Breaking News
(Foto : Magazine Job-Like)

Satu Kantor dengan Mantan

Oleh: Ribut Wahyudi

(Foto : Magazine Job-Like)

Satu kabar mencengangkan datang: Bill Gates dan Melinda memutuskan untuk mengakhiri pernikahan meski tetap bekerjasama dalam yayasan yang telah lama mereka kelola bersama. Kita tidak akan membahas bagaimana perkawinan keluarga paling kaya sedunia ini juga bisa kandas setelah 27 tahun hidup bersama. Karena setiap cerita cinta punya endingnya masing-masing.

Kita akan berbicara apakah mungkin bagi kamu bekerja dalam satu kantor dengan mantan kekasihmu atau mantan istrimu atau mantan suamimu? Bisakah kamu dan dia tetap saling bertemu dan bekerja bersama? Hmmm …tentu sungguh tidak mudah. Jika berpisahnya baik-baik dengan kesepakatan bersama mungkin bisa lebih mudah ketimbang jika berpisahnya karena pertengkaran hebat.

Tetapi, kadang hidup tidak bisa memilih. Kadang kamu harus menghadapi situasi sulit ini dan tidak punya pilihan lain. Jika kamu dan dia adalah sesama karyawan dengan level sama, tentu akan beda jika mantanmu adalah atasanmu atau anak buahmu. Bagaimana tetap “nyaman” bekerja dalam situasi demikian? Apalagi jika mantanmu tidak lama kemudian punya gandengan baru. Bagaimana menata emosimu? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab.

Secara teori bisa, meski di lapangan akan sulit. Saran beberapa ahli adalah bekerjalah secara profesional dan sadarlah bahwa hubungan kalian sudah berakhir.

Inilah beberapa “cara aman” untuk tetap bisa bekerja dengan mantan di satu kantor:

  • Jangan bicara dengan dia tentang isu atau persoalan di luar pekerjaan. Kamu dan dia harus “puasa komunikasi” dalam beberapa bulan awal: jangan nelpon, jangan wa/sms, jangan nengok medsosnya, untuk menciptakan “batas” kamu dan dia.
  • Bersikap sopan, ramah, dan profesional di tempat kerja, dan jangan bersikap berlebihan di luar jam kerja. Memang sulit apalagi jika kamu dan dia berada di satu ruangan.
  • Tancapkan di otakmu sekuat mungkin bahwa ini adalah hubungan “antarkaryawan” atau “antara boss dan karyawan”, bukan hubungan “antara mantan”. Dia bukan siapa-siapamu. Mungkin dia ayah atau ibu dari anakmu tetapi di kantor dia adalah rekan kerjamu atau bossmu atau bawahanmu.
  • Jika memungkinkan, kamu bisa minta pindah tugas ke divisi lain atau cabang lain. Setidaknya ini bisa mengurangi intensitas pertemuan.
  • Meski berat, jika dia ayah atau ibu dari anakmu, beri dia kesempatan untuk bertemu dengan anakmu di akhir pekan. Jangan bicara yang personal atau soal pekerjaan saat kalian bertemu. Demi anakmu.
  • Jika drama terjadi antara kamu dan dia di tempat kerja, kamu bisa memilih mengalah atau menentangnya. Fokus pada pekerjaan, jangan mengawasi gerak-gerik dia baik di tempat kerja, di kantin, atau di medsos. Mind your own business yaaa.

Dan ini yang berat. Cemburu akan muncul saat dia punya kekasih atau pasangan baru. Relakan. Meski sungguh berat melihat dia mampu hidup bahagia tanpamu. Duh, nggak bisa membayangkan pedihnya.

Tetapi jika kamu punya pilihan untuk bekerja di tempat lain, kukira mungkin itu lebih baik. Tidak banyak pasangan yang telah berpisah mampu tetap bekerjasama dalam satu usaha atau satu kantor. Meski tidak ada yang tidak mungkin.

Demikian, sahabat Indoliterasi. Semoga bermanfaat. Cintai keluargamu. Sehat dan bahagia selalu.🙏

 

(RibutWahyudi, tinggal di: www.indoliterasi.com)

About Redaksi Thayyibah

Redaksi Thayyibah
Redaktur