Breaking News

Struktur Burung, Bukti Ciptaan Allah Itu Tepat

burung

thayyibah.com :: Bumi dan segala yang ada di dalamnya telah Allah SWT ciptakan dengan sangat teratur dan terstruktur. Allah SWT berfirman,

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

“Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukuran dengan tepat,” (QS. Al-Furqan: 2).

Perhatikan kalimat faqaddarahuu taqdiira (lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat). Kalimat ini bermakna, semua jenis makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT telah diberi perlengkapan-perlengkapan dan berbagai macam persiapan, sesuai dengan naluri, sifat, dan fungsinya masing-masing.

Contoh dari pembuktian ayat di atas adalah takaran yang Allah berikan pada tubuh burung. Seekor burung dapat terbang dengan kekuatan maksimum, meski dengan bobot yang sangat minim. Faktor-faktor yang memungkinkan seekor burung bisa terbang di antaranya adalah:

1. Kondisi Tulang dan Otot

Burung memiliki jumlah tulang paling sedikit dari binatang-binatang yang lain. Tulangnya sangat keras, tapi tipis. Ukuran tulang yang paling besar pada burung adalah tulang dada dan bahu.

Pada jenis burung tertentu, ada yang berat tulang rangkanya lebih ringan dari bulunya. Burung yang sangat kuat untuk terbang, berat rangkanya sedang. Sementara tulang rangka paling berat dimiliki oleh burung yang tidak bisa terabng.

Struktur tulang banyak yang tergabung, sehingga lebih sedikit serat ototnya. Otot yang paling besar adalah otot untuk terbang. Berat otot terbang ini bisa mencapai 30% dari total berat tubuh burung. Otot-otot ini sangat kuat karena harus menggerakan sayap untuk mengangkat tubuhnya ke udara.

2. Sistem Pernapasan

Mekanisme pernapasan pada burung terdiri dari dua fase yaitu inspirasi dan ekspirasi. Proses pengambilan udara pada burung berbeda saat burung terbang dan saat istirahat. Ketika burung terbang, pernapasan dilakukan dengan menggunakan cadangan udara di dalam kantung udara.

Pengambilan udara (inspirasi) pada waktu terbang terjadi ketika sayap terangkat, kantong udara pada pangkal lengan mengembang, sehingga udara masuk ke kantung udara perut. Kemudian, udara dialirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke dalam kantung udara, sehingga darah dapat mengambil oksigen dari paru-paru. Sedangkan pada fase ekspirasi terjadi ketika sayap diturunkan, kantong udara pada pangkal lengan mengempis, sehingga kantong udara dada mengembang dan mendorong udara keluar, sehingga terjadi pergantian udara yang kaya oksigen dan kaya karbondioksida di paru-paru.

Sedangkan pengambilan udara (inspirasi) pada saat burung istirahat terjadi ketika adanya pergerakan tulang rusuk ke depan sehingga rongga dada membesar dan paru-paru mengembang. Keadaan tersebut menyebabkan udara dapat masuk ke paru-paru. Sebagian udara yang kaya oksigen ini akan diambil paru-paru dan sebagian lagi akan masuk kantong udara belakang (posterior). Kantong udara yang miskin oksigen akan masuk ke kantong udara anterior.

3. Kondisi Bulu dan Sayap

Burung termasuk golongan vertebrata (bertulang belakang) dan memiliki tengkorak. Darahnya bersifat hangat, sehingga bisa memelihara suhu tubuh pada level konstan. Karakteristik utama yang membedakan mereka adalah, memiliki bulu dan sayap.

Bulu burung merupakan struktur paling rumit dalam golongan vetebrata dan tidak tumbuh di seluruh tubuhnya. Area yang ditumbuhi bulu disebut trek bulu. Jumlahnya berkisar antara 1.000 hingga 25.000 helai. Terbuat dari bahan keras dan fleksibel yang disebut keratin. Terdiri dari batang dan filamen halus (barbs) pada masing-masing sisi batang. Setiap filamen masih memiliki serat yang lebih halus lagi (barbules).

Pada bulu bagian bawah, bentuk barbs dan barbules lebih longgar, lebih ringan, dan lebih lembut. Fungsinya, untuk menjebak lapisan udara yang terisolir agar tetap berada di dekat tubuh, sehingga menghindari berkurangnya panas tubuh (heat losses).

Barbs dan barbules yang ada pada bulu-bulu sayap luar dan dalam, tersusun dengan sangat rapi membentuk lapisan yang anti air.

4. Kibasan Sayap

Sayap burung yang membentuk airfoil membuat udara yang mengalir di atas sayap lebih cepat sehingga tekanan udara di atas sayap lebih rendah daripada yang di bawah.

Ketika sayap mengepak, udara yang di atas sayap mengalir ke bawah melalui bilah-bilah bulu sayap yang terbuka, dan ketika sayap dikatupkan, bilah-bilah itu akan menutup rapat dan udara akan terdorong ke bawah. Dorongan ke bawah itu menghasilkan gaya yang berlawanan sehingga mengangkat tubuh burung ke atas. Selain itu, kepakan sayap juga berfungsi untuk meningkatkan kecepatan.

Setelah berada pada ketinggian, burung bisa menghemat tenaga dengan memanfaatkan pergerakan udara yang mengalir ke atas karena perbedaan temperatur (thermal) di permukaan bumi. Untuk hal ini pun, burung memiliki naluri yang tajam untuk bisa mengetahui daerah yang temperturnya tinggi sehingga bisa lebih menghemat tenaga.

Subahanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat. Maka seekor burung pun bisa terbang dengan segala kesempurnaan struktur tubuhnya yang Allah SWT ciptakan.

About A Halia