Breaking News

Lima Sekawan

Oleh : Davy Byanca

IMA SEKAWAN 🗯️

Sahabat sufiku.

DULU ADA 5 orang goblok tapi sok pintar yang kalau lagi kumpul di kampus, tak pernah berhenti berdiskusi soal politik, hukum dan filsafat yang bahannya diambil dari clipping, koran pagi dan sore dan beberapa buku teori yang sampulnya lusuh dan robek. Diselingi tawa lepas, secangkir kopi dan selinting ganja yang disedot bergiliran. Selalu maksain keluar rumah saat malam minggu walau lebih sering tak ada tujuan. Ujungnya bertengkar lagi soal diskusi kemarin-kemarin belum kelar juga, di warung Padang 24 jam dekat kampus.

TAPI ITU dulu. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah lama banget tak kumpul, tak ada komunikasi, bahkan satu di antara kami telah mati. Tak pernah terbersit dalam pikiran, sekarang merasa asing dengan dunia itu lagi. Rasanya tak mungkin kalau bakal sejauh ini. Tapi itulah takdir. Steve Ballmer mantan CEO Microsoft/Nokia berkata, kami tidak melakukan kesalahan apa pun, tiba-tiba kami kalah dan punah. Begitulah faktanya.

PEOPLE CHANGE. Jika pengalaman adalah guru terbaik, maka ada yang tidak boleh kita lupakan yakni; ‘pelajaran-pelajaran yang kita bayar dengan luka’. Kadang kita ‘dipaksa’ untuk pura-pura tidak tahu untuk melihat seberapa tega manusia yang kita percaya selama bertahun-tahun telah berkhianat. Di balik ketenanganku, ada beberapa kejadian yang masih terus berputar dalam ingatan, tapi aku harus kendalikan agar jangan sampai membenci manusianya. Aku ingat kata-kata Ibnu Bisyaroh, ‘aku tidak menyibukkan diriku dengan orang yang membenciku atau yang berbuat jahat kepadaku. Aku tak akan membalasnya. Tapi aku bersumpah akan menyibukkan diri dan berpikir bagaimana membalas kepada mereka yang berbuat baik dan menyayangi diriku’.

AKU INGAT, siang itu lima sekawan berkumpul di pemakaman, satu sahabat kami akan dikuburkan. Tak banyak bicara. Masing-masing tenggelam dalam nostalgia, mengenang yang baik-baik dan yang lucu-lucu dari almarhum. Usai pemakaman, kupeluk mereka satu-satu, ‘aku sayang kalian semua, biarkan apa yang terjadi di antara kita menjadi sejarah hidup buat kita, bahwa ada 5 orang goblok yang sampai saat ini gak pernah sadar dengan kegoblokannya’. Suasana pecah, kami tertawa. Tawa yang beberapa puluh tahun pernah menghiasi persahabatan kami. Para istri dan sebagian peziarah bengong, saling melihat satu sama lain. Ke-empat orang goblok tak peduli.

BEGITULAH. Segala sesuatu yang hadir di kehidupan akan selalu memberikan makna. Jadi apa pun yang telah kita lewati, jangan lupa untuk selalu berterima kasih, dan mengapresiasi diri kita sendiri.

About Redaksi Thayyibah

Redaktur