Breaking News

Sebuah Pesan Berharga

Oleh : Davy Byanca

Sahabat sufiku.

SEBAGAI ANAK yang hidup pada zaman di mana sebelum masuk kelas, setiap pagi kuku kami diperiksa oleh Cikgu, aku telah ditempa cukup keras oleh Bapak.  Sebab anak lelaki tidak boleh dihiraukan panjang, hidupnya ialah untuk berjuang. Kalau perahunya telah dikayuh ke tengah, dia tak boleh surut pulang sebesar apapun ombaknya. Biarkan kemudi patah, biarkan layar robek, itu lebih mulia daripada membalik putar haluan.

SEJAK MUDA aku diajarkan untuk selalu hormat kepada, dan belajar hikmah dari siapa pun. Kerana kata Bapak, setiap orang yang kita temui adalah guru, setiap tempat yang kita datangi adalah ruang belajar, dan setiap kejadian yang kita alami adalah sebuah pelajaran. Beliau mengingatkan, ‘Hidup bukanlah sebuah masalah yang harus diatasi, tapi realitas yang harus dijalani’.

BAGI mereka yang belajar hikmah, tak perlu bagi dirinya untuk menjadi sebutir berlian, dan tak soal baginya disuka atau dibenci. Cukuplah ia menjadi air putih yang dibutuhkan banyak orang. Keberuntungan baginya bukan diukur dari perkara indah yang dialaminya, tapi juga diukur dari berapa banyak perkara buruk yang menimpa dirinya.

MAWLANA RUMI pernah berkata, salah satu keajaiban dunia adalah melihat jiwa yang terpenjara dengan kunci di tangannya. Makanya untuk setiap masalah yang menyapa, terdapat pesan berharga tentang betapa butuhnya hati untuk ditenangkan dengan kembali mengingat kebesaran Sang Khaliq.

About Redaksi Thayyibah

Redaktur