Breaking News
12 Juni 2015, MUI yang dipimpin KH. Ma'ruf Amin adakah konferensi pers, menghimbau umat Islam tidak memilih pemimpin yang ingkari janjinya. (Foto : detik)

DIGIRING KE NERAKA BERSAMA PEMIMPIN INGKAR JANJI

Oleh :  Utsman Zahid as Sidany

12 Juni 2015, MUI yang dipimpin KH. Ma’ruf Amin adakah konferensi pers, menghimbau umat Islam tidak memilih pemimpin yang ingkari janjinya. (Foto : detik)

 

Dalam banyak hadits disampaikan tentang kewajiban menepati janji. Mereka yang ingkar janji menurut hadits-hadits Nabi saw. terindikasi Munafik. Jika ada sifat lain, dari sifat-sifat munafik akan semakin memperkuat indikasi ini. Bahkan, jika empat sifat, yaitu: Kalau bicara bohong, kalau janji mengingkari, kalau diberi amanah berkhianat, dan kalau perperkara dia culas, kata Nabi saw. mereka adalah munafik murni (khalish) alias munafik 24 karat.

Karena ingkar janji merupakan perbuatan yang sangat tercela, buruk, dan menjadi indikasi kemunafikan sesorang, maka bagi pelakunya di akhirat kelak akan menanggung akibat yang sangat besar. Neraka!

Apakah hanya bagi pelakunya? Ya tentunya dia yang paling besar, namun orang-orang yang membantu atau mendukung pun juga pasti menanggung akibatnya.

Jika dikaitkan dengan pemimpin umum, sebut saja misalnya presiden, bisa jadi ada orang mengira bahwa yang akan terkena akibatnya hanya para pelakunya. Asumsi ini jelas salah. Sebaliknya, para pendukungnya pun terancam dengan siksa yang sama.

1586- وَعَنْ أَبي سَعِيدٍ الخُدْرِي : أنَّ النَّبيَّ ﷺ قَال: لِكُلِّ غَادِرٍ لِواءٌ عِندَ اسْتِه يَوْمَ القِيامةِ، يُرْفَعُ لَهُ بِقَدْرِ غَدْرِهِ، ألَا وَلا غَادر أعْظمُ غَدْرًا مِنْ أمِيرِ عامَّة رواه مسلم.

Dari Abu Sa’id al-Khudri ra. bahwa Nabi saw. bersabda: “Di hari kiamat kelak, bagi setiap penipu akan diberikan bendera yang ditancapkan di pantatnya. Bendera itu akan ditinggikan sesuai dengan tingkat penipuannya. Ingatlah! Tiada penipuan yang lebih besar dibanding penipuan yang dilakukan oleh pemimpin umum!”. (HR. Muslim)

Hadits di atas menggambarkan bahwa para pemimpin akan ditancapkan dipantatnya sebuah bendera yang besar (tinggi). Di dalam hadits ini ada semacam isyarat bahwa di belakang pemimpin itu ada orang-orang yang mengikutinya. Karena fungsi bendera, selain sebagai simbol, adalah juga sebagai tanda bagi mereka yang berjalan di belakangnya. Ini sejalan dengan hadits Nabi saw.

عن أبي سعيد: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أنا سيد ولد آدم يوم القيامة وبيدي لواء الحمد وما من نبي يومئذ آدم فمن سواه إلا تحت لوائي وأنا أول من تنشق عنه الأرض ولا فخر».

Dari Abu Said ra. Rasulullah saw. bersabda: Aku adalah junjungan seluruh manusia kelak di hari kiamat. Dan di tanganku lah Bendera Pujian. Tak seorang nabi pun, mulai Adam hingga yang lain, kecuali di bawah benderaku. Dan aku adalah manuisa yang paling pertama dibelahkan bumi (bangkit dari kubur). Tidak ada kesombongan (dalam kata-kataku)”. (HR. Tirmidzi)

Dari hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa pemimpin yang ingkar janji bersama dengan para pendukungnya terancam masalah besar kelak di hari kiamat!

Oleh karena itu, haram hukumnya memilih, mendukung, mencoblos pemimpin yang ghadir (ingkar janji). Dan rezim ini telah terbukti menjadi rezim yang ingkar janji. Ada 66 janji yang pernah diumbar saat kampanye 2014. Namun hingga kini?

Itulah mengapa kita secara syar’iy diharamkan mendukungnya. Bahkan MUI sendiri telah pernah mengeluarkan fatwa haramnya memilih pemimpin ingkar janji!

About Redaksi Thayyibah

Redaktur