Breaking News
Pak Subur (Foto : Setiardi)

Sopir Sehat, Kita Selamat

Oleh: Setiardi

Pak Subur (Foto : Setiardi)

Ini Pak Subur. Betawi Asli. Kocak. Dia sudah 13 tahun menjadi sopir saya. Saya beberapa kali ganti mobil, sopirnya tetap Pak Subur. Seperti tagline iklan: apapun makanannya, minumnya tetap bajigur. Dan alhamdulillah selama itu tak pernah ada insiden di jalan. Tak pernah kecelakaan. Sekali lagi, alhamdulillah.

Ada beberapa tips yang membuat Pak Subur bertahan lama. Dia bilang akan menjadi sopir di rumah saya hingga benar-benar tak bisa nyetir lagi. Apa kuncinya? Jangan pelit. Berapa pun uang yang didapat, selalu saya bagi ke Pak Subur. Itu diluar gaji dan uang makan. Juga diluar biaya ‘kenakalan’. Dia berkontribusi besar sehingga saya mendapat rezeki.

Ada juga tips lain. Jika keluar kota, saya tak pernah memaksakan diri. Belum lama, misalnya, saya ke Tulungagung Jawa Timur. Kami lewat jalan tol. Sesampai Solo saya perhatikan Pak Subur letih. Saya minta dia keluar tol. Kami mencari hotel. Bermalam di Solo. Setelah sarapan pagi baru ke Tulungagung. Pun sebaliknya. Di jalan tol pun kecepatan rerata 100 km/jam saja.

Intinya, jangan pernah salahkan Sopir jika kecelakaan karena mengantuk atau capek. Mereka bekerja sesuai komando kita. Kalau Anda memporsir sopir hingga letih, tapi tetap minta selamat, itu sungguh tak fair. Apalagi jika Anda pelit bin medhit bin kikir bin bakhil pada sopir.

About Redaksi Thayyibah

Redaktur