Breaking News

Ketika Suami Mengetuk Pintu Rumah

ketuk pintu

thayyibah.com :: Di antara amal perbuatan terpenting bagi seorang wanita Muslimah setelah beribadah kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, adalah usaha untuk menarik hati suami. Sehingga sang suami merasa senang berada di sampingnya, tenang hidup bersamanya, dan bahagia dapat menemaninya.

Oleh karena itu, istri yang cerdas akan mengupayakan beragam hal yang sesuai syariat agar dapat menyenangkan dan menggembirakan hati suaminya, sehingga sang istri dapat duduk bersama di atas singgasana kenikmatan, ketenangan, dan kebahagiaan.

“Menurut saya, menyambut kedatangan suami adalah hal yang tidak begitu penting, bahkan sudah jadi rutinitas yang biasa-biasa saja tanpa ada kesan yang spesial.”

Mungkin itulah yang terlintas dalam benak kita. Namun perlu diketahui bahwa sikap menyambut suami yang baik, merupakan suatu gerbang menuju rumah tangga yang sakinah. Ingat, biasanya sesuatu itu dilihat dari kesan pertamanya.

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para istri di rumah ketika menyambut kedatangan sang “pangeran” dari medan juang, yaitu:

  1. Berikan kesan pertama yang indah.

Di antara sifat yang menjadikan seorang istri semakin cantik di mata suaminya adalah ceria, riang, gembira dan ramah tamah. Ketika suaminya pulang ke rumah dalam keadaan letih sehabis bekerja, atau setelah mengerahkan pemikirannya, sang istri akan menyambutnya dengan wajah ceria, senyum manis yang merekah, dan menyiramkan kepada suami kata-kata yang menyenangkan sehingga dapat membersihkan guratan keletihan dalam rona wajahnya dan me-refresh kemelut dalam pikirannya.

Tak lupa sang istri memperindah dan melembutkan suaranya, menghiasi alunan suara dengan kelembutan nada dan irama dalam kata-katanya. Maka berbahagialah suami yang disambut dengan sambutan seperti ini.

Berbeda halnya jika seorang istri menyambut sang suami dengan muka yang cemberut, sapaan yang se-”ikhlasnya” alias formalitas dan gaya-gaya lain yang semisalnya. Alih-alih ingin mendapatkan hati suami, yang didapatkan malah “empedu” yang pahit.

  1. Perhatikan performa tampilan anda.

Seorang wanita sholihah akan selalu berdandan dengan berbagai macam perhiasan bagi suaminya, sehingga dia akan tampak cantik dan menawan. Tujuannya tidak lain agar menyenangkan pandangan suami dan membahagiakan hatinya.

Jangan beranggapan kalau seorang wanita sholihah adalah mereka yang hanya fokus beribadah kepada Alloh   saja dan anti bersolek, rambut yang acak-acakan, wajahnya pucat dan berpakaian kumal. Anggapan itu benar-benar salah total.

Karena para wanita sholihah pada masa kurun terbaik pun seperti ‘Aisyah rodhiallohu anha, selalu memakai pakaian dan perhiasan yang baik pada saat di rumah. Hal tersebut ia lakukan hanya untuk suaminya tercinta, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam.

Alangkah bahagianya seorang suami ketika disambut istrinya yang telah berhias seindah mungkin bagi dirinya.

Bagaimana jika sebaliknya? Apa kiranya ekspresi sang suami ketika ia melihat sosok yang nampak di balik pintu adalah seorang istri yang berambut acak-acakan, wajah yang pucat pasi dan pakaian yang masih kotor karena kerjaan di dapur?

Jangan harapkan ada ekspresi “sumringah” dari suami yang disambut oleh istri yang demikian keadaannya.

  1. Beri suami kabar manis.

Sangat banyak hal yang ingin diceritakan seorang istri ketika suaminya pulang, ada kabar yang baik, namun terkadang ada pula kabar yang tidak mengenakkan hati.

Setiap orang akan senang jika mendapatkan kabar atau berita yang menggembirakannya, maka jangan ragu untuk segera memberi kabar gembira kepada suami Anda.

Sedangkan untuk jenis kabar yang kedua, sebaiknya anda sebagai istri harus menahan diri untuk tidak menceritakannya kepada suami yang baru pulang. Tunggulah waktu dan kesempatan yang tepat.

Dengan memberi kabar gembira dan menahan kabar buruk, dada suami yang sesak dapat lapang kembali dan pikiran yang kusut dapat jernih kembali. Setelah situasi dan kondisi telah normal kembali dan suami telah siap untuk menerima masalah kembali, barulah diceritakan problem yang ada dan didiskusikan pemecahannya.

  1. Qona’ah dan syukur.

Istri yang baik akan senantiasa menerima kedatangan suami bagaimanapun hasil yang telah ia upayakan dalam mengais rezeki. Adakalanya suami datang tanpa membawa hasil yang diharapkan.  Kita selalu berharap suami datang dengan rezeki berlimpah, namun kenyataannya ia hanya membawa “sesuap” rezeki.

Qona’ah dan syukur. Itulah sikap yang harus kita kedepankan ketika menghadapi ujian dalam masalah rezeki. Syukurilah pemberian suami dengan berterima kasih kepadanya, dan bersyukur kepada Alloh, sebesar apapun itu. Ingat, Alloh ta’ala akan menambah nikmat bagi orang-orang yang bersyukur dan mengancam dengan adzab bagi mereka yang enggan bersyukur. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,

 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrohim [14]: 7)

  1. Menyiapkan makanan dan menata rumah dengan rapi.

Biasakanlah agar ketika suami datang telah tersedia makanan baginya. Untuk itu, seorang istri harus cekatan dalam menentukan waktu dan menyediakan menu makanan sesuai dengan selera suami.

Penataan rumah yang rapi dan teratur, merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam, karena hal tersebut akan membuat suami dan penghuni rumah lainnya merasa nyaman tinggal di dalamnya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam rangka menyambut kedatangan suami. Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.

Sumber: Fajrifm

About A Halia