Breaking News
(Foto : Istimewa)

KISAH SINGA DAN TIGA KAMBING

Oleh : Anton Permana

(Foto : Istimewa)

Ada kisah menarik dari sebuah tamsil Arab yang saya dapatkan kirimannya dalam sebuah group WatsAps.Tentang kisah tiga ekor kambing hutan perkasa yang berwarna hitam, coklat, dan putih sedang berhadapan dengan seekor singa yang mau memangsanya. Namun karena ketiga kambing hutan tersebut kompak bersatu, singa itupun tak sanggup memangsanya. Mundur teratur.

Tapi si singa tidak kehilangan akal. Karena memangsa kumpulan kambing hutan ini sekaligus tak bisa, maka si singa menggunakan taktik dan akal bagaimana bisa memangsa kambing hutan ini satu persatu secara terpisah.

Adu domba dan bujuk rayu pun di mainkan. Si kambing hutan warna putih, adalah target utama singa karena yang paling kuat, paling idealis, dan paling senior. Si singa melobby dua kambing hutan hitam dan coklat bahwa hanya akan memangsa kambing putih. Dua kambing hitam dan coklat ini di di jamin aman dan bebas makan rumput tanaman sepuasnya. Dua kambing inipun tergoda dan terpedaya.

Lalu dimangsalah kambing putih ini dengan mudah, didepan mata dua kambing hutan tadi. Dua kambing hutan tadi cuek dan santai saja melihat kambing putih roboh bersimbah darah di makan oleh singa. Dua kambing hutan ini asyik menikmati kunyahan rumput hijau didalam mulutnya.

Seminggu waktu berjalan. Si singa lapar lagi. Tapi masih sadar tetap belum akan bisa memangsa dua kambing hutan sekaligus. Maka si singa mendatangi kambing hutan warna hitam dan mengatakan bahwa dia akan memangsa kambing hutan coklat, si kambing hutan warna hitam cukup diam saja dan bebas sepuas-puasnya memakan semua rumput hijau dalam hutan dengan aman sendirian.

Lalu dimangsa juga lah si kambing hutan warna coklat dengan mudah oleh si singa. Kambing hutan warna coklat roboh bersimbah darah meregang nyawa. Si kambing hutan warna hitam melihatnya dengan cuek karena masih asyik mengunyah rumput hijau di dalam mulutnya.

Singkat cerita, akhirnya tiba lah masa si singa lapar lagi dan mau memangsa si kambing hutan warna hitam. Di sinilah si kambing hutan warna hitam tersadar dan kaget. Bahwa dirinya tinggal sendirian. Dua kawan kambing hutan sebelumnya sudah tidak ada lagi. Semua tewas dimangsa singa.

Tapi sayang semuanya sudah terlambat. Ajal sudah di depan mata. Si singa sudah berada dua langkah di hadapannya sambil menyeringai jumawa. Di saat ajal menjemput kambing hutan warna hitam ini, disaat si singa melompat dan menggigit kuat urat lehernya, sambil berlinang air mata barulah si kambing hutan tadi sadar bahwa seharusnya, dirinya juga sudah mati di saat kematian awal kambing hutan warna putih di tangan singa.

Sebuah kisah analogi yang indah tapi juga bermakna sangat dalam. Khususnya bagi bangsa Indonesia saat ini. Khususnya bagi ummat Islam di Indonesia saat ini. Bagaimana pentingnya sebuah persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa bernama Indonesia.

Fakta sejarah membuktikan bagaimana setelah bangsa ini bersatu, akhirnya dapat merebut kemerdekaan. Berbagai upaya agresi militer dan pemberontakan pun semua dapat di kalahkan oleh rakyat Indonesia. Khususnya dalam menghadapi PKI.

