Breaking News
(Foto : Pusatqurban)

KORBAN APA ENAKNYA TAHUN INI?

Oleh: Gus Nur

(Foto : Pusatqurban)

Sambil merenung sambil menikmati secangkir kopi susu dan ketan bubuk kayaknya pas banget buat mengawali pagi.

Mendekati Idul Adha bagi yang mampu memang harus berupaya melakukan korban. Kalau mau keroyokan, 7 orang bisa dapat 1 sapi. 1 orang dapat 1 kambing. Dan 4 orang akhwat untuk 1 lelaki yang punya keberanian. Katanya ini butuh pengorbanan juga.

Bagaimana kalo gak mampu korban sapi atau kambing atau…. onta? Korban saja ayam. Jenis ayam kampung, bukan ayam kampus, kalo banget gak mampunya karena lagi krisis ya beli telur saja.

Emang boleh korban pake ayam? Pendapat terkuat korban itu ya cuma onta, sapi dan kambing. Cuma tetep ada pendapat minoritas ulama yang memperbolehkan selain itu, seperti ayam.

Yang pernah ndengarkan kyainya baca “Bajuri” mungkin masih ingat, pendapat Ibnu Abbas yang mengatakan cukup menyembelih dengan ayam jika tidak memiliki kambing di saat hari raya dan hari tasyrik.

Itu kan tentang aqiqah Gus?

Iya. Tapi nurut al-Maidani kurban dan aqiqah bisa diqiyaskan.

Atau kalau ikut Ibnu Hazm, “Qurban boleh dengan menyembelih hewan apapun yang dagingnya halal untuk dimakan. Baik berupa burung, kuda, unta, sapi liar, ayam dan semua jenis burung. Dan yang paling bagus adalah berqurban dengan hewan yang dagingnya baik, sehat dan mahal harganya”.

Jadi kalo rejekinya pas cukup cuma ayam, ya sembelih ayam saja. Karena hikmah dari melakukan hal itu adalah menghilangkan rasa tamak dan berharap pad orang lain.

Idul Fitri, Idul Adha dan hari Tasyrik adalah hari-hari diharamkan puasa. Sunnahnya ada makanan di hari itu. Maka daripada berharap jatah daging dari panitia kurban yang gak pasti dapat, mending beli saja ayam sendiri dipotong pas hari raya.

“Ya Allah, hari ini saya berkorban ayam untuk menghormari syariatMu. Biar pas orang-orang makan daging anak saya juga makan daging. Biar saya tidak berharap secuil rejeki dari orang lain dan hanya berharap rejeki dari-Mu ya Allah. Maka sembelihlah rasa tamak rasa hasud, iri pada rejeki jatah orang lain dari hati saya Ya Allah”.

Itulah hikmahnya qurban. Yaitu taqarrub kepada Allah. Mendekatkan diri kepada Allah. Yang kita tidak akan bisa dekat kecuali sifat-sifat negatif tersebut kita hilangkan dari hati kita. Yang kita tidak akan bisa dekat kepada Allah kalau kita masih banyak berharap remah-remah cuilan rejeki dari manusia.

Pokoknya qurban itu adalah pengingat untuk terus mendekat kepada Allah. Dan saya doakan rejeki lancar dan barokah serta keluarga yang tenang menyenangkan buat para pekurban dan para abah yang kemarin mborong kopi pake uang pribadi buat panitia kurbannya.

AjarokaLloh fiimaa a’thoytum, semoga Allah memberi ganjaran atas apa yg dikeluarkan,

Wa baaroka fiimaa abqoytum, dan Allah memberi berkah pd semua yg tersisa dirumah… Aamiin.

Sambil ngopi sambil menata hati biar tiap Idul Qurban gak cuma perasaannya saja yang jadi korban.

Yuk, Ngopi bareng GusNur Coffeepreneur.

 

About Darso Arief

Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.