Breaking News
Pemandangan saat wukuf di Padang Arafah (Foto : Istimewa)

KHUTBAH WADA’

Oleh: Inayatullah Hasyim (Dosen Univ. Djuanda Bogor)

Pemandangan saat wukuf di Padang Arafah (Foto : Istimewa)

Dalam sejarah hidupnya, Rasulallah SAW menunaikan ibadah haji hanya satu kali. Haji yang HANYA sekali itu kemudian disebut oleh para ahli sejarah sebagai “Haji Wada’“ (Haji Perpisahan). Mengapa? sebab setelah pelaksanaan haji itu, Rasulallah SAW tidak berhaji lagi. Karena itu, haji seakan ibadah paling puncak dalam perjalanan hidup seseorang. Ia menjadi pengingat tentang perjalanan umur dan kematian. Bahkan, ketika Rasulallah SAW berkhutbah di Arafah saat haji itu, Beliau (SAW) memulai khutbahnya dengan mengatakan:

أيها الناس، اسمعوا مني أبيّن لكم، فاني لا أدري لعلي لا ألقاكم بعد عامي هذا في موقفي هذا

“Wahai manusia, dengarkanlah akan aku jelaskan pada kalian (tentang hal penting). Maka, sesungguhnya aku tidak tahu bahwa kemungkinan besar aku tidak akan berjumpa dengan kalian setelah tahun ini di tempat ini”.

Oleh para ahli sejarah Islam, khutbah di Arafah pada tanggal 09 Dzulhijjah itupun dinamakan sebagai Khutbah Wada’ (Khutbah Perpisahan) sebab itulah khutbah terakhir Rasulallah SAW di Arafah dan pesan-pesan dalam khutbah itu sangat monumental

Berikut ini saya tuliskan dan terjemahkan secara lengkap khutbah Rasulallah SAW itu.

 

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونتوب اليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهد الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أوصيكم عباد الله بتقوى الله، وأحثكم على طاعته، وأستفتح بالذي هو خير

أما بعد، أيها الناس، اسمعوا مني أبيّن لكم، فاني لا أدري لعلي لا ألقاكم بعد عامي هذا في موقفي هذا

أيها الناس، ان دماءكم وأموالكم حرام عليكم الى أن تلقوا ربكم كحرمة يومكم هذا في شهركم هذا في بلدكم هذا، ألا هل بلّغت؟ اللهم فاشهد.

فمن كانت عنده أمانة فليؤدها الى من ائتمنه عليها. ان ربا الجاهلية موضوع، وان أوّل ربا أبدأ به ربا عمّي العباس بن عبد المطّلب، وان دماء الجاهلية موضوعة، وأول دم أبدأ به دم عامر بن ربيعة بن الحارث، وان مآثر الجاهلية موضوعة غير السّدانة والسّقاية، والعمد قود، وشبه العمد ما قتل بالعصا والحجر، وفيه مائة بعير. فمن زاد؛ فهو من أهل الجاهلية

أيها الناس، ان الشيطان قد يئس أن يعبد في أرضكم هذه، ولكنّه قد رضي أن يطاع فيما سوى ذلك مما تحقّرون من أعمالكم

أيها الناس، ان النسيء زيادة في الكفر، يضل به الذين كفروا، يحلّونه عاما، ويحرّمونه عاما ليواطئوا عدّة ما حرّم الله، وان الزمان قد استدار كهيئة يوم خلق الله السموات والأرض، منها أربعة حرم: ثلاث متواليات وواحد فرد: ذو القعدة وذو الحجة ومحرّم ورجب الذي بين جمادى وشعبان، ألا هل بلّغت؟ اللهم فاشهد

