Breaking News

5 Tips Aman Mengajak Anak Autisme Ke Acara Keluarga Besar

 

thayyibah.com :: Memiliki anak autisme merupakan tantangan berat. Bukan hanya memperhatikan kegiatannya sehari-hari, Anda juga perlu mengawasinya ketika ia harus menghadiri acara keluarga. Anda tentu tidak ingin anak merusak acara dan membuat anggota keluarga lainnya merasa tidak nyaman. Bagaimana caranya supaya anak dengan autisme dapat menghadiri acara keluarga tanpa masalah? Simak tipsnya berikut ini.

Apa saja kesulitan yang akan dihadapi orangtua?

Autisme adalah gangguan perkembangan yang muncul pada anak usia dini. Mereka akan mengalami masalah dalam berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal, melakukan gerakan aneh dan kaku berulang, atau menarik diri dari lingkungan. Meski gejala autisme mengganggu, anak dengan kondisi ini tetap dapat hidup relatif normal. Misalnya, ikut menghadiri acara keluarga.

Namun, orangtua perlu waspada jika mengajak anak dengan autisme pergi ke acara tersebut. Terutama jika situasi ini baru pertama kali dialami. Anda mungkin akan merasakan kegelisahan dan perasaan tidak nyaman menghadiri acara tersebut karena memikirkan kemungkinan buruk, seperti:

  • Keluarga menganut pemahaman yang salah mengenai autisme. Banyak informasi tidak benar yang beredar di masyarakat misalnya autisme menular dan bersikap agresif sehingga harus dijauhi.
  • Malu dengan kondisi anak dan merasa ditolak. Memiliki anak dengan kebutuhan khusus pasti menimbulkan kekecewan, perasaan malu, atau penolakan dari keluarga. Hal tersebut bisa menciptakan jarak antara Anda dan anak dengan keluarga besar.

Tips mengajak anak autisme datang ke acara keluarga

Untuk mematahkan kegelisahan tersebut, Anda sebagai orangtua perlu mencari cara supaya anggota keluarga yang lain dapat menyambut si kecil dengan baik. Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan ketika mengajak anak dengan autisme ke acara keluarga, seperti:

1. Pertimbangkan kembali apakah harus mengajak anak atau tidak

Jika Anda ingin mengajak si kecil dengan gangguan perkembangan mendatangi acara keluarga, pastikan jika acara tersebut memang cocok untuk anak. Pada acara tertentu yang cenderung formal, Anda tidak perlu mengajak si kecil. Begitu pun dengan suasana acara yang cenderung ramai. Dikhawatirkan si kecil akan bersikap agresif sehingga mengganggu acara dan menjadikan Anda sebagai pusat perhatian.

Sebaliknya, acara yang cukup terbuka dan bebas seperti arisan atau pesta ulang tahun bisa didatangi si kecil karena acaranya cukup menyenangkan dan tidak menimbulkan ketegangan atau kecemasan.

2. Bantu keluarga Anda untuk memahami kondisi anak

Informasi keliru mengenai autisme pada anak bisa memperburuk hubungan anak dengan anggota keluarga yang lain. Untuk itu, perlu Anda luruskan sehingga keluarga akan lebih terbuka dan memahami kondisi Anda.

Ketika Anda menghadiri pertemuan keluarga, tidak ada salahnya untuk membagi informasi seputar autisme bahwa gangguan ini tidak menular, bagaimana cara mengatasinya, dan perawatan apa yang sedang Anda terapkan.

3. Batasi interaksi dengan keluarga yang belum menerima kehadiran si kecil

Menerima kondisi anak denagn autisme bukan hal mudah. Bukan hanya Anda dan pasangan tapi juga keluarga Anda yang lain. Jika kehadiran si kecil belum bisa diterima anggota keluarga tertentu, maka hindari situasi yang penuh tekanan dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Caranya batasi interaksi dan komunikasi si kecil dengan keluarga tersebut. Misalnya, memilih menginap di hotel atau keluarga lainnya yang lebih mengerti kondisi Anda. Namun, ingat membatasi interaksi tersebut bukan berarti melarang anak untuk bertemu. Hanya sebisa mungkin Anda tidak menyulitkan keluarga lain yang belum sepenuhnya menerima kondisi si kecil dengan baik.

4. Jangan terlalu lama menghadiri acara

Kehadiran Anda, pasangan, dan si kecil dalam acara memang penting untuk menjalin hubungan kekeluargaan lebih erat. Namun, tidak selalu alasan tersebut membuat Anda mengikuti semua acara dari awal hingga selesai. Lantas, harus bagaimana?

Anak dengan autisme sangat mudah lelah dengan kebisingan, cahaya, bau, dan interaksi sosial yang intens. Jadi, jangan memaksakan diri untuk mengikuti acara hingga akhir. Jika si kecil memang sudah kelelahan, sebaiknya pamit untuk pulang lebih awal.

5. Mampu mengatasi situasi darurat

Untuk menghindari suasana bertambah buruk saat si kecil mulai kambuh di tengah acara, Anda harus tahu cara tepat untuk menghadapinya. Misalnya, pindahkan anak ke area yang lebih tenang dan sunyi supaya ia lebih mudah ditangani. Selain itu, hindari pergi dengan anak tanpa pasangan. Ini akan membuat Anda kewalahan nantinya. Jadi, ajak pasangan untuk menemani Anda pergi ke acara keluarga bersama si kecil.

Sumber: hellosehat.com

About A Halia