Breaking News
(Foto : DutaIslam)

Catatan Cinta Lansia (22)

Semesta Doa untuk Pertiwi

Oleh : Pipiet Senja

 

(Foto : DutaIslam)

Anno 25 April 2020

 Dari balik tirai jendela kamarku

Aku mengintip ulahmu

Kali ini engkau telah membuat heboh perumahan kami

Dengan culas dan licik sebab tak tampak wujudmu

Engkau telah menyebabkan

Seorang ibu kehilangan anaknya

Seorang anak kehilangan ibunya

Seorang kakak kehilangan adiknya

Seorang bapak kehilangan anak istrinya.

 

Aku terdiam beku

Tak mampu berkata-kata

Semesta kata tiada makna

Tertelan dukalara

Yang menghunjam dalam

Merabuk sukma

Begitu tajam

Merobek penuh seluruh sisi sisi kalbuku.

 

Dari balik jendela kamarku

Tempatku kini dirumahsaja

Menyusun kata demi kata

Menekan tuts-tuts laptop tua

Dengan jari-jari senjaku

Sesungguhnya tanpa suara

Delapan pekan sudah

Begini rupa aku melembari hari-hari tanpa warna

Bak langitku kini

Tampak semakin pucat tiada asa.

 

Ya Robbana….

Sampai kapankah kami begini?

Ya Robbana….

Mengapa semua jadi begini?

Ya Robbana….

Hentikanlah musim berkabut bersama Malaikat Maut ini.

 

Tiadakah Engkau mendengar semesta doa kami?

Kasihanilah mereka yang tak punya kerja lagi

Tiada pemasukan lagi

Sedang perut terus menagih isi.

 

Lihatlah, ya Robb!

Seorang anak kecil terkapar di pinggir kali

Mencari sesuap nasi

Ditinggal sendiri

Di gubuknya yang lapuk dan sepi

Ditinggal emak babu cuci

Tak kembali berhari-hari

Akhirnya tak mampu lagi

Sekadar mengangkat kakinya yang mungil

Terdiam kaku

Menyisakan senyum malu

Sebab tak sudi meminta

Walau perut terus berdendang parau.

 

Tiada yang mendekat

Tiada yang mengangkat

Hingga dirubung lalat

Dan tibalah regu

Berpakaian hazmat.

 

Duhai Tuhanku Segala Makhluk CiptaanMu

Mohon jangan tinggalkan kami

Hamba hambaMu nan lemah ini.

 

Siramilah bumi Pertiwi

Dengan hujan pembasuh wabah

Enyahlah engkau apapun itu yang tak nampak

Cukuplah rona hitam

Yang telah engkau taburkan

Ke pelosok negeri.

 

Dari balik jendela kamarku

Aku melihat semesta telah gigil

Mengguncang tanah airku

Sedang mereka di singgasana

Nyaris tak guna

Mengemban sumpah setia

Membela jelata

Sebaliknya sebagian telah berubah sebagai para pengkhianat bangsa.

 

Ya Robbana….

Dalam gemetar yang semakin mengguncang rasa

Hanya kepadaMu jua

Kami berserah diri

Laahaola wala quwwata ila billahi aliyul adhim.

 

Jangan biarkan kami menyerah

ya Robb….

Jangan biarkan

Kami melemah.

 

 

About Redaksi Thayyibah

Redaktur