أيها الناس، ان لنسائكم عليكم حقا، ولكن عليهنّ حق ألا يوطئن فرشكم غيركم، ولا يدخلن أحدا تكرهونه بيتكم الا باذنكم، ولا يأتين بفاحشة؛ فان فعلن، فان الله قد أذن لكم أن تعضلوهن، وتهجروهن في المضاجع وتضربوهن ضربا غير مبرح، فان انتهين وأطعنكم، فعليكم رزقهن وكسوتهن بالمعروف. وانما النساء عندكم عوان، ولا يملكنّ لأنفسهن شيئا، أخذتموهن بأمانة الله، واستحللتم فروجهن بكلمة الله فاتقوا الله في النساء، واستوصوا بهن خيرا، ألا هل بلّغت؟ اللهم فاشهد

أيها الناس، انما المؤمنون اخوة، ولا يحل لامرئ مال أخيه الا عن طيب نفس منه، ألا هل بلّغت؟ اللهم اشهد.

أيّها الناس، ان ربكم واحد، كلكم لآدم وآدم من تراب، أكرمكم عند الله أتقاكم. ليس لعربي فضل على عجمي الا بالتقوى. ألا هل بلّغت؟ اللهم فاشهد. فليبلّغ الشاهد منكم الغائب

 

أيها الناس، ان الله قد قسم لكل وارث نصيبه من الميراث، ولا تجوز لوارث وصيّة، ولا تجوز وصيّة في أكثر من الثلث، والولد للفراش وللعاهر الحجز. من ادّعى الى غير أبيه أو تولّى غير مواليه؛ فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين، لا يقبل منه صرف ولا عدل.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan, pengampunan dan bertobat kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan perbuatan buruk kita. Barang siapa yang diberi petunjuk dari Allah niscaya tidak akan sesat, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, niscaya tidak akan selamat. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, tak ada mitra baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulallah. Aku berpesan agar kalian semua untuk takut akan Allah, dan aku menganjurkan kalian untuk taat kepada-Nya, dan membawa apa yang baik.

 Ama ba’du.

Wahai manusia, dengarkanlah akan aku jelaskan pada kalian (tentang hal penting). Maka, sesungguhnya aku tidak tahu bahwa kemungkinan besar aku tidak akan berjumpa dengan kalian setelah tahun ini di tempat ini.

 Wahai manusia, sesungguhnya darah dan harta kalian adalah suci atas sesama kalian sampai kalian berjumpa dengan Tuhan kalian sebagaimana sucinya hari ini, di bulan ini, di negeri kalian ini. Bukankah sudah aku sampaikan? Ya Allah, saksikanlah.

 

Barang siapa di antara kalian mendapatkan amanah, hendaklah amanah itu dipenuhi kepada mereka yang telah memberikan amanahnya. Sesungguhnya, riba zaman jahiliah telah musnah. Riba pertama yang aku perangi adalah riba pamanku Abbas bin Abdul Muthalib. Dan darah (dendam) jahiliyah telah musnah pula. Dan darah pertama yang aku tunaikan adalah darah (dendam) Aamir bin Rabiah bin al-Harith, dan mengeksploitasi kebodohan adalah wajib berakhir pula. (Pembunuhan) disengaja (harus dibuktikan) disertai niat. (Pembunuhan tidak disengaja) seperti pembunuhan (secara tanpa niat) dengan tongkat dan batu, wajib membayar seratus unta. Barangsiapa yang menambahkan dia termasuk kaum jahiliyah.

Wahai umat manusia, sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah (manusia) di negerimu ini, tapi syaitan senang atas apa yang diikuti selain dari tempat ini, yaitu dari apa yang kalian lalaikan dari pekerjaan kalian.

Wahai manusia, sesungguhnya membuat kelebihan adalah bentuk penambahan (riba) yang dilakukan orang-orang kafir, dengannya orang-orang kafir menjadi sesat, mereka halalkan selama satu tahun, dan mereka haramkan selama setahun lainnya untuk menghindar dari beberapa ketentuan yang telah Allah larang. Dan bahwa zaman telah kembali berubah sebagaimana hari yang Allah menciptakan langit dan bumi. Di antara bulan-bulan itu, empat bulan termasuk bulan suci; tiga bulan berurutan dan satu bulan sendirian: (yaitu) bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab, yang datang antara (bulan) Jumadil (tsani) dan Sya’ban. Bukankah sudah aku sampaikan (semua ini)? Ya Allah, saksikanlah.

