Breaking News

Jejak Islam di Cook Islands

Cook Islands
Cook Islands

thayyibah.com :: Kawasan Oceania amat kaya akan pulau-pulau kecil yang indah pemandangannya. Sebut saja Hawaii, Fiji, Vanuatu, Palau, termasuk Papua Nugini dan New Zaeland. Begitu banyak pulau eksotis di Samudra Pasifik tersebut. Salah satu yang tak boleh luput tentu saja Cook Islands.

Tentu tak berkaitan dengan masak-memasak nama kepulauan seluas 240 kilometer tersebut. Nama Cook diambil dari nama seorang penjelajah Inggris, James Cook. Dialah yang pertama kali membuka kontak antara Cook Islands dan Eropa, termasuk beberapa pulau lain di Oceania. Dalam sejarah negara, Cook Island lepas dari otonomi Selandia Baru, kemudian membentuk pemerintahan sendiri dengan sistem demokrasi parlementer.

Digambarkan oleh LonelyPlanet, Cook Islands merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang memiliki keindahan luar biasa. Pasir pantai putih yang membentang ditambah ombak yang menari-nari dan pemandangan hijau pegunungan menjadikan kepulauan tersebut begitu sedap dipandang mata. Tak heran jika setiap tahunnya, Cook Islands dikunjungi sekitar 90 ribu wisatawan.

Houssain Kettani dalam “Muslim Population in Oceania” mengatakan, tak jelas berapa jumlah Muslim di Cook Islands. Pasalnya, perhitungan Muslimin tak ikut serta dalam sensus negara tersebut. Meski demikian, Kettani menaksir jumlah Muslimin di kepulauan itu sekitar 0,10 persen dari total penduduk sekitar 15 ribu jiwa. Angka perkiraan tersebut didapat dari data sensus yang menunjukkan terdapat 616 orang atau sekitar 4,10 persen yang mengakui agama selain yang terdaftar.

Dalam CIA World Factbook disebut penganut Protestan mendominasi penduduk Cook Islands dengan persentase mencapai 69,6 persen dari total penduduk. Agama lain yang dianut penduduk, yakni Katolik Roma sebanyak 16,8 persen dan Mormon dengan 3,8 persen. Adapun 4,2 persen lain tercatat menganut agama selain ketiga agama tersebut, 2,6 persen tak dapat diidentifikasi, kemudian tiga persen tak menganut agama apa pun.

Jika menilik sejarah silam Cook Islands, tak mengherankan jika kepulauan tersebut didominasi penganut Kristiani. Pascawafatnya James Cook pada 1779, para misionaris ditinggalkan di Cook Islands untuk membangun hubungan dengan masyarakat setempat. Pendeta John Williams dari London Missionary Society (LMS) kemudian membangun umat Kristiani di sana. Agama Nashara pun mengakar kuat di kepulauan tersebut. Bahkan, para missionaris  membangun gereja indah di kepulauan itu

Dalam perkembangannya, Cook Island lebih berhubungan dekat dengan Amerika Serikat. Bahkan, saat perang dunia kedua, negeri ini pernah menjadi lokasi lapangan terbang militer AS, lebih tepatnya di Pulau Penrhyn dan Aitutaki. Meski tak banyak terlibat dalam perang, Cook Island merupakan koloni yang tak bisa luput dari perhitungan AS dan Inggris. Maka tak heran jika pengaruh Kristiani sangat kental di pulau tersebut. Sebagaimana pulau sekitarnya, termasuk Hawaii, agama penganut trinitas tersebut lebih tumbuh subur dibanding pulau-pulau lain di Samudra Pasifik.

Kendati demikian, Islam dapat masuk ke Cook Islands walaupun tak semudah masuknya Islam ke beberapa pulau sekitarnya, seperti Fiji, New Celedonia, Solomon Island, ataupun Vanuatu. Berdasarkan pembagian lokasi Oceania, Cook Island memang berada di segitiga Polynesia. Sedangkan Fiji, Caledonia, dan sebagainya, termasuk kaawasan Melanesia. Dibanding Polynesia, kawasan Melanesia memang lebih familiar dengan agama Islam apalagi lokasinya berdekatan dengan Indonesia, negara Muslim terbesar dunia.

RG Crocombe dalam bukunya Asia in the Pasific Islands: Replacing the West menyebutkan tak jelas siapakah masyarakat Cook Islands yang pertama kali memeluk dan menyebarkan agama Islam. Namun,  ia menyebutkan dan menampilkan foto seorang di antara mereka bernama Tatiana Kautai. Berjilbab, warga Cook Islands atau yang sering disebut dengan “Islander” tersebut merupakan satu dari beberapa pemeluk Islam pertama di kepulauan. Mereka diperkirakan berislam sejak beberapa dekade terakhir.

Sumber: Islam Digest Republika

About A Halia