Breaking News
Nabung Tanah Yusuf Mansur. Menyasar TKW Hong Kong (Foto : Istimewa)

BALADA TKW DENGAN BISNIS YUSUF MANSUR (10)

Linda : “Daripada Serahkan Uang Kepada Yusuf Mansur, Mending Dibelikan Kambing”

Nabung Tanah Yusuf Mansur. Menyasar TKW Hong Kong (Foto : Istimewa)

Linda, mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong asal Madiun, Jawa Timur. Senin (5/4) kemarin penulis berkesempatan menemuinya di salah satu rumah miliknya di Kabupaten Tangerang, Banten.

Linda dua kali menjadi TKW di Hong Kong. Pertama tahun 1998 dan kedua tahun 2008. Pertengahan tahun lalu Linda pulang dan berencana kembali ke Hong Kong dalam waktu dekat. Masih sebagai TKW di sana.

Linda berkenalan dengan Yusuf Mansur pada tahun 2014, saat dia diundang oleh TKW di Hong Kong untuk berceramah. Selain soal sedekah, dalam ceramahnya Yusuf Mansur mengajak para TKW untuk berinvestasi pada usaha miliknya. Salah satu diantaranya adalah Nabung Tanah.

Dalam paparannya, Yusuf Mansur mengatakan Nabung Tanah bertujuan membeli tanah yang dikemudian dibangun hotel di atasnya. Hotel itu dikhususkan bagi Muslim. Setiap bulan, mereka yang ikut Nabung Tanah akan mendapat bagi hasil.

Awalnya Linda ragu dengan skema bisnis Nabung Tanah ini. Namun dia akhirnya percaya. “Karen dia seorang ustadz jadi saya yakin saja,” begitu kata Linda.

Yusuf Mansur “menjual” ivestasi Nabung Tanah kepada para TKW seharga Rp. 2 juta/meter persegi. Angka ini masih ditambah Rp. 400 ribu. Ini untuk biaya pembuatan sertfikat, sebagai bukti keikutsertaan dalam Nabung Tanah.

Nabung Tanah Yusuf Mansur. Tak ada tanahnya, tak ada hotelnya (Foto : Istimewa)

Linda akhirnya membeli hanya satu meter persegi, seharga Rp. 2,4 juta. “Tapi (TKW) yang ikut membeli seperti saya (1 meter) itu banyak,” tambah Linda.

Kemudian Linda melakukan transfer langsung ke rekening pribadi Yusuf Mansur melalui Western Union. Beruntung, bukti transfer ini masih disimpan Linda. Sehingga nantinya mempermudah dia meminta uangnya kembali.

Menurut Linda, sejak awal Yusuf Mansur tidak pernah menunjukkan di mana letak pasti tanah itu.  Begitu juga dengan panitia di Hong Kong atau orang-orang Yusuf Mansur di sana. Semuanya menjawab tidak tahu ketika ditanya.

Pernah Yusuf Mansur kembali ke Hong Kong. Kesempatan ini digunakan oleh Linda dan kawan-kawan untuk bertanya letak tanah dan nasib investasi mereka. Tapi Yusuf Mansur hanya menjawab, masih diurus. Begitu juga dengan sertifikat yang dijanjikan sebagai bukti keikutsertaan mereka dalam Nabung Tanah. Sampai sekarang Linda dan kawan-kawannya tak pernah menerima sertifikat tersebut.

Dalam ketidakjelasan itu, lewat seorang kawan yang punya koneksi dengan Yusuf Mansur, Linda dan beberapa kawannya meminta kembali uang Nabung Tanah itu. Beruntung Linda masih menyimpan buktu transfer ke Yusuf Mansur.

Awalnya, Yusuf Mansur masih menolak mengembalikan uang mereka. Yusuf Mansur malah membuat janji baru, uang peserta Nabung Tanah akan dimasukkan dalam reksadana. Linda tak mau. Karena dia sendiri tak mengerti duduk perkara reksadana yang dimaksud Yusuf Mansur.

Dalam tahun 2018, Yusuf Mansur kemudian menjawab permintaan Linda dan kawan-kawan lewat sebuah video. Di situ, Yusuf Mansur masih berjanji akan mengembalikan uang Nabung Tanah sekaligus dengan kelebihannya.

Namun sampai tahun 2020, janji Yusuf Mansur itu tak kunjung datang. Linda dan beberapa kawannya makin gencar meminta. Lewat fan page media sosial Yusuf Mansur, Linda berkomentar terus, meminta uangnya dikembalikan.

Yusuf Mansur akhirnya menyerah. Sebelum pulang ke tanah air dalam tahun lalu, lewat orang dekatnya yang bernama Fadil, Yusuf Mansur mengembalikan uang Linda. Setelah melalui proses yang berbelit-belit.

Selama lebih dari lima tahun uang Linda dan kawan-kawan “dipakai” oleh Yusuf Mansur secara cuma-cuma. “Seandainya uang tersebut sebagai pinjaman, seharusnya dibicarakan sejak awal. Tapi untuk investasi berarti (untuk usaha) dan ada kelebihannya,” keluh Linda.

Meski uangnya sudah dikembalikan, Linda merasa telah ditipu oleh Yusuf Mansur. Seorang yang berpredikat sebagai “ustadz”. Linda juga menaruh kasihan kepada teman-teman sesama TKW. Mereka yang tak lagi menyimpan bukti setor kepada Yusuf Mansur, uangnya hilang percuma.  Dengan terpaksa mengikhlaskan uang mereka.

Pada akhir perbincangan dengan penulis, Linda berpesan. Kalo Yusuf Mansur ajak investasi, jangan lagi mau. Mendingan usaha sendiri saja. Bagi yang sudah terlanjur menyerahkan uang kepada Yusuf Mansur supaya segera meminta kembali. “Lebih baik dibelikan kambing bisa beranak-pinak,” begitu pesan Linda.

About Darso Arief

Darso Arief
Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.