siapa pun yang dirasa sudah mengganggu. Tak perlu ragu untuk menggunakan fitur-fitur tersebut. …

Read More »

Tak Terbatas

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. BENARLAH kata orang, ada dua hal yang tidak terbatas, yaitu alam semesta dan kebodohan manusia. Kerana suara orang bodoh itu lebih nyaring dari teriakan Pol Pot, Hitler atau Mao Zhe Dong dari liang kubur. Mulut orang bodoh itu kadang lebih najis dan kotor dari mulut anjing. Kerana yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata tak …

Read More »

 Tamu Terhormat

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. ORANG yang berpikiran terbuka tidak terlalu peduli dengan benar atau salah, mereka lebih peduli dengan; ‘mengerti dan memahami’. Kerana mereka tahu tidak pernah ada jawaban benar atau salah. Semuanya hanya soal sudut pandang, soal pemahaman. Kesadaran untuk memahami jauh lebih penting daripada keinginan untuk benar. Sebab dari satu salah ke salah yang lain, kebenaran …

Read More »

Sarinah Kini

Oleh: Joko Intarto (Foto : JTO) Sore tadi untuk kali pertama saya ke Sarinah pasca renovasi. Saya ingin melihat-lihat a[a saja yang berubah sekalian mencari sepatu kets Onitsuka Tiger, sepatu model klasik yang didesain pensiunan tentara Jepang, tahun 1960-an. Sebelum bertanya kepada pramuniaga, saya jalan-jalan dulu dari lantai dasar hingga lantai empat. Interior Sarinah ternyata benar-benar beda. Sekarang sudah modern. …

Read More »

Babi Jujur

Oleh: Joko Intarto Sebenarnya saya pergi ke Mall Kelapa Gading hanya untuk membeli kopi. Kebetulan stok yang tersisa tidak saya sukai: Super dark roast. Hitam pekat. Rasa kopinya nyaris hilang, menjadi seperti arang. Di labelnya memang ditulis: Smooky. Tapi saya tidak menyangka kalau pahitnya nauzubillah. Waktu magrib masih lama. Sebelum mampir di Starbucks, saya pilih muter-muter di mall itu. Berharap …

Read More »

Magz on Demand

Oleh: Joko Intarto Salah satu fenomena paling mencolok dalam era digital adalah tren content on demand. Setiap orang akan cenderung hanya mengakses konten-konten yang disukainya saja. Pada era media analog, keinginan itu sulit terpenuhi. Jumlah kanal media sangat terbatas. Perusahaan media tidak ada yang mau melayani konsumen yang spesifik karena jumlahnya terlalu kecil. Rebutan remote control akhirnya menjadi hal biasa …

Read More »

Melaut

Oleh: Davy Byanca Jauh dekat bukan perkara besar bagiku, tapi sorot matamu yang selalu mengaduk-aduk hati, itu soalnya. Kenapa? Saat kaumemandang laut dan langit dari kejauhan seolah kausedang menusuk jantung seorang lelaki, yang sedang berlayar ditemani tembang gemuruh ombak. Begitulah. Hidup adalah pergi dari satu hari ke hari yang lain, bukan dari hati yang satu ke hati yang lain. Dari …

Read More »

Orgaseme

Oleh: Davy Byanca Kita tak pernah mampu memahami sehelai daun dengan sempurna, kerana kita tak diciptakan sebagai daun. Begitu juga dengan wanita. Bahkan wanita sendiri kadang tak mampu memahami perasaan dirinya sebagai wanita. Apalagi aku. Lebih baik kusetubuhi setiap buku, dan jika belum ada bekasnya, berarti aku belum mencapai orgasme. Buku adalah simbol kehendak berpikir, dan orgasme adalah sebuah pelepasan. …

Read More »