Breaking News
Ilustrasi Kisah seorang bapak, anak laki-laki, dan seekor keledai

Seorang Bapak, Anak, dan Keledainya

Ilustrasi Kisah seorang bapak, anak laki-laki, dan seekor keledai
Ilustrasi Kisah seorang bapak, anak laki-laki, dan seekor keledai

thayyibah.com :: Suatu ketika seorang laki-laki beserta anak nya membawa seekor keledai untuk di jual di pasar. Di tengah jalan beberapa orang melihat mereka dan tertawa kecil, “Lihatlah orang tua itu dia membiarkan anak nya yang masih kecil berjalan sementara ia duduk enak di atas keledai itu?”.

Laki-laki itu mendengar perkataan orang tersebut. Ia lalu meminta anaknya untuk naik ke atas keledai.Tak berapa lama berjalan, seorang perempuan melihat mereka, dan berkata, “Sudah terbalik dunia ini! sunguh anak tidak tahu diri! ia enak-enakan di atas keledai sedangkan ayah nya yang tua di biarkan berjalan.”
Kali ini sang anak pun turun dari punggung keledai dan membiarkan ayahnya yang menaiki keledai tersebut. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda, lantas ia pun berkata kepada orang tua itu, “Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?”.

Mereka menuruti nasihat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok pemuda melewati ayah dan anak ini lantas mereka pun berkata “Binatang malang ia menanggung beban 2 orang gemuk tak berguna, ternyata masih ada orang sekejam itu di dunia ini!”. Sampai di sini ayah dan anak itu sudah muak dengan perkataan semua orang yang mereka dengar sepanjang perjalanan, lantas sang ayah pun berkata manusia-manusia ini tidak akan pernah berhenti berbicara walaupun keledai ini sudah kita panggul.

Kisah ini saya dapatkan ketika saya masih belajar di pondok dulu,dan biasanya seseorang yang memepelajari bahasa arab pernah mendengar kisah ini karena begitu populer nya kisah ini, begitu pula perkataan ayah kepada anaknya ini sampai di jadikan sebuah kata-kata mutiara “Kalamunnnas laa yantahii” yang artinya perkataan manusia tidak akan ada habisnya.

Kisah ini banyak mengandung pelajaran diantaranya jika kita hanya berusaha untuk menyenangkan orang lain,maka suatu saat kita tidak akan sanggup melakukannya.maka lakukanlah sesuatu sesuai prinsip yang kita pegang dan kita, yakni sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah, maka Allah sang pencipta akan menyenangi kita, dan ketika Allah menyukai kita maka tidak ada alasan bagi para hambanya yang taat kepadaNya untuk membenci diri kita, sedangkan Iblis dan bala tentaranya termasuk orang – orang yang membenci kita pasti akan jelas-jelas marah kepada kita dengan apa yang kita lakukan untuk mencapai keridhoan Allah.

Kebanyakan manusia pada jaman ini hanya berani mengekor dan mengikuti orang banyak padahal tidak semua yang banyak itu benar dan yang sedikit itu salah.

Suatu hari ketika pak kiai sedang berceramah beliau pun mengatakan hal yang serupa dengan kisah di atas tetapi dengan ungkapan yang berbeda, beliau berkata “Kuping budek, mata picek”. Budek dari perkataan orang banyak yang akan meyesatkan kita, dan picek dari pandangan mata orang-orang yang tidak suka dengan perbuatan kita. Wallahu a’lam. (thayyibah)

About Lurita

Online Drugstore,cialis next day shipping,Free shipping,order cialis black,Discount 10%, dutas buy online