Breaking News
(Foto : Doni Riw)

Sikap Rasul pada Yahudi

Oleh: Doni Riw

(Foto : Doni Riw)

Kita sering mendengar kisah kesabaran Rasul SAW menyuapi pengemis buta Yahudi. Tapi jangan lupa, Rasul SAW juga pernah memerangi seluruh Yahudi Bani Qainuqo karena salah seorang dari mereka menyingkap aurat seorang wanita muslimah.

Kita juga sering mendengar kisah perdamaian antara Rasul SAW dengan Yahudi dalam Piagam Madinah. Tapi jangan lupa, bahwa Rasul SAW mengeksekusi mati seluruh lelaki Yahudi Bani Quraidzah karena mereka berkhianat memihak pasukan ahzab di Perang Khandaq.

Rasul SAW memang memiliki istri Safiya binti Huyay, wanita keturunan yahudi yang beriman pada kenabian beliau. Namun jangan lupa, bahwa Rasul SAW juga mengeksekusi Huyay bin Akhtab, bapaknya Safiya alias mertua Nabi SAW sendiri, karena menjadi otak dalam perang Khandaq.

Jangan lupa juga bahwa Rasul SAW menghukum Yahudi Bani Nadhir sebab berusaha membunuh beliau.Juga menaklukkan benteng Yahudi Khaibar yang di dalamya ditemukan banyak alat perang yang disiapkan untuk menyerang muslimin.

Benar bahwa Rasul SAW tidak membenci seseorang karena keyahudiannya, melainkan karena permusuhannya terhadap Islam. Sedangkan di dalam Surat Al Maidah ayat 82 Allah telah jelaskan, bahwa orang yang paling keras permusuhannya kepada orang beriman adalah Yahudi dan musrikin.

Jangan lupa pula bahwa kelak Imam Mahdi memerangi Dajjal yang sebagian besar pasukannya adalah Yahudi.

Kepada Abu Rafi’, pimpinan Yahudi yang senantiasa membuat tipu daya kepada muslimin, Rasul SAW mengirim pasukan rahasia yang berhasil membunuhnya secara senyap. Rasul SAW tegas terhadap para pemimpin Yahudi yang jelas-jelas memusuhi Islam

Beliau tidak bersalaman dengan pemimpin Yahudi penjajah Muslim, sembari berkata; “We choose rahma.”

Jika ada Muslimin yang membela Yahudi Bani Qainuqo saat akan dihukum Rasul SAW, dia adalah Ubay bin Salul si munafiq. Apakah sekarang masih ada tokoh yang mengaku muslim tetapi bermesra dengan Yahudi penjajah muslimin? Entahlah. Jika masih ada, bisa jadi dia sedang melestarikan tradisi Ubay bin Salul.

 

About Redaksi Thayyibah

Redaktur