Breaking News

Terbongkar! Ada 4 Kejanggalan Ngambeknya Ahok di Acara KPUD

Thayyibah.com:: Kisah ngambeknya Terdakwa Penista Agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat di acara KPU DKI Jakarta, Sabtu (4/3) meninggalkan banyak pertanyaan. Redaksi www.wajada.net mencatat ada 4 keanehan dibalik peristiwa yang kemudian membuat Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno tersudutkan.

1. Lazimnya acara di KPUD, pasangan calon selalu datang bersamaan. Namun, pada kegiatan tersebut, Djarot datang sendiri tanpa ada Ahok disampingnya. Menurut Ketua Bagian Hukum, Teknis dan Humas KPU DKI Jakarta, Sahruni, pada pukul Pukul 19.00 WIB Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 2, Djarot Syaiful Hidayat hadir sendiri tanpa Calon Gubernur Ahok.

2. Djarot kemudian keluar ruangan bersama tim kampanyenya tanpa diketahui kemana mereka akan menuju.

“Panitia KPU DKI Jakarta tidak mengetahui kemana Pak Djarot pergi,” tutur Sahruni.

3. Pukul 19.30 WIB, panitia berusaha menghubungi LO paslon Ahok – Djarot, Irvan Habibi, tetapi tidak berhasil. Karena itu, rapat belum bisa dimulai dan masih menunggu semua Paslon ada di dalam ruang rapat.

“KPU DKI Jakarta mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan miskomunikasi karena KPU DKI Jakarta berusaha melakukan kontak dengan LO Paslon namun tidak dapat dihubungi saat itu,” kata Sahruni.

4. Sebelum pukul 19.50 WIB, Ahok-Djarot hadir namun tidak diketahui panitia karena tidak melalui jalur registrasi panitia. Kemungkinan besar protokoler timses paslon nomor urut dua langsung mengarahkan Ahok ke ruangan yang disiapkan oleh tim kampanye paslon.

Kemudian mereka tiba-tiba masuk ke ruang Balroom pada pukul 19.50 dan langsung melakukan protes kepada salah satu anggota KPU DKI Jakarta.

“Merekapun masuk ke ruang VIP khusus Undangan KPU dan kembali melakukan protes kepada Ketua KPU DKI karena acara belum dimulai,” tutur Sahruni.

Sekitar pukul 19.55 WIB paslon Ahok-Djarot meninggalkan ruangan acara Flores Ballroom. KPU DKI Jakarta memulai acara pada pukul 20.05 WIB dihadiri oleh Tim Kampanye Paslon nomor urut dua, Paslon Nomor Urut 3 dan Tim Kampanyenya.

Empat kejanggalan ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar mengingat jauh-jauh hari KPU DKI Jakarta sudah menjelaskan teknis undangan kepada LO Ahok-Djarot.

“Surat undangan disampaikan langsung ke paslon melalui LO. Undangan untuk paslon nomor urut dua telah disampaikan kepada Irvan Habibie Pulungan, sementara undangan untuk paslon nomor tiga sudah diberikan kepada Ramdani,” ujar Sahruni seperti dilansir republika.co.id

Berdasarkan undangan baik dalam bentuk surat maupun undangan cetak, telah disampaikan bahwa acara dimulai pukul 19.30 WIB. Adapun audiens diundang sejak pukul 18.00-19.30 WIB untuk tujuan registrasi dan makan malam yang telah disiapkan panitia.

Acara seremonial dan rapat pleno rencananya sesuai agenda, yakni pukul 19.30 WIB. Adapun ketua dan anggota KPU DKI Jakarta serta panitia lain telah berada di lokasi, yakni Flores Balroom Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, beberapa jam sebelum acara dimulai.

Ketua KPU DKI dan beberapa anggota sudah berada di Flores Ballroom sejak pukul 19.30 WIB. Ketua KPU DKI, Sumarno, sempat diwawancarai wartawan di area Ballroom. Setelah itu, ia kembali ke ruang VIP khusus Undangan. (Wyn/Wajada)

About Abu Fira Smart