Breaking News

Sesering Apa Kita Harus Mengganti Sikat Gigi?

thayyibah.com :: Tahukah Anda bahwa mulut adalah salah satu sumber bersarangnya bakteri? Ya, bakteri ditemukan tidak hanya di gigi, tapi juga di lidah. Menjaga kesehatan mulut sangatlah penting, sebab mulut menjadi tempat pertama terjadinya pencernaan makanan. Makanan yang kita makan akan dicerna di mulut dengan enzim-enzim yang ada pada mulut. Lalu proses pencernaan makanan dilanjutkan ke kerongkongan, dicerna oleh lambung, lalu diserap oleh usus. Terbayang bukan jika mulut kita tidak sehat? Bakteri akan ikut masuk ke dalam bagian tubuh lainnya.

Menjaga kesehatan mulut dapat dilakukan dengan rajin menyikat gigi. Menyikat gigi pun harus dilakukan dengan benar dan mencapai ke ujung gigi, sebab bakteri dapat berkembang biak di tempat-tempat tersembunyi pada bagian gigi. Gerakannya harus dilakukan dengan cara memutar, tidak hanya searah. Kita pun harus memilih sikat gigi yang nyaman dipakai dan tidak melukai gusi.

Sikat gigi memiliki kualitas yang berbeda-beda, ada yang cepat rusak bulu sikatnya, ada yang tahan dipakai untuk waktu yang lama. Tentu saja, terkadang kita tidak terlalu memperhatikan seberapa sering kita mengganti sikat gigi. Ketika kita melihat bulu sikat gigi sudah rusak, saat itulah biasanya kita mengganti sikat gigi. Namun, benarkah tindakan tersebut? Mari kita simak fakta-faktanya.

Mengapa harus mengganti sikat gigi?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, mulut menjadi salah satu sumber bersarangnya bakteri. Ketika kita menyikat gigi, bakteri atau mikroorganisme dapat berpindah ke sikat gigi. Belum lagi, tempat kita menaruh sikat gigi belum tentu steril. Seperti yang biasanya orang-orang lakukan, sikat gigi biasanya disimpan di tempat terbuka di dekat toilet, hal ini tentu yang bisa menjadi salah satu penyebab sikat gigi kita dihinggapi mikroorganisme.

Belum lagi, setelah menyikat gigi, sikat gigi akan basah, menyebabkan risiko bakteri berkembang cukup besar. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, sebab belum cukup penelitian yang mengungkapkan bahwa bakteri yang bersarang pada sikat gigi mampu menyebabkan penyakit pada bagian mulut. Penyakit mulut biasanya disebabkan karena bakteri yang ada pada mulut sendiri. Berdasarkan Richard Price, DMD, seorang dokter gigi di Newton, Amerika, telah ditemukan penelitian yang mengungkap bahwa mikroorganisme yang ditemukan pada sikat gigi tidak akan membuat orang jatuh sakit.

Odol atau pasta gigi yang digunakan biasanya memiliki komponen anti-germ, komponen ini mampu membuat mikroorganisme sulit bertahan. Tetapi mikroorganisme menyukai tempat yang lembap, sehingga, usahakan agar sikat gigi Anda selalu kering setelah dipakai dan taruhlah sikat gigi pada tempat yang kering.

Kapan sebaiknya mengganti sikat gigi?

Berdasarkan The American Dental Association, ternyata sebaiknya kita mengganti sikat gigi setiap tiga sampai empat bulan sekali. Jika Anda menggunakan sikat gigi yang dapat diganti kepalanya atau sikat gigi elektrik, gantilah kepala sikat itu dalam jangka waktu tiga sampai empat bulan. Hal serupa juga dikatakan oleh Melanie S. Djamil, seorang professor dan doktek gigi, dikutip oleh CNN Indonesia. Beliau mengatakan bahwa sikat gigi memang sebaiknya diganti tiga bulan sekali. Jika bulu sikat telah rusak, sebaiknya juga segera diganti. Bulu sikat yang telah rusak dapat melukai gusi, membuat gusi menjadi berdarah.

Masih menurut Melanie S. Djamil, gusi yang berdarah bisa juga disebabkan karena gusi yang sensitif. Jika hal ini terjadi berkali-kali, periksakan ke dokter sehingga Anda tahu produk perawatan gigi dan gusi yang baik untuk Anda. Jadi jika gusi Anda sensitif, jangan sampai menunggu bulu sikat rusak baru mengganti sikat gigi. Perdarahan pada gusi tidak boleh disepelekan.

Selain itu, menurut Maria Lopez Howell, juru bicara pembicara American Dental Association, sikat gigi anak-anak harus lebih sering diganti dibanding orang dewasa. Anak-anak sering menggigit sikat gigi, jadi kemungkinan bulu sikat giginya akan lebih cepat rusak dibanding dengan milik orang dewasa. Selain bulu sikat, Anda juga harus memperhatikan perubahan warna pada sikat. Jika sikat sudah berubah warna, saat itulah Anda sudah harus mengganti sikat gigi.

Bagaimana merawat dan membersihkan sikat gigi?

Selain memperhatikan bulu sikat dan waktu pemakaian, Anda juga perlu memperhatikan cara merawat dan membersihkan sikat gigi. Berikut ini adalah tips untuk merawat dan membersihkan sikat gigi:

  • Jangan menaruh sikat gigi pada tempat yang tertutup. Sebaiknya sikat gigi ditaruh di tempat yang terbuka agar cepat kering. Hal ini untuk mencegah bakteri semakin bersarang di sikat gigi Anda.
  • Jika sikat gigi Anda memiliki penutup sikat, seperti kebanyakan produk yang ditawarkan, ada baiknya menunggu sikat kering dulu sebelum memakaikan penutupnya.
  • Bersihkan sikat gigi dengan air keran. Jika Anda memang khawatir kuman berkembang biak di sikat gigi Anda. Anda bisa membersihkannya obat kumur yang memiliki kandungan antiseptik atau alkohol. Obat kumur juga ampuh untuk mencegah mikroorganisme berkembang, meskipun pasta gigi sudah cukup ampuh.
  • Taruh di tempat terbuka. Seperti yang sudah disebutkan di atas, hal ini dilakukan supaya sikat lebih cepat kering. Tidak masalah jika sikat ditaruh bersamaan dengan sikat gigi orang lain, tetapi yang perlu diingat adalah jangan pernah memakai sikat gigi yang sama bersama orang lain.

Sumber : hellosehat

About A Halia