Breaking News
Masjidil Haram

Mengapa Belanda Larang Kami (Rakyat Pribumi) Berhaji?

Masjidil Haram
Masjidil Haram

thayyibah.com :: Dalam pelajaran sejarah yang jarang sekali diungkap ataupun diajarkan dalam buku buku sejarah salah satunya yaitu belanda melarang pribumi melaksanakan Haji. Benarkah demikian?

Pemerintah kolonial belanda pada tahun 1827, 1831 dan 1859 mengeluarkan berbagai Oordonnatie yang ditujukan untuk pembatasan Haji dan memantau aktivitas jamaah Haji sekembalinya ke bumi pertiwi. Bukti kekhawatiran belanda terhadap jamaah Haji semakin tampak ketika belanda mengeluarkan pilgrims ordonnantie staatsblaad 1903 nomor 26,
Staatsblaad 1932 nomor 698,
Staatsblaad 1927 nomor 508 dan
Staatsblaad 1931 nomor 44.

Dari aturan tersebut harusnya muncul pertanyaan, mengapa belanda mengeluarkan peraturan tersebut?
Jika kita mau telusuri lewat bukti bukti sejarah, pada saat itu di makkah dan madinah dan umumnya bangsa arab pada saat itu sedang tumbuh cikal bakal Pan-islamisme. Di jazirah arab pada waktu itu seluruh mata tertuju pada gerakan muwahiddun yang dimotori Muhammad bin Abdulwahhab yang selanjutnya disebut gerakan WAHABI oleh kaum penjajah dan musuh dakwah tauhid.

Tentu hal ini kontras dengan berita yang beredar bahwa gerakan WAHABI sangat erat hubungannya dengan para negara penjajah terutama inggris. Sehingga muncul berita dusta hubungan Muhammad bin Abdulwahhab dengan sir percy cox yang sangat mudah untuk dilihat kebohongannya.
Kenyataannya orang orang yang disebut sebagai WAHABI ini sangat anti dengan kolonialisme, liberalisme dan kapitalisme yang diusung para bangsa penjajah.

Kembali pada keadaan negeri ini disaat itu, kaum priyayi, penguasa dan abdi dalem dilarang pergi Haji karena dikhawatirkan terpengaruh gerakan WAHABI di tanah suci. Ternyata memang benar kekhawatiran belanda ini menjadi kenyataan. Salah satu pengaruh gerakan WAHABI di indonesia adalah gerakan kaum Paderi yang berperang melawan penjajah selama 35 tahun, yang sempat “rehat” 5 tahun karena perang diponegoro yang juga akibat pengaruh WAHABI di tanah jawa.

Dan yang paling dirasa dampaknya setelah kembalinya dari Haji oleh belanda adalah perubahan sikap dari seorang cucu bupati ponorogo yang bernama oemar said. Sepulang dari Hajinya lahirlah SI (sarikat Islam) yang merupakan ibu bagi gerakan nasionalisme di persada nusantara. Begitu pula Ahmad Dahlan dengan muhammadiyah nya telah mewarnai sejarah nasional indonesia.

Dan anehnya saat ini muncul dari anak anak negeri yang mempersoalkan kegiatan ibadah umroh dan Haji ini dengan berbagai argumentasi yang tidak ilmiah dan ngawur. Semoga allah menjadikan para jamaah Haji menjadi Haji yang mabrur. Aamiin. (thayyibah)

Darmapoetra Maulana

About Lurita

Online Drugstore,cialis next day shipping,Free shipping,order cialis black,Discount 10%, dutas buy online