Idrissa Gueye Menolak Mendukung LGBT

Pemain Muslim PSG asal Senegal, Idrissa Gueye menolak bertanding melawan Montpellier akhir pekan lalu karena kostum PSG bercorak pelangi khas LGBT di bagian nomor punggung. Akhir pekan lalu klub-klub di Prancis memang tampil dengan kostum corak pelangi di nomor punggung sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas LGBTQ+ jelang International Day Against Homophobia, Biphobhia, and Transphobia yang jatuh pada 17 Mei. Gueye menolak memakainya karena dalam keyakinannya, LGBT merupakan sesuatu yang sangat dilarang dan ia tidak mau memakai sesuatu yang bertentangan dengan agamanya, karena jika memakainya ia sama saja mendukung LGBT.

Kini komite etik Federasi Prancis memanggil Idrissa Gueye untuk meminta maaf kepada publik karena sudah menolak mendukung LGBT. Menurut komite etik, itu merupakan tindakan homophobia.

Ada pula desakan dari organisasi LGBT agar PSG memberi sanksi pada Gueye. [AFP]

Yang dilakukan Gana, sapaan akrab Idrissa Gueye sudah sesuai dengan keyakinannya. Tidak salah, itu adalah hak dia. Hanya saja sepakbola Eropa sekarang memang pro LGBT, dan jika tidak ikut dalam kampanye ini akan dianggap tidak toleransi, mendapat sanksi, hukuman dll. Aneh sekali.

Dulu ada pesepakbola yang mengibarkan bendera Palestina dan pesan dukungan untuk Palestina, langsung dapat sanksi dengan alasan “Tidak ada politik dalam sepakbola”. Sekarang ada perang di Ukraina, semua simpati. Standar ganda ini yang kita semua lihat di sepakbola Eropa. Termasuk sanksi berat pada Rusia, beda sekali dengan negara yang sudah berpuluh-puluh tahun menjajah bangsa lain.

 

(Teks dan foto dari Meravigliosa. Judul oleh redaksi)

About Redaksi Thayyibah

Redaksi Thayyibah
Redaktur