Breaking News

Tag Archives: Davy Byanca

Suatu Hari di Bandung

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku.TAK TERASA ada telaga menggenang di kedua ujung mataku saat menyaksikan hari wisuda si bungsu di salah satu universitas swasta di Bandung. Alhamdulillah setelah 6 tahun menunggu, dia dengan bangganya berkata, “Yah, akhirnya aku jadi sarjana”. Senyumnya mengembang kerana merasa telah membahagiakan hati ayah ibunya. “Setidaknya ijazahku asli ini Yah”, katanya dengan nada bercanda. Paling …

Read More »

LUPA CARA BERSUJUD

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. HAL YANG MENYEDIHKAN di dunia ini adalah, ketika kita lahir hanya untuk melihat wajah Emak yang bertambah tua, dan kita tumbuh membabi buta di samping Bapak yang penyakitnya menahun. Kerana tak ada makanan yang lebih mewah selain dari hasil keringat Bapak dan Emak. DI DALAM PENCARIAN hidupnya, sang anak tumbuh dalam hutan penuh dosa …

Read More »

BAHASA CINTA

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. KUAT-KUATIN DIRI, semakin kesini, dunia semakin lucu dan makin banyak becandanya. Sesulit apa pun masalahmu, tolong jangan jadikan beban. Kerana dunia tak selalu menawarkan kebahagiaan. Perbaiki apa yang bisa kita perbaiki, meski manusia selalu banyak kurangnya. SEMAKIN BANYAK nikmat orang lain yang kita lihat, semakin berkurang rasa syukur kita kepada Tuhan. Bahkan ujungnya bisa …

Read More »

Pesan Dari Kampung

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. DI DARK ROOM sebuah bangunan tua. Berkumpul para singa tua, macan ompong dan sejumlah partisan. Pak Katua angkat bicara, ‘Ingat kawan-kawan, Bung Karno pernah bilang perjuanganku lebih mudah kerana mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit kerana melawan bangsamu sendiri. Kerana itu, demo yang sedang marak akhir-akhir ini bukanlah masalah kita. Masalah kita yang …

Read More »

Dasar Advokat Ndeso

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. HIDUPKU SAAT ini dipenuhi oleh rasa malu. Malu pada diriku sendiri ketika aku menyadari bahwa hidup adalah pesta bertopeng, tapi aku menghadirinya dengan wajah asliku. Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup sebagai manusia yang sebenarnya. Aku ingin sekali memperbaiki keadaan, paling tidak di dunia hukum yang aku geluti saat ini. Aku berhadapan …

Read More »

Lima Sekawan

Oleh : Davy Byanca IMA SEKAWAN 🗯️ Sahabat sufiku. DULU ADA 5 orang goblok tapi sok pintar yang kalau lagi kumpul di kampus, tak pernah berhenti berdiskusi soal politik, hukum dan filsafat yang bahannya diambil dari clipping, koran pagi dan sore dan beberapa buku teori yang sampulnya lusuh dan robek. Diselingi tawa lepas, secangkir kopi dan selinting ganja yang disedot …

Read More »

Yang Khatam dengan Lelah

Oleh : Davye Byanca Sahabat sufiku. SEMAKIN KEMARI, aku banyak bertemu dengan mereka yang sefrekuensi, terutama di waktu shubuh. Kebanyakan para pensiunan, ada beberapa yang berusia 40 dan 50an. Keinginan kami sederhana saja; tidak merasa gelisah sebelum tidur dan tidak merasa lelah saat bangun. Kerana kata Buya Hamka, sehebat apa pun manusia akhirnya menyerah juga pada usia. Setelah hari, bulan …

Read More »

Perempuan dan Cintanya

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. PAGI ITU seorang perempuan membuka pintu, menyambut dua truk petugas yang menggedor pintu rumahnya dengan kasar. ‘Selamat datang tuan-tuan. Saya sudah menyiapkan semua yang akan tuan-tuan rampas dan musnahkan: kata-kata, data-data, suara-suara, atau apa saja yang saudara takuti tapi sebenarnya tidak kami miliki. Tapi mohon, jangan ambil suami saya’, katanya memelas. Lelaki yang disebut …

Read More »

Shubuh Kembali Merona

Oleh : Davy Byanca Sahabat sufiku. LELAKI muda itu aku kenal beberapa tahun lalu. Awalnya sejak dia mulai hadir dalam shalat shubuh berjamaah di masjid komplek perumahan kami. Kerana keistiqamahannya ke masjid, tentu anak ini menjadi perhatian jamaah, yang 90% isinya kaum tua dan pensiunan. Beberapa bulan terakhir, dia sempat tak hadir di masjid. Rupanya setahun belakangan ini ekonomi keluarganya …

Read More »

Diwan Cinta

Oleh : Davy Byanca AKHIR-AKHIR ini kita mendengar berita, ada beberapa anak muda yang mati bunuh diri. Hal ini makin mengkonfirmasikan adanya pergeseran perilaku manusia, bahwa seseorang yang mengalami depresi itu tak selalu mengurung diri di kamar yang gelap dan menangis tiada henti. Tapi juga seseorang yang melakukan aktivitas sebagaimana layaknya manusia pada umumnya. Mereka tertawa, seolah manusia yang bahagia …

Read More »