Breaking News
(Foto : HMI Jogja)

Geng Hijau

Oleh: Joko Intarto

(Foto : HMI Jogja)

Saya pernah bersama mereka: Di geng hijau. Dulu. Saat kuliah di Fakultas Hukum Undip (1986 -1991). Geng hijau adalah sebutan untuk anggota HMI. Sedangkan Geng merah menjadi sebutan untuk anggota GMNI. Dua geng ini yang paling berpengaruh di kampus waktu itu. Organisasi mahasiswa lain seperti IMM tidak ada di kampus saya. Apalagi KAMMI. Belum lahir.

Beberapa anggota geng hijau yang seangkatan: Nurul Huda, Trisno Antarikso, Susanto Pujiwibowo, Syamsul Arifin, Susetyo Dwi Nugroho

Dengan Nurul Huda, saya tidak pernah berjumpa fisik semenjak lulus kuliah. Tetapi beberapa kali berkomunikasi melalui Whatsapp. Ia sudah bergelar doktor. Menjadi dekan fakultas hukum Universitas Pekalongan.

Trisno bekerja di Jakarta. Dialah yang paling sering bertemu saya. Apalagi kantornya di Jl Abdul Muis dekat dengan studio saya.

Susanto bekerja di Epson Indonesia. Kantornya di Karawang. Rumahnya di Bekasi Timur. Dengannya, saya juga belum pernah berjumpa fisik sejak lulus kuliah. Komunikasi melalui Facebook dan Whatsapp lancar.

Syamsul tergolong paling sering ngobrol. Sejak menjadi wartawan ANTV di Surabaya hingga menjadi notaris di Demak.

Sedangkan Susetyo tidak pernah bertemu lagi sejak tahun 2007. Sebelumnya saya sering berjumpa karena menjadi agen koran Indo POS di Tangerang. Rumahnya di Pasar Kemis.

Hari ini saya kehilangan dua anggota geng hijau: Nurul Huda dan Susanto. Nurul Huda meninggal dunia tanggal 18 Juli 2021.

Berita kematiannya menyebar lewat whatsapp. Supomo, salah satu member yang tinggal di Magelang, menginformasikan kepada Susanto.

Betapa terkejutnya. Istri Susanto yang menerima telepon mengabarkan kalau suaminya sudah berpulang dua minggu sebelumnya.

Selamat jalan kawan. Saya bangga pernah bersamamu di geng hijau. Dulu. Terlalu banyak kenangan yang susah diceritakan. Doa saya untukmu. Semoga khusnul khotimah.

About Redaksi Thayyibah

Redaktur