Breaking News
Sebuah ajakan berinvestasi oleh Yusuf Mansur kepada TKW di Hong Kong (Foto : Dokumentasi Hilwa Humaira)

BALADA TKW DENGAN BISNIS YUSUF MANSUR (9)

Enam Tahun Uang Junatin Dipakai Yusuf Mansur Tanpa Komitmen

Sebuah ajakan berinvestasi oleh Yusuf Mansur kepada TKW di Hong Kong (Foto : Dokumentasi Hilwa Humaira)

Junatin, ibu muda asal Madiun, Jawa Timur. Dalam tahun 2012 pergi meninggalkan Madiun menuju Hong Kong sebagai pekerja migran alias Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Seperti TKW lainnya di Hong Kong, Junatin juga ikut dalam komunitas Muslimah di sana, aktif ikuti majelis taklim dan peguyuban TKW lainnya.

Seperti yang sudah diberitakan, dalam tahun 2014 Yusuf Mansur diundang oleh komunitas TKW di Hong Kong untuk bercermah. Dengan membawa semua tim bisnisnya, Yusuf Mansur dalam kesempatan ini digunakan untuk “menjual” aneka bisnis pribadinya. Mulai dari Hotel Siti, Apartemen, Condotel Moya Vidi, Nabung Tanah, Patungan Usaha, Paytren, Umroh Treni dan lainnya.

Di Hong Kong juga Yusuf Mansur membentuk tim marketing yang diambil dari TKW juga. Tim ini terus memasarkan bisnis-bisnis Yusuf Mansur di atas. Selain dari TKW, Yusuf Mansur juga mengutus tim dari Jakarta untuk lakukan pendekatan kepada TKW yang belum bergabung.  Semua TKW di sana didekati, diajak bergabung sampai mereka mentransfer uang ke rekening yang ditunjuk Yusuf Mansur.

Junatin adalah salah satu TKW yang berhasil direkrtut. Dia bergabung dengan bisnis Yusuf Mansur pada September 2015. Sebuah program investasi. Hanya saja Junatin lupa namanya. “Seingat saya, namanya Patungan Apartemen,” kata Junatin kepada penulis lewat komunikasi whatsapp.

Sebelum ikuti investasi “Patungan Apartemen” itu, Junatin lebih dahulu bergabung dengan bisnis Yusuf Mansur lainnya, yakni VSI atau Paytren. Pada bisnis ini, Junatin direkrut oleh teman TKW lainnya yang oleh Junatin disebut ‘leader’.

Total uang yang disetor Junatin untuk “Patungan Apartemen” ini adalah Rp. 8,5 juta. Sebagian uang itu diserahkan Junatin ke leadernya yang kemudian disetor kepada salah satu tim Yusuf Mansur bernama Diat. Sebagian lainnya ditransfer Junatin ke Jakarta. Beruntung Junatin masih menyimpan tanda terima dari Diat dan bukti transfer itu.

Kepada Junatin penulis bertanya, “Kenapa ibu mau berinvestasi dengan Yusuf Mansur?” “Karena dia seorang ustadz kondang dan selalu menampakkan keshalehan, sehingga saya berfikir uang saya akan di jalankan dengan baik,” begitu jawab Junatin. Disamping itu, Junatin juga mendapat janji akan mendapat transfer sejumlah uang sebagai bagi hasil dari keuntungan Patungan Apartemen itu. Juga Junatin dijanjikan, uang Rp. 8,5 juta miliknya itu akan dikembalikan di tahun keempat, yakni tahun 2019.

Akhirnya tahun 2019 berlalu sudah. Bagi hasil setiap bulan yang dijanjikan Yusuf Mansur dan timnya sejak September 2015 itu tak pernah datang. Hingga tangal 18 November 2020, Junatin memberanikan diri meminta kembali uangnya sekaligus janji kepada Yusuf Mansur. Sebelumnya Junatin mendapat nomor pribadi Yusuf Mansur 0811-191-276

Awalnya, Yusuf Mansur masih mengelak.  “Kalo yang di Kelapa Dua, itu mah dari awal sudah dipulangin. saat gak dapet izin, udah dipulangin sama saya,” begitu jawab Yusuf Mansur yang dikirim Junatin kepada penulis.

Beberapa tahun lalu, memang Yusuf Mansur pernah “menjual” apartemen di Kelapa Dua, Depok. Apartemen ini tak sempat dibangun karena menurutnya tak mendapat izin dari otoritas.

Meski begitu tak semua investor dikembalikan uangnya. Masih ada yang tersisa. satu diantaranya Junatin ini. Junatin kemudian sertakan bukti-bukti penyerahan uang.

Yusuf Mansur akhirnya menyerah. Dia menugaskan satu orang timnya yang bernama Fadil untuk memproses pengembalian uang Junatin. Dengan nomor 0813-8838-8841 Fadil berkomunikasi dengan Junatin.

Akhirnya setelah melalui dialog yang melelahkan, akhir Januari 2020 lalu Fadil mentransfer sebanyak Rp. 4,5 juta kepada Junatin. Sisanya, Rp. 4 juta dijanjikan akan dilunasi satu tahun kemudian, yakni Feberuari 2021. Janji itupun meleset lagi. Setelah diingatkan berulang-ulang, sampai Rabu (24/3) kemarin barulah Yusuf Mansur melalui Fadil mengembalikan semua uang investasi Junatin.

Menurut Junatin, uang yang ditransfer Fadil itu bukanlah pelunasan dari Yusuf Mansur. Itu adalah pengembalian uangnya. Junatin merasa menyesal telah percaya kepada Yusuf Mansur. Dia merasa telah terpedaya dengan penampakkan keshalehan dari Yusuf Mansur. Prediket ‘ustadz’ yang disang Yusuf Mansur bukan jaminan kalau dia itu orang yang amanah.

Dengan pengembalian uang ini menjadi bukti bahwa investasi yang dijual Yusuf Mansur adalah bisnis fiktif. Tak ada wujud investasi itu. Yusuf Mansur hanya mengumpulkan uang masyarakat dengan berbagai dalih dan dalil agama.

Kepada penulis, Junatin yang saat ini masih di Hong Kong ini berpesan kepada sesama TKW atau yang sudah pulang ke tanah air agar jangan ragu-ragu “bernyanyi” di media sosial masing-masing. Tulislah  tentang kecurangan dan kebohongan Yusuf Mansur.  Lebih lagi terus berkomentar di akun @yusufmansurnew. Sehingga Yusuf Mansur mau kembalikan uang mereka. Junatin juga mendorong agar yang merasa dibohongi oleh Yusuf Mansur janan ragu-ragu untuk mengambil langkah hukum.

Sama seperti banyak orang yang terlanjur berinvestasi dengan Yusuf Mansur, Junatin merasa sangat dirugikan. Uang dia selama lebih dari enam tahun dipakai Yusuf Mansur tanpa komitmen. Kemudian dikembalikan hanya seperti jumlah awal. Jelas, nilai uang itu telah berkurang. Nilai Yusuf Mansur juga sudah berkurang di mata Junatin. Sehingga yang tersisa hanyalah sebuah predikat : Pembohong.

 

 

About Darso Arief

Darso Arief
Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.