Breaking News
(Foto : Doni Riw)

Muslim Dzimmi dan Moderasi

Oleh: Doni Riw

(Foto : Doni Riw)

Di dalam Islam ada dua kategori kafir: Kafir Harbi dan Kafir Dzimmi. Kepada Kafir Dzimmi, muslimin diperintahkan untuk melindungi harta, jiwa, dan kehormatannya. Sedangkan kepada Kafir Harbi diperintahkan tegas, keras, bahkan perlu diperangi.

Kafir Harbi adalah orang kafir yang memusuhi Islam. Menghalangi dan memerangi Islam dan Syari’atNya. Sedangkan Kafir Dzimmi adalah orang kafir yang hidup di dalam Daulah Islam, tunduk kepada hukum Syara’, serta membayar Jizyah.

Sebaliknya, di mata Kafir, muslim juga terbagi dua. Jika meminjam istilah Dzimmi dan Harbi tadi, maka ada Muslim Harbi, dan Muslim Dzimmi.

Muslim Harbi adalah muslimin yang menentang ideologi kufur. Menolak penerapan hukum kufur di tengah kehidupan muslimin. Orang kafir menyebut mereka dengan istilah: Radikal dan Intoleran. Sebaliknya, ada pula Muslim Dzimmi. Mereka suka rela tunduk kepada warisan hukum kafir. Bahkan turut serta menyerukan ideologi dan pemikiran sesat yang diajarkan oleh para toghut.

Orang kafir memanggil Muslim Dzimmi ini dengan panggilan sayang: Moderat. Indoktrinasi untuk menjadikan mereka sebagai Muslim Dzimmi disebut : Moderasi Beragama.

Mereka didoktrin untuk mengakui kebenaran semua agama. Juga untuk menolak penerapan Syari’at sebagai hukum formal negara. Mereka juga  didoktrin bahwa sistem pemerintahan yang dicontohkan oleh para Khalifah itu bukan ajaran Islam, memecah belah bangsa, kuno, radikal, bahkan teroris.

Muslim Dzimmi ini sangat membenci saudara muslim yang berjuang untuk menegakkan Syari’at. Sebaliknya, dia sangat mencintai Kafir Harbi.

Rasul Salallahu Alaihi Wasalam bersabda, yang artinya; “Engkau bersama orang yang kau cintai.” Artinya, kelak di Akhirat, kita akan dikumpulkan bersama orang yang kita cinta.

Jika engkau mencintai Rasul Salallahu Alaihi Wasalam, Para Sahabat, Para Khalifah, serta Syari’ahNya, maka kelak di Akhirat engkau akan bersama mereka di Surga. Sebaliknya, jika engkau mencintai para Kafir Harbi, menjadi Muslim Dzimmi nan Moderat, maka kau akan bersama mereka kelak di hari pembalasan.

 

About Redaksi Thayyibah

Redaktur