Breaking News

Tag Archives: ujub

Tawadhu

Oleh: Satria Hadi Lubis Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berkata, “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan seorang Muslim, karena orang Muslim yang rendah itu di hadapan Allah adalah mulia.”  Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Sesungguhnya kalian telah lalai dari ibadah yang paling utama, yaitu tawaadhu’ (lawan ujub dan sombong).” Aisyah juga pernah ditanya, “Kapankah seseorang telah bersalah?” ia menjawab, “Ketika dirinya mengira ...

Read More »

TITIK TENGAH

 Oleh: Salim A Fillah Hati seorang mukmin, senantiasa dijaga di titik tengah. Adalah dia berbahagia ketika menyimak sabda Nabi dan firman Rabbnya: Imam Ahmad meriwayatkan dari Tsauban, Maula Rasulillah ﷺ, dia berkata bahwa kekasihnya ﷺ bersabda, “Tidaklah dunia dan apa yang terdapat di dalamnya lebih aku sukai jika dibandingkan dengan ayat ini: “Katakanlah: “Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri ...

Read More »

Memuji Diri Sendiri

thayyibah.com :: Hati-hati memuji diri sendiri. “Saya itu seperti ini dan seperti itu, yang lain tidak bisa.” Hati-hati dan waspada dari memuji dan mentazkiyah diri sendiri. Al-‘Izz ibnu ‘Abdis Salam berkata, “Engkau memuji dirimu sendiri lebih parah daripada engkau memuji orang lain. Karena kesalahan seseorang di matanya sendiri lebih ia tahu banyaknya dibanding mengetahui kesalahan orang lain. Kecintaanmu pada sesuatu itu ...

Read More »

Larangan Memuji Seseorang di Hadapannya

buy isoface 20 mg. thayyibah.com :: Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallāhu ‘anhu, dia berkata, “Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pernah mendengar seorang lelaki sedang menyanjung lelaki lainnya dan melampaui batas dalam memujinya, lalu beliau bersabda, أَهْلَكْتُمْ  أَوْ قَطَعْتُمْ ظَهْرَ الرَّجُلِ “Kalian telah menghancurkan atau mematahkan punggung orang tersebut.”[1] Dari Abu Bakrah radhiyallāhu ‘anhu, bahwasanya seseorang pernah disebut di depan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu seseorang ...

Read More »

Bahaya Ujub (Kagum pada Diri Sendiri)

  thayyibah.com :: ‘Ujub adalah mengagumi diri sendiri, yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Ujub (kagum) menyebabkan dirinnya suka memuji dirinnya sendiri, menyangjungnya, menganggapnya lebih baik dari pada pihak lain dan bahkan menganggapnya suci. Allah melarang seseorang yang menganggap suci dirinya sendiri. “maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang ...

Read More »

10 Perkara Yang Dibenci Allah

Thayyibah.com :: Kebanyakan orang melakukan sesuatu tanpa menyadari bahwa apa yang dilakukan itu sangat dibenci Allah. Kosongnya ilmu dari diri mereka menyeretnya hanyut dalam perkara-perkara yang seharusnya senantiasa dihindari, dijauhi dan bahkan harus dibenci karena Allah juga sangat membencinya. Ada sepuluh hal yang Allah sangat benci yang tidak seharusnya kita terjerat di dalam perangkapnya : Kikirnya orang-orang kaya Takabburnya orang-orang miskin ...

Read More »

Ini Kiat Agar Terbebas dari Sifat Ujub dan Riya

thayyibah.com :: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Banyak orang yang mengidap riya’ dan ujub. Riya’ itu termasuk dalam perbuatan mempersekutukan Allah dengan makhluk. Adapun ujub merupakan bentuk mempersekutukan Allah dengan diri sendiri, dan inilah kondisi orang yang sombong. Seorang yang riya’ berarti tidak melaksanakan kandungan ayat Iyyaka na’budu. Adapun orang yang ujub maka dia tidak mewujudkan kandungan ayat Iyyaka nasta’in. ...

Read More »

Ketika ‘Ujub Melandamu

thayyibah.com :: ‘Ujub adalah mengagumi diri sendiri, yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Ujub (kagum) menyebabkan seseorang suka memuji dirinnya sendiri, menyangjungnya, menganggapnya lebih baik dari pada pihak lain dan bahkan menganggapnya suci. Allah melarang seseorang yang menganggap suci dirinya sendiri. “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang ...

Read More »

Virus Ganas Itu Bernama “Riya”

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai ...

Read More »