Breaking News
Muslimah Sholat di Al-Aqsa. Terhimpit Kekejaman Israel (Foto : Liputan 6)

Raja Salman Desak PBB Ambil Langkah Darurat untuk Al-Aqsa

Muslimah Sholat di Al-Aqsa. Terhimpit Kekejaman Israel (Foto : Liputan 6)
Muslimah Sholat di Al-Aqsa. Terhimpit Kekejaman Israel (Foto : Liputan 6)

thayyibah.com :: Raja Salman dari Arab Saudi mendesak Sekjen PBB Ban Ki-moon dan anggota Dewan Keamanan PBB mengambil langkah darurat menyusul bentrokan di Masjid Al-Aqsa.

Saudi Press Agency dikutip Maan News, Kamis (17/9), mengatakan Raja Salman mengutuk keras eskalasi berbahaya yang dilakukan Israel di tempat suci itu. “Raja mendesak upaya internasional serius dan segera, dan adanya intervensi dari Dewan Keamanan untuk menghentikan kekerasan ini,” ujar Raja Salman dalam pernyataannya seperti yang dikutip Republika.

Raja Salman menambahkan penyerangan terhadap jamaah melanggar kesucian agama dan justru menyuburkan ektstremisme dan kekerasan di dunia. Raja Salman juga melakukan permintaan serupa melalui telepon kepada PM Inggris David Cameron, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Francois Hollande. Hollande memperingatkan, Rabu, perubahan aturan di komplek Masjid Al-Aqsa bisa berujung pada destabilisasi serius.

Seperti diketahui, bentrokan antara warga Palestina dengan polisi Israel meletus di Masjid Al-Aqsa, beberapa jam sebelum dimulainya Tahun Baru Yahudi, Ahad (13/9). Menurut polisi dan saksi mata, bentrokan meletus setelah sejumlah tentara Israel menyerbu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Tentara Israel menggunakan gas air mata saat mereka memasuki kompleks masjid untuk menangkapi sejumlah pemuda Palestina yang disebut sebagai pelempar baru. “Demonstran bertopeng yang berada di dalam masjid melemparkan batu dan kembang api kepada polisi,” bunyi pernyataan polisi Israel, seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Minggu (13/9/2015).

Namun, seorang saksi mata dari kalangan muslim mengatakan, polisi Israel masuk ke dalam masjid dan menyebabkan kerusakan, dimana sebagian sajadah terbakar. Bentrokan kemudian berlanjut di luar kompleks masjid. Kepolisian Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut.

Pasukan keamanan Israel lantas menutup kompleks masjid untuk jamaah, mengingat bentrokan tersebut terjadi hanya beberapa jam sebelum dimulainya Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashanah. Sebelumnya, sempat timbul ketegangan setelah Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon melarang dua kelompok Muslim untuk memasuki kompleks masjid tersuci ketiga bagi umat Islam itu.

Israel merebut Yerusalem Timur, lokasi dimana masjid Al-Aqsa berada, dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 dan kemudian mencaploknya. Kebijakan Israel ini pun menuai reaksi dari dunia internasional yang tidak pernah mengakui kebijakan tersebut. (redaksi/thayyibah).

 

About Redaksi Thayyibah

Redaktur