Renungan 10 Malam Terakhir Ramadhan Oleh: Davy Byanca Di saat-saat kritis, aku selalu takjub pada cara-cara orang mengulurkan dirinya dengan kata-kata dukungan. Aku pernah mengalami saat-saat krisis dalam hidupku –kita semua tentu pernah mengalaminya. Anak sulungku divonis harus segera dioperasi akibat kecelakaan saat bermain futsal di sekolahnya. Aku harus menunggu beberapa saat karena bagian keuangan rumah sakit tak mau tahu …
Read More »Life & Love
Suami Butuh Kepercayaan Istri
Oleh: Satria Hadi Lubis Seorang pria yang tidak lulus ujian masuk universitas, dinikahkan oleh orang tuanya. Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan. Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air matanya, menghiburnya dengan berkata: “Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang …
Read More »Dunia Adalah “Penjara”
(Renungan 10 Malam Terakhir Ramadhan) Oleh: Davy Byanca Ketika mengunjungi penjara, baik pada saat berdzikir bersama para ustadz dari Majelis Azzikra, maupun dalam kapasitasku selaku advokat, aku menemukan begitu banyak kemunafikan, ketidakadilan dan pemerasan di sana. Pernah suatu ketika, aku berbicara dengan seorang napi yang dijatuhi hukuman penjara 6 tahun karena dituduh korupsi. Kami begitu cepat akrab, mungkin dia pikir …
Read More »Usia Bukanlah Bilangan Angka
(Renungan 10 Rerakhir Ramadhan) Oleh: Davy Byanca Seorang sufi terkenal di zamannya, Syaikh Hasan al-Bashri suatu ketika terlihat menggoda seorang anak kecil yang sedang menyalakan sebatang lilin. “Hai anak kecil, beritahu aku darimana nyala api ajaib ini datang?” Anak itu langsung meniup padam lilin itu seraya bertanya. “Coba Anda beritahu saya wahai Syaikh, kemana nyala api ini pergi?” Sontak sang …
Read More »Kesepian
Oleh: Satria Hadi Lubis Semakin berumur seseorang semakin sulit ia mencari teman baru, karena baginya pertemanan tidak lagi menjadi ajang eksistensi diri, tapi peminatan dan relaksasi. Hikmahnya, mungkin Allah ingin agar orang yang makin berumur itu merasa kesepian. Lalu terpanggil mencari “teman sejati” yakni Allah itu sendiri. Sebab sejatinya hanya Allah yang bisa mengobati rasa sepinya dan “menemaninya” di kala …
Read More »Mengasah Gergaji
Oleh: Satria hadi lubis Stephen R. Covey menceritakan tentang seorang penebang pohon yang melamar pekerjaan di sebuah pabrik pengolahan kayu. Ia diterima dan sangat suka dengan bayaran yang diterima. Ia pun bekerja dengan tekun. Pimpinannya memberi ia gergaji dan menunjukkan pohon-pohon mana saja yang boleh ditebang. Pada hari pertama bekerja ia bisa menebang 18 pohon. “Selamat! pertahankan itu,” kata pimpinannya. …
Read More »Suami Level 5
Oleh: Cahyadi Takariawan Suami sebagai pemimpin keluarga —dalam perspektif teori kepemimpinan Maxwell— bisa dikategorikan dalam lima level. Suami Level Satu : Position/Tingkat Dasar “Suami adalah pemimpin yang harus ditaati oleh istri,” ini posisioning suami tingkat dasar. Istri taat kepada anda karena ia harus melakukan hal tersebut. Anda sepenuhnya mengandalkan otoritas posisi sebagai suami yang harus menjadi pemimpin keluarga. Mau tidak …
Read More »Abah Pri, Semangat yang Tak Pernah Mati
Oleh: Satria Hadilubis Saya mengenalnya sebagai Abah Pri (dr. Priyanto, Sp.M). Beliau seorang dokter mata yang tinggalnya di Surabaya. Usianya kini 72 tahun, tapi semangat dakwahnya jangan ditanya. Anak muda pun belum tentu bisa menyaingi semangat dakwahnya yang berapi-api. Pertama kali saya mengenal Abah Pri di kuburan. Hah…di kuburan?! Iya betul…saya tidak salah tulis. Waktu itu saya sedang menghadiri pemakaman …
Read More »Menikah : Seni Mengalah
Oleh: Bambang Yunaidi Beberapa pekan jelang menikah, saya yang kala itu masih berusia 27 tahun, meguru pada ibu. Apa yang perlu dilakukan agar pernikahan berjalan damai? Ibu menjawab tanpa berpikir panjang. Seolah pertanyaan yang saya ajukan se sepele resep sayur lodeh. “Nikah ki yo anggere wani ngalah..” (Nikah itu pokoknya berani mengalah). Dua kata yang menggedor batin saya: BERANI dan …
Read More »Syahid di Atas Kapal Layar
Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Abu Thalhah. Dalam riwayat yang disampaikan oleh Anas bin Malik, baru saja Abu Thalhah selesai membaca ayat ke 41 dari surat Al Baroah. {انفروا خفافا وثقالا وجاهدوا بأموالكم وأنفسكم في سبيل الله} [التوبة: 41] “Berangkatlah dalam kondisi ringan maupun berat. Berjihadlah dijalan Allah dg harta dan diri kalian.” Beliau perintahkan kepada anak-anaknya agar menyiapkan perbekalan untuk …
Read More »
Thayyibah