Breaking News
Rumah Harjono, pengurus Hotel Wedhus Lemu di Desa Sedayu.

Pisa Sedayu

Oleh: Joko Intarto

Rumah Harjono, pengurus Hotel Wedhus Lemu di Desa Sedayu.

Akhirnya saya sampai di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan. Jaraknya sekitar 20 Km dari Desa Kranggan Harjo, Kecamatan Toroh.

Untuk menemukan lokasi Desa Sedayu tidak sulit. Dari kota Purwodadi, ancer-ancernya adalah Wisma dan Pemandian peninggalan Belanda yang sekarang dikelola Perhutani.

Saya pernah menginap di wisma tersebut. Beberapa tahun lalu. Bagus. Murah pula.

Meski sudah direnovasi menjadi modern, bersih dan nyaman, saya tidak bisa tidur. Bangunan itu terlalu tua untuk sebuah hotel.

Apalagi lokasi hotel berdekatan dengan gua yang belum pernah dieksplorasi. Konon gua itu begitu panjang. Ada yang bilang tembus hingga kota Purwodadi. Berarti sekitar 15 Km. Tapi tidak ada bukti yang mendukung. Hanya cerita.

Kandang kambing etawa milik warga Sedayu (Foto-foto : Dok. JTO)

Wisma itu pada tahun 1961 pernah menjadi rumah tahanan politik. Burhanuddin Harahap, perdana menteri ke-9, selama setahun ditahan di sini bersama keluarganya.

Nah, sebelum sampai wisma dan kolam renang peninggalan Belanda itu ada pertigaan ke kanan. Ikuti saja jalan itu sekitar 2 Km.

Dulu pertigaan itu lebih mudah dikenali karena ada bangunan penjara zaman Belanda. Setelah Gestapu meletus, penjara tua itu digunakan untuk menahan para tokoh PKI di Kabupaten Grobogan.

Sekarang bangunan penjara itu sudah tidak bersisa. Tanah padas yang menjadi tapak bangunan pun sudah habis dikikis para pengusaha tanah urug.

Satu-satunya penanda arah Desa Sedayu hanyalah Tugu Miring di tengah pertigaan. Tugu itu miring secara alamiah. Mirip yang terjadi pada Menara Pisa yang kondang itu.

Setelah melewati ruas jalan yang membelah hutan jati kurang lebih 5 menit, sampailah saya di calon lokasi Hotel Wedhus Lemu. Dalam rintik gerimis siang, saya bisa memandang kota Purwodadi dari ketinggian lokasi desa itu.

Saya membayangkan, kalau malam pemandangannya di depan kandang itu pasti sangat indah. Seperti melihat pesta lampu dari kejauhan. Pemandangan yang sangat mahal. Cocoklah kalau di kandang itu disebut hotel.

Berternak kambing bagi warga Desa Sedayu merupakan aktivitas yang sudah biasa. Konsep pemeliharaannya sudah menggunakan kandang panggung dengan pakan rumput hijauan dan ampas kulit kacang hijau.

Karena sudah menjadi kebiasaan, konsep Hotel Wedhus Lemu menjadi lebih mudah diterapkan. Ekosistem bisnis kambing sudah terbentuk. Sudah berjalan secara alamiah.

Tanggal 28 Februari 2022, saya diundang manajemen Hotel Wedhus Lemu dan pengurus Lazismu Grobogan untuk hadir di Desa Sedayu. Acaranya hanya satu: peresmian Hotel Wedhus Lemu.

Untuk sementara saya masukkan undangan itu dalam agenda kerja saya. Bila tidak ada halangan, tentu saya akan datang. Apalagi iming-iming durian Jati Pohon belum kesampaian tadi sore. Saya lupa bawa dompet!

About Redaksi Thayyibah

Redaktur