Oleh: Salim A. Fillah Apa yang paling ditakuti pasukan Belanda dari laskar Jawa? Mayor Francois Ridder De Stuers, ajudan sekaligus menantu Jenderal Hendrik Merkus De Kock sang Panglima Perang Jawa mencatat dalam memoarnya : tombak. “Mereka menyerang kavaleri kita dengan tombak-tombak panjangnya. Gerakan mereka begitu mantap dan tertata. Tombaknya dihantamkan ke leher kuda para perwira kita sehingga hewan itu terkejut. …
Read More »Redaksi Thayyibah
Neraca Bersama
Oleh: Salim A. Fillah Begitu kita berkeluarga, berbagai neraca dalam timbangan perasaan, fikiran, sikap, dan tindakan, berubah secara mendasar. Pertama-tama, “aku” dan “kamu” telah menjadi “kita”. Dari yang dulunya “keinginan” yang bisa serta-merta kita wujudkan bila ada kemampuan, menjadi renungan panjang dan doa-doa. Hatta sekedar melihat makanan kesukaan yang dulu sampai diburu, dibeli, dan dinikmati, kini ia jadi tanda tanya …
Read More »Mimpi Seorang Hamba
Oleh: Davy Byanca Suatu malam, seorang hamba yang saleh bermimpi sedang berdialog dengan Tuhan. Ia berkata, “Wahai Tuhan, aku ingin mewawancarai-Mu, adakah Engkau ada waktu untukku?” Tuhan tersenyum seraya berkata, “Waktu-Ku kekal. Cukup untuk melakukan semua hal, apa yang ingin kau tanyakan?” Ia bertanya, “Apa sesungguhnya yang mengejutkan-Mu tentang manusia seperti diriku ini, wahai Tuhan?” Dengan tersenyum, Tuhan berkata, “Mereka …
Read More »Jayakarta
Oleh: Salim A. Fillah Tersebut dalam hadits yang dicatat Imam Muslim dan Imam Ibn Majah, bahwa Nabi ﷺ tertidur di rumah ‘Ubadah ibn Ash Shamit dan Ummu Haram bint Milhan, kemudian beliau terjaga dan tertawa. Maka bertanyalah sang nyonya rumah, “Apa yang membuatmu tertawa ya Rasulallah?” Beliau bersabda, “Sekelompok umatku diperlihatkan oleh Allah kepadaku, mereka berperang di jalan Allah mengarungi …
Read More »Geser Cola dan Kapitalisasi Olahraga
Oleh: Doni Riw Pada awalnya, olahraga adalah upaya manusia untuk menjaga vitalitas tubuh dan jiwa. Tapi kapitalis telah menjungkirbalikkan semuanya. Sepak bola memang cabang olah raga. Tapi kompetisi dan perebutan piala-piala itu soal tiket dan sponsor. Bukan soal kesehatan para atletnya. Bagi atlet yang masih punya idealis, dia akan menggeser produk sponsor yang bertentangan dengan tujuan sejati olahraga. Tetapi bagi …
Read More »Ronaldo, Soal Alasan Putus dengan Irina
“Kami berhubungan sangat baik, tapi dia memiliki kebiasaan mengatakan: “Mengapa kamu membawa ibumu ke manapun kita pergi? Kamu harus memilih di antara kami.” Saya menjawab, “Saya tidak akan pernah bisa meninggalkan ibu saya untuk wanita lain. Saya tidak menyesal putus dengannya.” Ibu adalah segalanya. (Meravigliosa)
Read More »Hakikat Sahabat Sejati
Oleh: Davy Byanca Aku pernah mendengar ceramah dari seorang ustadz yang membahas topik ‘Makna Teman’. Konon katanya, “teman yang buruk adalah teman yang jika kau lupa sama Allah, maka dia tak akan mengingatkanmu. Lalu teman yang baik adalah jika kau lupa sama Allah maka ia akan mengingatkanmu, sedangkan sebaik-baiknya teman adalah jika kau bertemu dan melihat wajahnya, maka kau segera …
Read More »Gerakan Menuntut 8 Persen Saham Hotel Siti
Ole: HM Joesoef (Wartawan Senior) Dari hari ke hari, para investor Patungan Usaha dan Patungan Aset bermunculan dan menuntut hak-hak mereka yang sejak 2012 diabaikan oleh Yusuf Mansur. Sebagaimana kita ketahui, pada tahun 2012-2013 Yusuf Mansur keliling ke kota-kota besar di Indonesia untuk memasarkan Patungan Usaha dan Patungan Aset. Ia juga jamak muncul di televisi, di sela-sela ceramahnya, ia memasarkan Patungan …
Read More »Bilaal Tak Lulus TWK
Oleh: Doni Riw Umayah bin Khalaf akhirnya tahu bahwa Bilaal telah ikut arus radikalisme. Sontak pembesar Quraisy Jahiliyah itu murka. Bagaimana bisa sahayanya itu ikut aliran intoleran yang sangat dia benci itu? Sebagai tokoh berpengaruh, dia akan membuktikan kepada masyarakat tentang kekuasaannya. Dia akan paksa Bilaal untuk kembali kepada ajaran nenek moyangnya. Dia bawa sahaya Afrika itu ke tengah padang …
Read More »Menjadi Pribadi Yang Kritis
Cerita yang Tercecer Oleh: Davy Byanca Usai shalat dzuhur di mushola SMAN di Surabaya, aku berdoa cukup lama, tak terasa air mata meleleh di pipiku. Tak kuduga, pak Hasan, pesuruh di kantor tata usaha sekolah mengamatiku. “Mengapa mas menangis sewaktu berdoa?” tanyanya kepadaku, seakan ia sedang menyapa kenalan lama. “Aku tidak tahu mengapa,” jawabku, dengan perasaan gundah. Pertanyaan itu tak …
Read More »
Thayyibah