Breaking News
Angkot di Bekasi (foto : istimewa)

Sopir Angkota*

 

Angkot di Bekasi (foto : istimewa)

 

Sopir-sopir angkutan kota (angkot) saling menyalip berebut penumpang.

Tak jauh di depan angkot yanh kutumpangi seorang ibu dan 3 orang anaknya berdiri di tepi jalan.

Setiap angkot yang berhenti dan berbicara dengan si ibu, langsung melaju kembali, hal ini terus terulang berkali-kali.

Saat angkot yang kutumpangi berhenti, si ibu bertanya :

“Dik, lewat terminal bis ya?”
Sopir menjawab : “Ya bu”.

Si ibu tak segera naik, berkata lirih :

“Tapi saya ber-3 dengan anak-anak tidak punya ongkos.”

Sambil tersenyum, sopir itu menjawab :
“ Tidak apa-apa bu, naik saja”.

Si ibu tampak ragu, sang sopir mengulangi perkataannya :

“Ayo bu, naik saja, tidak apa-apa.”

Disaat angkot lain berlomba mencari penumpang mengejar setoran, sopir yang satu ini rela 4 seat kursi penumpang nya di gratiskan.

Sampai di terminal bis, 4 orang penumpang itu pun turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir.

Namun di belakang ibu itu, ada seorang penumpang pria turun dan membayar Rp. 25.000.

Ketika Sopir akan memberi kembalian, pria itu berkata :

“ Untuk Ongkosku dan 4 orang penumpang tadi. “Teruslah jadi orang baik ya dik”, kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu.

Seorang ibu yang jujur. Seorang sopir yang baik hati. Seorang penumpang yg dermawan.

Mereka saling mendukung dalam berbuat kebaikan.

Hidup ini hanya sekali dan begitu singkat. Marilah kita terus berbuat baik, jangan berhenti dan jangan pernah merasa lelah untuk berbuat kebajikan.

Tidak perlu harus kaya untuk melakukan kebaikan.

 

*Artikel ini diambil dari WAG, tanpa menyebut nama dan sumber tulisa.

About Redaksi Thayyibah

Redaktur