Breaking News
Asrama, sekolah dan masjid Daarul Mansur Wanayasa. Masih kerangka.

Belum Ada Asrama dan Sekolah, Daarul Mansur Sudah Terima Santri

Asrama, sekolah dan masjid Daarul Mansur Wanayasa. Masih kerangka.

Akhir-akhir ini Yusuf Mansur gencar memperkenalkan sekolah atau pesantren barunya di dua lokasi sekaligus. Lokasi pertama di Wanayasa, Purwakarta dan lokasi kedua di Rumpin, Bogor. Meski masih memakai Yayasan Daarul Qur’an Nusantara dan merek pesantren tahfidz, kedua pesantren baru ini memakai nama Daarul Mansur bukan Daarul Qur’an.

Sabtu (13/3) dalam satu keperluan di Purwakarta, penulis singgah di lokasi yang disebut Yusuf Mansur sebagai Daarul Mansur itu. Alamatnya di Jalan Raya Barat Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Lebih kurang sejam perjalanan dengan mobil dari pintu tol Jatiluhur.

Restoran Keboen Tjengkah

Bangunan yang disebut Pesantren Daarul Mansur itu sesungguhnya adalah bekas restoran Keboen Tjengkeh. Bangunan utama berlantai dua. Di samping kiri gedung utama ada hall yang terbuka. Samping kanannya ada sebuah musholla. Sedangkan pada bigian depan bangunan restoran ada tempat parkir yang cukup menampung belasan mobil.

Pada bagian samping dan belakang gedung terdapat banyak pohon cengkeh. Pada bagian belakang berderet kemah-kemah. Ada dua rumah segitiga di ujung lokasi. Sepertinya rumah segitiga ini diuntukkan sebagai peristirahatan.

Menurut tukang kebun yang merawat tanaman dan kemah-kemah itu, lokasi ini memang disewakan untuk perkemahan. “Anak sekolah dan remaja yang biasa sewa di sini. Hanya karena ada pandemi jadi sepi,” jelas tukang kebun di situ.

Biasa untuk perkemahan. Lahan milik Budi Harta Winata (Foto-foto : Darso Arief)

Bagian lain dari lokasi ini adalah sebuah bangunan yang masih berupa kerangka baja. Bangunan ini, oleh seseorang yang mengaku sebagai penjaga restoran Keboen Tjengkeh di situ adalah bakal masjid, asrama dan sekolah santri Daarul Mansur.

Pada bagian belakang gedung yang  masih kerangka ini ada sebidang kebun dengan tanaman yang sedang tumbuh kembang. Pada kebon inilah beberapa waktu lalu Yusuf Mansur membagi foto dan video di akunnya dengan keterangan santri yang sedang berkebun.

Dari penelusuran penulis, lokasi yang diakui Yusuf Mansur sebagai Pesantren Tahfidz Daarul Mansur ini adalah milik Budi Harta Winata. Di atasnya selain ada restoran ada kebun cengkeh, kebun sayuran, perkemahan, taman dan rumah peristirahatan.

Budi Harta Winata adalah seorang pengusaha sukses kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur. Budi adalah pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan. Perusahaan yang berkantor di Cikarang ini dikenal sebagai perusahaan konstruksi baja dan penyewaan dump truck.

Sejak siang hingga jelang sore penulis di lokasi Daarul Mansur Wanayasa ini tidak tampak kegiatan apa-apa. Beberapa orang berkendaraan roda empat datang kemudian foto-foto lalu pergi, lanjutkan perjalana. Tak ada informasi yang bisa didapat secara lengkap soal Daarul Mansur. Dua orang yang ada di lokasi, yakni tukang kebun dan penjaga restoran, hanya bisa menunjuk nomor telepon yang tertera dalam spanduk-spandung yang tersebar di situ.

Penulis menghubungi nomor telepon informasi Daarul Mansur 0822 600 600 34. Dari nomor itu kita hanya mendapatkan informasi soal pendaftaran dan jenis-jenis pembayaran. Dari situ juga kita mendapat info, bahwa tes masuk Daarul Mansur Wanayasa sudah dilaksanakan pada Minggu (14/3) di lokasi yang sama.

Sedangkan ketika penulis bertanya soal di mana letak sekolah, asrama dan masjid untuk para santri, pemilik nomor yang mengaku sebagai admin Daarul Mansur itu malah memberikan nomor orang yang disebutnya sebagi ‘Ustadz Iman’. ‘Ustadz Iman’a ini menurut sang admin adalah pimpinan (Daarul Mansur Wanayasa).

Kepada ‘Ustad Iman’ penulis bertanya, tentang santri-santri yang berfoto di kebon bersama Yusuf Mansur, tentang di mana gedung asarama dan gedung sekolah santri? ‘Ustadz Iman’ hanya menjawab : “Mohon doanya semoga Allah segerakan bangunannya.” Begitupun untuk pertanyaan lain, jawabannya hanya, “Mohon doain terus ya…”

Calon santri baru sudah selesai jalani tes, pendaftaran masih terus dibuka. Sementara tahun ajaran baru tinggal 3 bulan lagi.  Sedangkan gedung sekolah dan asrama belum tampak.

About Darso Arief

Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.