Marcel (Foto : Istimewa)

Dont Judge The Book by the Cover

Oleh: Muhammad Rizal Aydogan

Marcel (Foto : Istimewa)

 

Mungkin inilah istilah yang tepat untuk mengambarkan sosok pesulap yang satu ini. Awalnya saya pribadi mengira dia non-Muslim. Penampilannya, rambutnya, gayanya, unyu-unyu, unik dan lebih dukun daripada dukun itu sendiri. Lebih magic dari pada pesulap manapun.

Brother Marcel Radhival. Dakwahnya benar-benar di garda terdepan. Tauhid targetnya, aqidah yang diperbaikinya. Hanya dalam waktu singkat, Marcel telah mampu membongkar praktik kebohongan klenik perdukunan di Indonesia, satu per satu pedepokan besar dan viral berjatuhan setelah didatanginya, ditantangnya dan ibuktikan.

Bahwa apa yang mereka praktikkan adalah kebohongan, teknik sulap tapi berbalut agama, mengatasnamakan asma Allah tapi pada dasarnya menyebarkan kebohongan, menambah susah orang  yang sedang susah, sakit, dan sebagainya, hal hal yang berbau mistis, mengarah pada syirik dibongkatnya, bahwa itu hanyalah trik, bukan bantuan setan, bukan dukungan malaikat. Hanya trik, sperti yang dia pelajari namun banyak yang tidak tau.

Dakwahnya memang bukan di atas mimbar, tapi face to face, langsung berbuah nyata, menyadarkan masyarakat Indonesia agar jangan mudah percaya, meski yang mengobati atau membantu adalah orang bersorban, bertajuk kyai, berjuluk mbah, punya ribuan pengikut, atau dengan segala power lainnya.

Marcel cuma anak muda kreatif, faham tentang apa yang dia hadapi, fokus terhadap apa yang dia geluti, pemahaman agamanya bagus. Abang kandungnya bahkan seorang ustadz. Dia muslim yang peduli terhadap agamanya, yang sayang ketika aqidah Islam umat ini direcoki dengan khurafat dan takhayul.

 

About Redaksi Thayyibah

Redaksi Thayyibah
Redaktur