(Foto : Davy Byanca)

Dalam Tidur Panjangnya…

Oleh: Davy Byanca

(Foto : Davy Byanca)

Jendela masih asyik bercakap-cakap dengan halaman. Dalam mimpi di pagi itu, ribuan orang mengelu-elukan si Pandir. Berkhutbah tentang janji-janji dan janji. Lalu ia membujuk orang-orang untuk kerja dan hidup sederhana. Ibarat hitam dan putih sahaja.

Waspadalah! Orang-orang saling menyapa dalam rupa manusia. Tapi di tubuh mereka tak ada siapa-siapa melainkan segumpal otak beku kerana tak pernah dipakai.

Saat terbangun, diambilnya pedang yang tergantung di bilik lusuh lalu diselipkannya di balik selimut.

Ia pun melanjutkan tidurnya sambil memeluk guling yang terbuat dari kulit perempuan. Meneruskan mimpi menjadi raja seumur hidup.Teruslah ia terbuai dalam mimpi, dan tak bangun-bangun sampai hari ini, padahal waktu telah berputar 6 tahun lamanya.

About Redaksi Thayyibah

Redaksi Thayyibah
Redaktur