Breaking News

Jujur Saja, Sebenarnya Kamu Itu Benci Islam Apa Benci Arab?

thayyibah.com :: Sungguh sangat memprihatinkan akhir-akhir ini banyak sekali penggiringan opini untuk membenci hal-hal yang berbau Arab. Korbannya dari kalangan pelajar hingga profesional.

Tapi, saya sedikit lega karena mereka yang menyudutkan Arab kebanyakan adalah non muslim, betapa tidak?

Bukan tidak mungkin racun pemikiran seperti ini bisa berbahaya jika tertanam pada generasi muslim, Besok mereka tidak akan mau sholat menggunakan bahasa Arab, karena Al-Qur’an berbahasa Arab dan enggan berkunjung ke Ka’bah karena terletak ditanah Arab.

RACUN PEMIKIRAN ini sebenarnya sudah ditiupkan oleh YAHUDI sejak dahulu kala agar umat muslim terpecah belah dan membenci agamanya, maka ada benarnya komentar pemuka agama yang mengatakan “pembenci bangsa Arab, pasti bukan kalangan orang beragama.”

Simaklah hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,

أَحِبُّوا الْعَرَبَ لِثَلاثٍ : لأَنِّي عَرَبِيٌّ ، وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ ، وَكَلامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ

“Cintailah oleh kamu akan Arab karena tiga hal: karena aku orang Arab, Alquran berbahasa Arab dan pembicaraan ahli surga dengan bahasa Arab”. (HR. At tabrani, al Hakim, al Baihaqi)

Menurut Imam Ibnu Hajar al haitamy dalam kitabnya ” Majmauz Zawa`id “, Bahwa hadits yang di riwayatkan Imam ath-thobrony dalam Al ausath dan Al kabiir di nilai dho’if (lemah) ,karena dalam sanadnya terdapat nama ‘Ala` bin Amr al hanafy,yang Ulama ahli hadits telah sepakat bahwa nama tersebut dinilai dho’if dalam meriwayatkan hadits

Setiap perintah yang datangnya dari Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam adalah bagian dari ketaatan dalam Islam, hanya muslim/mukmin yang taat pula-lah yang melaksanakan tanpa melanggarnya.

Kemarin banyak yang alergi dengan kata “ana dan ente, abi dan umi” katanya bukan budaya Indonesia, bagaimana dengan kata MOVE ON dan VALENTINE, apakah itu budaya kita?

Memang ada beberapa representasi budaya Arab pada sekelompok masyarakat Indonesia. Terus masalahnya apa? Sampai-sampai ada kampanye perlawanan terhadap unsur-unsur budaya Arab? Melanggar undang-undang? Melanggar norma-budaya Indonesia?

Sebagian masyarakat Indonesia pun mepraktikkan unsur-unsur budaya Amerika, Inggris, India, Cina, kenapa tidak ada masalah? Kenapa tidak ada perlawanan terhadapnya?

Orang yang suka lagu nasyid, sholawat berbahasa Arab kamu cela-cela dengan alasan, “Itu bukan dari Indonesia.” Padahal kamu justru memuja-muja para boyband dari Korea, tergila-gila pada film India, dan cinta buta terhadap film dan musik dari Amerika.

Orang yang suka pakai gamis, pakai sorban, berhijab berbusana muslimah kamu hina dengan alasan, “Itu bukan dari Indonesia.” Padahal pakaian ketat seakan-akan telanjang dan berambut pirang merusak moral tidak kamu larang.

Jangan-jangan kamu sebenarnya anti Islam, bukan anti Arab? ?

Sejak dahulu juga Rasulullah sudah pernah mengingatkan bahwa akan ada orang-orang yang membenci keislaman dengan dalih ANTI ARABISASI,

يا سلمان ! لا تبغضني ، فتفارق دينك ، قلت : كيف أبغضك و بك هداني الله ؟ قال تبغض العرب فتبغضني

Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata kepada Salman Al Farisi (orang Non Arab:Persia atau Iran sekarang): “Hai Salman janganlah kamu membenciku yang menjadikanmu memisahi agamamu.”
Salman berkata: “Bagaimana mungkin aku membencimu sedangkan melalui dirimulah saya mendapatkan hidayah?” Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Kamu membenci Arab dan kamu membenciku.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Pada dialog pertama dalam hadist di atas “Janganlah kamu membenci ku wahai Salman sehingga dengan itu kamu memisahi agamamu!” Dapat kita mengerti di sini bahwa membenci Nabi Shallallahu alaihi wasallam adalah sebab dari pisahnya Salman dengan agamanya, Islam. Kata yang dipakai Nabi bukan irtadda, atau khoroja yang bermakna murtad atau keluar dari agama tapi menggunakan kata “Faaroqo” dari akar yang sama dengan “firqoh” bermakna kelompok. Jadi, membenci Nabi boleh jadi orang yang bersangkutan akan tetap dalam “Islam” tapi berpisah dari ajaran Islamnya Nabi ﷺ sesuai dengan ramalan berpecahnya Islam.

Menjawab Salman yang tak mungkin membenci beliau, Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengisyaratkan dalam hadist ini bahwa dengan bermula membenci Arab “tabghuzdularoba”, maka kamu akan membenciku “fatabghudzunii”. Dengan kata “fa” bermakna “maka” “atau tersebab dari itu” atau dengan tindakanmu itu, maka kamu juga melakukan tindakan itu kepadaku (Nabi Shallallahu alaihi wasallam). Di sini telah tercipta korelasi yang kuat bersambung dari aksi membenci Arab ini akan menjadi pintu untuk menghancurkan Islam dan membenci Nabi yang ada di dalam bangsa Arab.

Jadi implikasi sikap “Anti Arab”, jika kita gabung dua hadist di atas dalam logika sederhana, akan menjadi pintu dalam membenci Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, menjauhkan kita dari Al Qur’an.

Jadi Tanyakanlah pada mereka yang terus menggembar-gemborkan Anti Arab, Jangan-jangan mereka sebenarnya anti Islam dan Anti Rasulullah, bukan anti Arab? Naudzubillah min dzaalik.

Semoga Allah menyelamatkan kita dari penggiringan opini yang mengajak membenci Arab yang secara tak langsung akan membenci Islam dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Sumber: berdakwah.net

About A Halia