Breaking News
(Foto : Akun Kelana Jejaka)

Yusuf Mansur Lelang Kacatama 300 Juta, Nitizen : (Karna) Amplop Makin Tipis

(Foto : Akun Kelana Jejaka)

 

Senin (29/3) kemarin Yusuf Mansur lewat akun pribadinya http://yusufmansur.com/saya-lelang-kacamata-buat-kebutuhan-asrama/, melelang kacamata miliknya. Dia tampil dengan foto dengan kacamata yang dimaksud. Penulis yang awam dengan kacamata, tak mengerti merek apa dan berapa harga sesungguhnya dari kacamata yang yang dikenakan Yusuf Mansur itu.

Pengumuman lelang kacamata Yusuf Mansur itu juga ditayangkan di akun IG-nya. Kacamata itu dibandrol dengan harga mula-mula sebesar Rp. 300 juta. Menurut Yusuf Mansur lelang kacamata itu tujuannya, “Saya lelang kacamata buat kebutuhan asrama juga, bukan buat saya pribadi,” begitu katanya.

Tapi warganet atau nitizen tetap tidak percaya dengan omongan Yusuf Mansur ini. Nitizen langsung menanggapi rencana lelang kacamata ini. Dengan tulisan melucu dan meledek, nitizen langsung tampilkan nada nyinyiran terhadap Yusuf Mansur. Pemilik akun @akmal_maulana_alghaniyy dengan menyindir menulis, “10 milyar dikasih ustad? Saya punya-nya baru segitu hari ini. Besok mungkin bisa 100 milyar.”

Akun @ekoptan lain lagi. Dengan ledekan dia menulis, “30 ribu aja gua ogah, emang apa istimewanya? Bisa aja antum (Yusuf Mansur) nyari duit…” Sedangkan pemilik akun @almira_collevtll menulis, “500 juta aja ya, hari ini kebetulan saya cari 1M, siang siang ini ba’da dzuhur (Sambil tepuk tangan).”

Begitu juga dengan akun @ayietrachhman. Dia menyindir Yusuf Mansu dengan komentar singkat : “Duit terooossss”. Pemilik akun @eni.indar22 menyindir, “Tambah kelihatan gemuknya ustadz Yusuf Mansur.” Sindiran lain datang dari @naufal_days. Dia menulis, “Barusan anak saya wa, maasyaa Allah, dia berani 8T (untuk kacamata itu)”.

Pada halaman facebook, pemilik akun Serba Ada Binjai meminta tanggapan nitizen soal lelang Yusuf Mansur ini lewat grup Masyarakat Anti Ponzi. Ada ratusan orang berkomenyar di situ. Dengan nada yang hampir sama, nitizen tak henti-henti meledek dan menyindir Yusuf Mansur.

Meski begitu masih ada yang mencoba berpikir positif. Barkah Kolista Moedy, umpamanya. Dia menulis, “Izin meluruskan. Yang jadi tujuan Yusuf Mansyur bukan jualan kacamata seharga 300 juta, tapi donasi untuk asrama dengan “kedok” jual kacamata. Jadi istilahnya, sumbang buat asrama tapi dapat kacamata gitu. Saya tau Paytren yang diusung Yusuf Mansur memang bermasalah (saat ini) tapi baiknya kita tetap mencerna segala sesuatu yang orang itu lakukan.”

Akan tetapi, Serba Ada Binjai langsung membantah. Menurutnya, “Masalahnya bukan Paytren aja (tapi) banyak yang lain juga. Jadi mau donasi atau lelang tetap aja bagi yang sudah tau masalah gak akan percaya lagi tentang apapun itu, apa lagi semuanya dibalut dengan agama.”

Selanjutnya Bertus Black menulis, “Sedekah atau donasi nggak ada yang dipatok minimal harga dengan cara dilelang. Sedekah dan donasi itu keridhaan dan ikhlas nominal berapa. Sebetulnya tinggal pasangan kalimat, akan dibangun pesantren, mohon bantuan para hamba Allah yang berniat sedekah untuk kelangsungan pembangunan pesantren.

Pada bagian lain Bertus Black juga menulis, “Sistem lelang hanya mencari satu orang atau perusahaan yang mau mengeluarkan biaya terbesar dan selesai. Sistem donasi dari berbagai elemen masyarakat dan lebih dari satu orang atau satu perusahaan yang bisa membantu dana. Tapi, banyak komentar yang kontra dengan Yusuf Mansur di post asli kok, mulai mahalnya biaya di pesantren itu sendiri, sampai ada yang kasih usul buat pakai dana dia sendiri di Paytren saja.”

Komentator lain datang dari Catsye. Dia menghubungkan dengan kegiatan Yusuf Mansur akhir-akhir ini yang suka lakukan pompom saham. “Wah , liat dong IGnya. Pompom saham IPO. Asal kalian tau, yang rugi karna kemakan pompomnya (Yusuf Mansur) itu banyak. (Orang-orang) pada beli harga pucuk , portfolionya pada minus semua. Amplop makin tipis ya, tadz?

Sedangkan Putri Salju berkomentar begini. “Jujur, sata paling tidak suka dengan Yusuf Mansur… Suka minta-minta atas nama sodaqoh dan ibadah. Pake bawa-bawa sholat malam lagi… Ente (Yusuf Mansur) gak sadar, bukannya bantu rakyat yang susah kok malah meres uang orang terus… Kalau bilang “Allah juga yang ganti”, mestinya sodaqohnya bukan ke ente (Yusuf Mansur) tapi diarahkan ke fakir miskin yang lebih butuh. Ente (Yusuf Mansur) kan sudah kaya (tapi) masih minta-minta sodaqoh aja. Serakah amat sih orang… Ingat, ente bakal dihisap karena meras uang umat dengan cara serakah. Gak pantas (Yusuf Mansur) jadi ustad.”

Jaka Kelana Jejaka, kemudian membagi sebuah foto yang menyindir kacamata Yusuf Mansur itu.

About Darso Arief

Darso Arief
Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.