Tapi, namanya komunis PKI, yang sedari dulu ingin merubah Indonesia menjadi negara komunis tidak pernah berhenti. Tiga kali gagal, membuat para PKI ini frustasi. Karena selagi rakyat Indonesia bersatu, ummat Islam Indonesia kompak pasti akan sangat sulit mereka kalahkan.

Makanya, pasca reformasi setelah PKI ini berhasil membonceng menumbangkan Orde Baru, mereka memainkan jurus baru adu domba, propaganda, bujuk rayu, perekrutan, dan cuci otak melalui media untuk memecah belah bangsa Indonesia.

Tahap pertama tentu ummat Islam dulu yang wajib mereka habisi. Karena ummat Islam mayoritas di negeri ini. Caranya, pecah belah dengan istilah Islam radikal Vs Islam moderat. Islam Arab Vs Islam Nusantara. Sambil menyusup dan mempengaruhi para tokoh dan ulamanya agar saling cakar dan saling menghabisi.

Yang manut dan ikut akan di beri fasilitas jabatan, uang, dan di tokohkan dengan segala pujian. Yang menentang akan di habisi, di isolasi, di kriminalisasi, hingga mati. Akhirnya terpecah belah lah ummat Islam berdasarkan aliran, mahzab, suku, hingga profesinya.

Apakah cukup sampai di situ? Tentu tidak. Karena pada dasarnya semua kelompok Islam yang sudah mereka pecah belah itu pada saatnya nanti pasti juga akan di habisi. Mau Islam radikal, Islam moderat, Islam Arab, bahkan Islam nusantara dan liberal sekalipun. Semua juga akan sama nasibnya. Seperti kisah singa mencicil dulu satu persatu para kambing hutan

Lalu apakah para ummat agama lain akan aman? Jawabannya tentu juga tidak. Jangan merasa aman dulu. Ini hanya masalah target antara dan waktu saja. Si PKI licik lihai memainkan sentimen agama untuk menghasut penganut agama non-muslim agar juga ikut memusuhi Islam. Menghabisi Islam.

Padahal sudah jelas pada saatnya nanti, Si PKI ini pasti akan menghabisi mereka itu semua. Karena namanya komunis tidak mengenal agama dan Tuhan. Begitu juga fakta dan bukti sejarah di beberapa negara termasuk kita, mau Islam, kristen, hindu, budha juga di habisi komunisne.

Ibrah nasehat yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah. Musuh bangsa Indonesia saat ini adalah kombinasi para Komunis dan Globalis. Dua kekuatan ini sedang berupaya memecah belah dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia secara sistematis dan bertahap.

Islam sebagai mayoritas adalah target utama. Dapat menghancurkan Islam, maka akan mudah menguasai Indonesia selanjutnya. Baru setelah itu para kelompok agama lain selain Islam. Karena para komunis dan globalis ini sangat tahu. Akan sulit menguasai Indonesia kalau rakyatnya bersatu.

Maka cara satu-satunya yang ampuh adalah bagaimana memecah belah anak bangsa atas nama isu SARA. Untuk itu, tak ada juga kata selain mari rapatkan barisan. Perkuat rasa ukuwah Islamiyah dan rasa persatuan sesama anak bangsa. Ingat slogan monumental kita waktu dulu, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Ibarat satu lidi dan sapu lidi. Kalau hanya satu lidi akan mudah di patahkan. Kalau sudah bersatu seperti sapu lidi akan sulit di patahkan. Atau seperti kisah tiga ekor kambing hutan melawan seekor singa di atas tadi. Kalau kambing hutannya kompak bersatu, maka sekuat apapun singa tak akan mampu memangsanya. Tapi kalau kambing hutannya bodoh, mau di rayu dan di hasut, maka bersiap-siaplah akan menjadi santapan singa yang ganas.

Semoga bangsa Indonesia semakin menyadari ini semua. Sebelum terlambat. Sebelum semua hancur lebur dalam perang saudara sesama anak bangsa.

 

About Redaksi Thayyibah

Redaktur