Breaking News
Ilustrasi (foto : sufimedia)

Layla-Majnun dan Laylatul Qadr

Ilustrasi (foto : sufimedia)

 

تَدَاوَيْتُ مِنْ لَيْلَى بِلَيْلَى عَن الْهَوى

كمَا يَتَدَاوَى شَارِبُ الخَمْرِ بِالْخَمْرِ
ألاَ زَعَمْتَ لَيْلِى بأنْ لاَ أحِبُهَا

بَلَى وَاللَّيَالِي العَشْرِ والشَّفْعِ وَالْوَتْرِ
بَلَى والَّذِي نَادَى مِنَ الطُّورِ عَبْدَهُ

وَعَظَم أياَمَ الذَبِيحَةِ وَالنَحْرِ
لَقَدْ فَضَلْتُ لَيْلِى عَلَى النَاسِ مِثْلَ مَا

عَلَى ألفِ شَهْرِ فضلت ليلةُ الْقَدَرِ
― قيس بن الملوح

Aku mengobati (kegundahanku) tentang Leyli dengan melewati malam tanpa rasa.

Sebagaimana para peminum khamar (berusaha meninggalkan khamar) dengan cara meminumnya
Berhentilah, kalian mendesakku untuk tidak menyukai Leyli

Demi malam-malamku menjadi (seperti) sepuluh malam pertama (bulan dzulhijjah); ganjil dan genap dalam doa
Ketahuilah, demi Tuhan yang memanggil hamba-Nya (Musa) di bukit Tursina.

Dan mengagungkan hari-hari pengorbanan ketika (Idul Adha) tiba.
Kekagumanku pada Leyli, dibandingkan seluruh (gadis) di dunia ini.

Adalah bagaikan seribu bulan terkalahkan oleh satu malam lailatul qadr

— Qais bin al-Mulawah (Laila Majnun)

(Inayatullah Hasyim)

About Redaksi Thayyibah

Redaktur