Oleh: Doni Riw Pada awalnya, membuat sesaji adalah sebuah upaya agar manusia terbebas dari malapetaka. Manusia sadar bahwa dirinya lemah dalam menghadapi fenomena alam seperti erupsi, gempa bumi, atau tsunami. Secara naluriah, manusia sadar bahwa di balik laut, gunung, bumi, atau langit, ada dzat adikodrati yang berkuasa. Kemudian manusia mencoba memberikan apa yang dia senangi, seperti ingkung, rokok, serta kopi, …
Read More »Artikel
Saatnya Kita Uzlah
Oleh: Davy Byanca Dalam sebuah riwayat disebutkan, suatu ketika Rasulullah saw berkata kepada para sahabat, ”Apabila kamu melihat banyak orang yang mengingkari janji dan tidak dapat dipercaya dalam menyampaikan amanat, mereka juga amat bakhil, maka itulah waktu yang tepat untuk ber-‘uzlah.” Abdullah bin ‘Umar ra lalu berkata, “Pada saat seperti itu apa yang harus kami lakukan, ya Rasulullah?” Nabi saw …
Read More »Tragedi Trowek, Kecelakaan KA Mengerikan Yang Nyaris Terlupakan
24 Oktober 1995, kala malam langit mulai menghitam sebuah tragedi mencekam terjadi. Sebuah peristiwa yang tidak pernah terduga dan nyaris terlupakan, Tragedi Trowek insiden kecelakaan kereta api Indonesia yang mengerikan terjadi. Peristiwa mengerikan ini bermula dari Kereta Api (KA) Galuh yang menangani rute Jakarta (Pasar Senen) – Banjar mengalami kendala di Stasiun Cibatu. Masalah yang terjadi di rangkaian KA Galuh …
Read More »Orang Kaya Sesungguhnya Tak Suka Pamer
Elon Musk, manusia terkaya sejagat. Dan kabarnya, sepatu yang dikenakan anaknya ini hanya seharga $20. Sepatu itu dibelinya di Target, salah satu superstore dan toko diskon terkemuka di Amerika. Semakin kaya, semakin biasa hidupnya. Dia membeli sesuatu berdasarkan fungsinya. Dia merasa tak perlu membuktikan apapun lagi terkait kekayaannya. Dia tak perlu memamerkan kemewahan apapun untuk membuktikan dirinya sebagai manusia terkaya …
Read More »Rentenir Desa
Oleh: Joko Intarto Pernah baca tawaran seperti ini? ”Anda butuh tambahan modal untuk bertani? Kami sediakan modalnya. Kami sediakan bibitnya. Kami siapkan pembelinya.” Menarikkah prospeknya? Namanya juga iklan. Pasti menjanjikan yang manis-manis. Kopi tanpa gula tidak diiklan sebagai kopi pahit, melainkan kopi yang aman. Begitu pun iklan tawaran modal usaha budidaya pertanian itu. Simulasinya sederhana saja. Misalnya: Budidaya bawang merah. …
Read More »Songket Subahnale dari Lombok
Oleh: Salim A Fillah Di tengah kabar bahwa songket telah diakui sebagai warisan tak benda dunia oleh UNESCO dari Malaysia dan berita bahwa Timnas Indonesia berjaya di perhelatan matchday terakhir Grup B Piala AFF dengan skor 4-1, Mas Sukirman ‘Mamin’ dari Omayi Art Gallery memberi hadiah kepada kami sepasang tenun ikat Lombok dengan motif Subahnale. Kain yang indah ini berbahan …
Read More »Memang Kita Beda
Oleh: Davy Byanca Kita harus mampu berdamai dengan perbedaan dan ketidakpastian hidup. Sebab tak semua masalah harus dilihat dengan kaca mata yang sama, dan tak semua rencana akan berjalan dengan damai. Boleh jadi hidup adalah adalah sebuah cerita. Tapi bukan berarti kita bisa menilai kehidupan orang lain berdasarkan sebuah plot cerita dari penguasa. Kerana Sang Khaliq menciptakan kita berbeda-beda dan …
Read More »Amal dan Surga
Oleh: Davy Byanca Dalam perjalanan spiritualku, aku sering mendengar hadist untuk memahami bagaimana Mahapenyayang dan Mahapengasihnya Allah swt; “Seseorang tidak akan masuk surga dengan amalnya!” Mereka berkata, “Tidak juga engkau wahai Rasulullah?” Nabi saw menjawab, “Tidak juga aku, kecuali kalau Allah menutupiku dengan rahmat-Nya.” Hr. Bukhari. Dengan logika bodoh dan sederhana, dulu kupikir ternyata amal tak akan memasukkan diriku ke …
Read More »Belajar Dari Secangkir Kopi
Oleh: Davy Bya Semua manusia memasuki kehidupan ini dengan tangan kosong, lalu berharap bisa menggenggam serta memperoleh segalanya di dunia. Apa sesungguhnya yang kita dambakan? Awalnya, mungkin hanya makanan, cinta dan kasih sayang yang kita tuntut. Kelihatannya, keinginan itu gampang dipenuhi, tetapi dengan segera keinginan itu tumbuh semakin besar dan lebar. Jadi, yang kita sebut sebagai “kebutuhan” pun menjadi semakin …
Read More »Gulagalugu Gaji Guru
Oleh: Doni Riw Aku pernah jadi Guru SMA Elit Swasta. Hampir semua muridnya anak orang berpangkat dan kaya. Wajar, hanya mereka yang mampu membayar biayanya. Dalam peradaban kapitalis, semua hal menjadi komoditas. Tak terkecuali sekolah. Sebagai sebuah entitas bisnis, orientasinya tentu profit. Produk yang dijual adalah jasa. Konsumennya adalah orang tua siswa. Penjualnya pemilik yayasan. Sedangkan, pelayan, eh, pegawainya adalah …
Read More »
Thayyibah