Breaking News
(Foto : Akun Akmal Burhanuddi Nadjib)

SYARIAH TANPA “ISLAM”

Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib

(Foto : Akun Akmal Burhanuddi Nadjib)

Tahun 90 menjadi menjadi tahun kegelisahan para ulama yang dipimpin oleh KH. Hasan Basri di MUI. Pasalnya hingga saat itu belum ada wadah bagi umat Islam untuk bertransaksi sesuai ajaran Islam alias transaksi yang bebas riba.

Negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun belum ada lembaga keuangan yang dapat menjadi alternatif bagi umat Islam. Padahal Mesir telah memulai sejak tahun 65, sedangkan negeri jiran Malaysia sudah mencoba pada tahun 80.

Agustus tahun 90 menjadi amal soleh para ulama kita, melalui Simposium Majelis Ulama Indonesia di Cisarua, Bogor dibahas tentang Bank Tanpa Bunga. Ide pendirian wadah Bank Tanpa Bunga yang bisa menampung aspirasi umat dalam bertransaksi terus bergulir.

Hasan Basri dan Amin Aziz dua tokoh yang terus berjuang menyuarakan walau bisa jadi nyawa harus melayang, karena saat itu penguasa masih ketakutan dengan yang namanya Islam.

Nakhoda para cendekiawan muslim, BJ. Habibie menangkap aspirasi umat. Semangat itu disampaikan kepada Pak Harto. dengan senyum ramah namun penuh curiga Pak Harto bertanya, “Apa namanya?”

“Bank Mualamat Islam Indonesia”, jelas Hasan Basri dan Amin Aziz.

“Islam-nya dihilangkan saja”, cetus Pak Harto kala itu karena tidak ingin ada kegaduhan ditengah masyarakat. “Kan nama Muamalat sudah Islam, toh”, sambung nya.

Hasan Basri, Amin Aziz, dan Habibie akhirnya menerima demi untuk mewujudkan aspirasi umat. Akhirnya, jadilah Bank Muamalat sebagai Bank Syariah “tanpa Islam” pertama di Bumi Pertiwi Indonesia pada November 1991 dan mulai beroperasi Mei 1992

Perjuangan yang luar biasa dari para ulama, walaupun semua yang bernuansa Islam kala itu masih ditatap dengan penuh curiga.

Perjuangan berdarah dan bisa jadi merenggut nyawa harus tetap kita jaga. Kini bank Syariah telah mewarnai jagad raya Indonesia, bukan hanya Bank Muamalat, namun kita juga ada BSM, BRIS, BNIS, hingga CIMB NIAGA Syariah. Bahkan, pemerintah saat ini sedang berupaya merajut ekosistem ekonomi berbasis Syariah.

Mari kita lanjutkan perjuangan para ulama, yang kala itu rela menghapus nama Islam demi wujudnya bank yang menggunakan Syariah Islam.

مالا يدرك كله، لا يترك كله

“Apa yang tidak bisa kerjakan semuanya, jangan ditinggalkan semuanya.”

 

About Redaksi Thayyibah

Redaktur