Breaking News
Taufik dan akun mensosnya. Merasa tergoda dan terjebak dengan Paytren. (Foto : Dokumentasi Taufik Lubis)

KISAH LEADER PAYTREN, “PENGUSAHA” BESUTAN YUSUF MANSUR (1)

Mantan Leader Paytren Yusuf Mansur: “Saya Tergoda dan Terjebak”

 

Taufik dan akun Paytren. Merasa tergoda dan terjebak dengan Paytren. (Foto : Dokumentasi Taufik Lubis)

Belakangan ini Yusuf Mansur rajin mempublish rencana bisnis Paytren-nya akan IPO (Initial Public Offering). IPO adalah proses transformasi suatu perusahaan menjadi perusahaan publik dengan menjual saham perusahaan tersebut kepada publik melalui transaksi pasar saham.

Tidak sedikit yang kemudian “merasa lucu” dengan rencana ini. Pasalnya, hampir semua janji Yusuf Mansur soal Paytren ternyata bualan semata. Juga, ramai sudah di media sosial dan media massa bahwa Paytren sudah ditinggal oleh mitra-mitranya. Utamanya para leader Paytren. Mereka meninggalkan Paytren dan pindah ke Multi Level Marketing (MLM) lain.

Tak sedikit pula mitra Paytren yang di posisi leader meminta kembali uang mereka. Bahkan ada pula yang sudah menyusun rencana menggugat Yusuf Mansur dan Paytren-nya ini. Itu karena merasa apa yang Yusuf Mansur bicara soal Paytren dan keuntungan-keuntugannya jauh panggang dari api. Hal ini seperti yang dialami oleh Taufik Lubis satu leader Paytren di Binjai, Sumatera Utara.

Sebagai salah satu leader Paytren. Taufik membeli paket Titanium seharga 10 juta (Foto : Dokumentasi Taufik Lubis)

Tergiur dengan promosi dan janji untung besar dari Yusuf Mansur, Taufik Lubis akhirnya bergabung dengan Paytren pada tahun 2018 dengan membeli Paket Titanium. Dia menyetor uang sebanyak Rp. 10 juta.

Kenyataan ternyata lain yang dialami Taufik. Paytren yang diniatkan sebagai usaha bersama dengan istrinya itu ternyata hanya sebuah angan-angan belaka. Tiga tahun menjalankan usaha Paytren, dia dan istrinya hanya mampu merekrut satu mitra.

“Saya sudah keluar (dari Paytren), aplikasinya sudah dihapus. Saya cuma ingat ID- nya aja,” aku Taufik kepada penulis.

“Gak ada sama sekali,” begitu jawab Taufik ketika ditanya soal keuntungan yang didapatnya selama bergabung dengan Paytren. Satu-satunya “hadiah” dari Paytren yang didapat Taufik adalah sebuah hand phone dan  printer bloetooth. “November 2018 itu dapat HP dari Paytren, saya perkirakan lebih kurang harganya pada masa itu 2 juta-an, printer bluetooth paling 500-an,” begitu Taufik.

Bukan hanya merasa rugi bergabung dengan Paytren, Taufik juga merasa bersalah. “Saya merasa bersalah ngajak orang lain gabung di Paytren,” begitu Taufik yang mengaku uang memakai uang warisan orang tua untuk bergabung dengan Paytren.

Apakah Taufik merasa tertipu dengan ajakan Yusuf Mansur bergabung dengan Paytren? “Kalau ini bingung kasih jawabannya, Pak. Lebih jelasnya (saya) terjebak atau tergoda dengan keuntungan yang di tawarkan (Yusuf Mansur),” jelas Taufik.

Istri Taufik kemudian berusaha meminta kembali uang kemitraan Paytren yang 10 juta itu. lewat instagram Paytren Official @paytren_official berulang kali mengirim pesan agar, uang mereka dikembalikan. Itu karena mereka sedang dalam kesusahan.

Seperti merengek-rengek, istri Taufik meminta dengan sangat memelas, agar uang itu dikembalikan. Tapi, admin menejemen Paytren bersekukuh uang itu tak bisa kembali. “Mohon maaf Kaka, sesuai akad/perjanjian di awal, bahwa uang pendaftaran dan pembelian lisensi paytren yg dulu MLM (saat ini MLM dikelola oleh treniNet, tanpa mengurangi hak mitra sekalipun) tidak bisa dikembalikan, hal tersebut merupakan akad jual beli…. “.

Taufik dan istrinya mengaku tidak tau menahu soal akad jual beli itu. Ketika diminta tunjukkan akad itu, Paytren hanya menjawab, “Masih ingat siapa yang mengajak suami Kaka untuk gabung di paytren?” Admin Paytren kemudian mengirim sebuah tautan untuk didownload. Isinya tentang tata cara bergabung dengan Paytren yang lelah dan membingungkan membacanya.

Bukan hanya kepada admin Paytren, istri Taufik juga menghubungi akun instaggram (IG) pribadi Yusuf Mansur. Sayang Yusuf Mansur yang sepanjang hari aktif berkomunikasi dengan akun IG itu tak pernah menggubris permintaan istri Taufik ini.

Merasa lelah memelas kepada admin Paytren dan Yusuf Mansur, istri Taufik meminta agar admin Paytren sampaikan kepada Yusuf Mansur, bahwa mereka meminta sedekahnya. “…udahlah sy gk minta uang paytren sy, sy hanya minta rizki uang pak ustadz (Yusuf Mansur) sj…”

Berikut redaksi memuat secara lengkap chat antara istri Taufik dengan Paytren Official.

 

 

 

 

 

 

About Darso Arief

Darso Arief
Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.