Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Uqbah bin Nafi telah tiba di tepian samudera Atlantik dengan menunggangi kudanya. Sambil memandangi luasnya hamparan lautan, ia memacu kudanya kearah laut hingga kakinya terendam air. Kemudian ia berseru dengan suara lantang sambil berkata: “Ya Tuhan, saya bersaksi bahwa saya telah melakukan usaha, jika saja tidak ada hamparan laut ini, saya akan datangi negeri-negeri untuk mengajak …
Read More »Sejarah
Surat yang Menggetarkan Perancis
Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Saat Kekhilafahan Utsmaniyah (Ottoman) dipimpin oleh Sulaiman Al Qanuni, terdengar informasi bahwa di Perancis ada dansa-dansi dan joget-joget secara terang-terangan antara pria dan wanita yang bukan pasangan resmi ditempat umum dan terbuka. Al-Qonuni langsung mengirim surat kepada Raja Perancis untuk merespon kondisi yang terjadi, diantara isi surat Al-Qonuni adalah : “Saya telah menerima informasi, bahwa pria …
Read More »DUA PULUH LIMA TAHUN JIHAD NUKU
Oleh: Salim A. Fillah Setelah Sultan Jamaluddin ditangkap dan diasingkan ke Batavia pada 1779, VOC mengangkat Kaicil Gay Jira sebagai Raja Tidore. Di lain pihak, putra kedua Jamaluddin, Kaicil Syaifuddin yang dicintai rakyat ditahbiskan sebagai ‘Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Nuku Muhammad Amiruddin Syah Kaicil Paparangan’. Sultan Nuku, demikian kelak dia lebih masyhur, menggalang kekuatan melawan VOC …
Read More »Georgius Syahid Sesaat Setelah Masuk Islam
Oleh: Ahmad Burhanuddin Nadjib Sebelum dimulainya Pertempuran Yarmuk antara Pasukan kaum Muslimin dan Pasukan Romawi. Salah satu pemimpin Romawi bernama (George/Georgius) pergi keluar dan meminta untuk bertemu dengan Khalid bin Al-Walid, Komandan Pasukan Muslimin Georgius berkata kepada Khalid bin Al-Walid ketika Panglima Kaum Muslimin itu mendatanginya, “Wahai Khalid, berkatalah dengan jujur kepadaku dan jangan sekali-kali berbohong. Karena orang Arab yang …
Read More »Mengepung Konstantinopel dari Zaman ke Zaman
Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Kaum Muslim telah melakukan 11 kali pengepungan terhadap benteng Konstantinopel. Tujuh kali dilakukan pada 2 abad pertama Islam dan 4 kali sisanya dilakukan pada masa Kekhilafahan Utsmaniyah. Pengepungan pertama, dilakukan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan pada masa Kekhilafahan Utsman bin Affan pada tahun 34 H – 654 M. Pengepungan kedua dilakukan oleh Yazid bin Muawiyah pada …
Read More »PELEBUR HABIS, PALEMBANG TAK ALAH
Oleh: Salim A. Fillah Peribahasa (judul)ini lahir dari sebuah pertempuran. Pada 12 Juni 1819, waktu yang diberikan oleh Komisaris Belanda di Palembang, HW Muntinghe kepada Sultan Mahmud Badaruddin II agar menyerahkan putra mahkota sebagai sandera habis. Pasukan Belanda mulai dikerahkan untuk mengepung Benteng Kuto Besak yang memagari keraton Sultan. Berhari-hari pertempuran sengit terjadi dan korban di kalangan pengepung begitu dahsyat …
Read More »NATSIR: BUYA NKRI
Mosi Integral 3 April 1950: Hari NKRI Oleh: Salim A Fillah Konferensi Meja Bundar (KMB) menyisakan berbagai persoalan yang merepotkan. Salah satu yang paling mendasar adalah bentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai sebuah federasi yang beranggotakan Republik Indonesia (wilayah defacto-nya hanya Yogyakarta dan sekitarnya serta sebagian Sumatera) beserta negara-negara kecil lain yang sebagian besarnya hanyalah boneka Belanda. Persoalan yang …
Read More »Pelajaran Tentang Harga Diri dan Kehormatan Dari KH. Agus Salim
Di bulan Desember 1949, dalam Konferensi Meja Bundar yang digelar di Den Haag, Belanda. Dalam sesi rehat, semua orang terganggu karena ruangan dipenuhi asap yang beraroma rempah terbakar. Semua mata tertuju pada seorang tetua berjanggut yang sedang merokok di pojok ruangan. Rokok klobot campuran dari tembakau, cengkeh dan lada. Delegasi AS perlahan mendekati pria tersebut yang nampak cuek meski diperhatikan …
Read More »Membongkar Kuburan Abu Ayyub Al Anshari
Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Ketika tentara Muawiyah bin Abi Sufyan sedang melakukan pengepungan benteng Konstantinopel, Abu Ayyub Al Anshari menyampaikan wasiat jika dirinya wafat agar dikuburkan disamping tembok benteng Konstantinopel. Ketika beliau wafat, tentara kaum Muslimin berusaha membawa dan melindungi jasadnya dengan perisai menuju titik terdekat dengan benteng agar bisa menguburkannya sesuai wasiat. Mengetahui hal tersebut Kaisar mengirimkan utusan menemui …
Read More »Sahabat yang Terlupakan
Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Sangat disayangkan, banyak orang yang tidak mengenal sahabat besar yang memiliki peran penting dalam perjuangan Islam. Beliau adalah Zaid ibnu Khattab, saudara tua Umar ibnu Khattab. Zaid ibnu Khattab sosok yang sangat dicintai oleh Umar, masuk Islam jauh sebelum Islamnya Umar. Beliau terlibat dalam berbagai kegiatan dakwah dan ikut serta dalam peperangan bersama Rasulullah صلى …
Read More »
Thayyibah