 Wahai umat manusia, sesungguhnya pada istri-istri kalian atas kalian ada hak-haknya. Demikian pula sebaliknya, atas mereka ada kewajiban untuk tidak melayani (di tempat tidur) selain kalian. Dan tidak memasukkan siapapun yang tidak kalian sukai ke rumah kalian kecuali atas seizin kalian. Maka, jika mereka (istri-istrimu) tetap melakukannya, maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kalian untuk “mendidik” mereka, dan (menghukum) mereka dengan pisah tempat tidur, bahkan kalian juga dapat memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti.

 Namun sebaliknya, bila mereka taat dan memperhatikanmu, maka adalah wajib bagi kalian memberi penghidupan sandang pangan mereka dengan penghidupan yang wajar. Namun wanita seperti tahanan, tidak memiliki apa-apa untuk diri mereka sendiri. Kalian meminta mereka (dari orang tuanya) dengan amanah Allah. Dan menikmati tubuh mereka dengan kalimat Allah.

 Maka, takutlah kalian pada Allah dalam hal (urusan) wanita. Dan hendaklak kalian memperlakukan mereka dengan baik. Bukankah sudah aku sampaikan? Ya Allah, maka saksikanlah.

 Wahai manusia, sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah saudara. Tidak diperbolehkan bagi sesorang untuk menggunakan (mengambil) harta saudaranya, kecuali dengan cara yang baik. Bukankah sudah aku sampaikan? Ya Allah, saksikanlah.

 Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu, kalian semua (berasal) dari Adam dan Adam (diciptakan) dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling taqwa. Tidak ada kelebihan orang Arab dengan orang asing (bukan Arab), kecuali kesalehannya. Bukankah sudah aku sampaikan? Ya Allah, maka saksikanlah!. Hendaklah yang menyaksikan (hadir) saat ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir.

 Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membagi setiap ahli waris bagian (hak) dari (harta) warisan, tidak diperbolehkan bagi seorang ahli waris menerima wasiat. Dan wasiat (kepada pihak lain) tidak boleh melebihi dari sepertiga (harta), anak (adalah) bagi pemilik ranjang (lahir dari perkawinan yang sah), dan bagi pezina adalah batu. Siapa yang mengaku-ngaku seseorang sebagai ayahnya, atau mengaku seseorang sebagai majikannya (khusus budak), niscaya dia mendapat kutukan Allah, para malaikat dan seluruh umat manusia. Tidak boleh bertranskaksi dengan mereka, dan tidak pula diterima (kesaksian) yang adil darinya.

 Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

 Setelah Rasulallah SAW selesai menyampaikan khutbahnya itu, Allah SWT menurunkan ayat al-Qur’an terakhir:

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu…” (QS Al-Maidah ayat: 3).

Mendengar ayat itu turun, Abu Bakar (RA) langsung menangis. Umar bin Khattab (RA) bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Abu Bakar (RA) menjawab, “Demi Allah, tidak ada lagi setelah kesempurnaan, kecuali semua akan berakhir”.

Setelah haji di tahun itu, Rasulallah SAW pun tak lagi balik ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Islam telah sempurna. Panji dakwah telah berkibar. Orang-orang telah menyatakan diri masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong.

Dan setelah sakit selama kurang lebih dua belas hari, (atau tepatnya sejak tanggal 29 Safar hingga 12 Rabiul Awal, dimulai sakitnya dari sehabis ziarah kubur di pemakaman Baqi’ di Madinah), Rasulallah SAW pun menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia kurang lebih 62 tahun. Air mata para sahabat Nabi pun tumpah. .

Kami bersaksi bahwa engkau — Ya Rasulallah — telah menyampaikan tugas risalah.

Wallahua’lam bis showab

About Redaksi Thayyibah

Redaktur