Breaking News
Ilustrasi Adzab di Neraka

Tiga Orang yang Pertama Di Adzab di Neraka

 

Ilustrasi Adzab di Neraka
Ilustrasi Adzab di Neraka

thayyibah.com :: Alhamdulillāh, Segala puji dan syukur senantiasa wajib kita panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, atas segala limpahan karunia dan nikmat yang Allāh berikan kepada kita. Para jamā’ah yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Diantara ibadah yang sangat agung yang Allāh perintahkan kepada kita adalah ibadah ikhlas.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ

“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk ikhlas kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”(QS Al Bayyinah: 5)

Oleh karenanya keikhlasan merupakan tujuan dari orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Akan tetapi untuk ikhlas butuh dengan kesabaran. Karena terlau banyak perkara yang bisa memalingkan seseorang dari ikhlas.

Entah karena:

– cinta dengan dunia,
– ingin dipuji orang lain,
– ingin disanjung orang lain.

Oleh karenanya, tentang orang-orang yang masuk surga karena keikhlasan, Allāh sebutkan bahwasannya mereka sabar dalam keikhlasan mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman tentang mereka:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا (٨) إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا (٩)

“Mereka memberi makan kepada orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang ditawan.

(Mereka mengatakan) Sesungguhnya kami memberi makan kepada kalian karena mengharap wajah Allāh (semata-mata ikhlas karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla). Kami tidak butuh dari kalian balasan dan juga tidak butuh rasa terima kasih.” (QS Al Insān: 8-9)

Kemudian Allāh menyebutkan bagaimana mereka masuk surga, Allāh mengatakan:

وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا (١٢)

“Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberi balasan kepada mereka atas kesabaran mereka, surga dan kain sutra.” (QS Al Insān: 12)

Ini menunjukkan bahwasanya:

– untuk bisa ikhlas,
– menjaga hati agar tidak mengharapkan pujian manusia,
– tidak mengharapkan sanjungan manusia,

itu butuh KESABARAN.

Dan kesabaran inilah yang menyebabkan mereka kemudian dimasukkan ke dalam surga Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Dan tenyata benar, meraih keikhlasan merupakan perkara yang berat dan butuh kesabaran. Karena hati ini memang sangat ingin untuk dipuji, disanjung. Sangat ingin untuk disebut-sebut, dihormati orang lain.

Dan kita tahu betapa berat hukuman yang Allāh berikan kepada orang-orang yang beribadah namun mengharapkan sanjungan dari orang lain.

Yang kita kenal dengan penyakit riyā’. Yaitu, seorang beramal karena ingin dipuji, ingin dihormati orang lain. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imām Muslim, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan:

إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى فِيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَةٌ

“Tiga orang yang pertama kali dihukum oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”

Dalam riwayat lain;

أَوَّلُ مَنْ تُسَعَّرَ بِهِمُ النَّارِ

“Tiga orang yang pertama kali dinyalakan api neraka untuk mereka.”
● ORANG YANG PERTAMA

رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Seorang yang meninggal dalam keadaan syahid (meninggal di medan perang), maka orang ini dihadirkan pada hari kiamat kelak.

Maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengingatkan orang tersebut dengan nikmat-nikmat yang telah Allāh berikan kepadanya berupa:

– keberanian,
– kejantanan,
– kelihaian memainkan pedang.

Kemudian Allāh bertanya tentang nikmat tersebut: “Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat yang Aku berikan kepada engkau?”

Kata dia: “Ya Allāh, aku berperang di jalan Engkau sampai aku mati syahid.”

Kata Allāh: “Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan engkau adalah pemberani (pahlawan), dan telah dikatakan.”

Artinya, tujuanmu berperang untuk terkenal, supaya dikatakan pahlawan dan telah dikabulkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.  Masyarakat sudah mengenal engkau sebagai seorang pemberani (pahlawan). Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta’āla memerintahkan Malaikat untuk menyeret orang ini di atas wajahnya ke neraka Jahannam.

Dan dilemparkan ke dalam neraka Jahannam. Ini adalah orang yang pertama kali diadzab oleh Allāh, orang yang mati syahid akan tetapi dia berjihad hanya karena ingin dipuji.
● ORANG YANG KEDUA

رَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Seorang yang belajar ilmu dan dia mengajarkannya dan dia membaca Al Qurān. Maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengingatkan kembali nikmat-nikmat yang telah Allāh berikan ini, berupa:

– kecerdasan,
– suara yang indah tatkala membaca Al Qurān,

kemudian diapun ingat akan nikmat-nikmat tersebut. Allāh bertanya: “Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat yang Aku berikan kepadamu?”

Dia mengatakan: “Ya Allāh, saya membaca Al Qurān karena Engkau dan saya mengajarkan Al Qurān.”

Membaca Al Qurān, ini adalah amalan yang luar biasa karena:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qurān dan mengajarkannya.” (HR Bukhāri)

Akan tetapi ternyata dia belajar Al Qurān dan mengajarkannya niatnya bukan karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla, tapi karena ingin dipuji.

Kata Allāh: “Engkau dusta! Engkau membaca Al Qurān supaya engkau dikatakan qāri’ (sang ahli baca Al Qurān) dan telah dikatakan.”

Orang-orang sudah mengenal engkau sebagai ahli baca Al Qurān dan sebagai orang ‘ālim. Tujuanmu hanya agar dipuji oleh manusia, dihormati dan disanjung dan telah dikabulkan. Orang ini, tatkala menginginkan nikmat dunia mendapat pujian, maka Allāh kabulkan. Akan tetapi tidak akan mendapatkan nikmat akhirat.

Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta’āla memerintahkan Malaikat untuk menyeret orang ini di atas wajahnya kemudian dilemparkan ke dalam neraka Jahannam.
● ORANG YANG KETIGA

َرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Seorang yang Allāh berikan berbagai macam jenis harta, seluruh jenis harta telah dia miliki;

– sawah,
– ladang,
– rumah mewah,
– mobil mewah,
– bangunan-bangunan besar,

seluruh jenis harta dia punya. Maka Allāh pun ingatkan dia tentang nikmat-nikmat tersebut.

Allāh bertanya: “Apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat yang telah Aku berikan ini, dengan seluruh harta yang Aku berikan kepada engkau?”

Kata dia: “Yā Allāh, tidak ada satu jalan pun dari jalan kebaikan yang Engkau sukai agar aku untuk berinfaq di situ kecuali aku infaqkan.”
– untuk bangun pondok saya infaq,
– untuk bangun masjid saya infaq,
– ada anak yatim saya infaq,
– ada janda saya infaq,
– orang miskin saya kasih,

seluruh jalan-jalan kebaikan saya telah berinfaq karena Engkau, yā Allāh.

Kata Allāh: “Engkau dusta! Engkau melakukannya supaya engkau dikenal sebagai orang yang dermawan.

Dan keinginan/tujuanmu agar terkenal sebagai orang demawan telah dikabulkan.”

Dan orang-orang mengenalmu sebagai seorang yang dermawan. Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta’āla memerintahkan Malaikat untuk menyeret orang ini di ataswajahnya kemudian dilemparkan dalam neraka Jahannam. Inilah akibat orang yang beramal shalih yang seharusnya amalan shalih tersebut memasukkan mereka kedalam surga yang paling tinggi.

Akan tetapi tatkala mereka melaksanakannya tidak ikhlas (hanya mengharapkan pujian, mendapatkan sanjungan, ingin dihormati orang lain), maka akhirnya nasib mereka dimasukkan ke dalam neraka Jahannam. Oleh karenanya, kita mohon kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menganugerahkan keikhlasan kedalam hati-hati kita.

Dan semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan kita orang-orang yang bersabar untuk senantiasa ikhlas hingga bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta’āla kelak. Dan semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjauhkan kita dari penyakit riyā’. (thayyibah)

About Lurita

Online Drugstore,cialis next day shipping,Free shipping,order cialis black,Discount 10%, dutas buy online