Breaking News
(Foto : Liputan6)

Jika Kau Kunjungi Makkah

Oleh: Salim A. Fillah

(Foto : Liputan6)

Jika nanti kau kunjungi Makkah, sesekali palingkanlah wajah dari toko-toko yang megah dan barangan yang mewah, dan beralihlah menatap pasir-pasir dan debunya yang kini bersirajalela lebih kerana pembangunan di mana-mana.

Jika nanti kau kunjungi Makkah, sesekali keluarlah dari ruangan sejuk bernaung marmer-marmer Yunani, berpendingin semriwing, yang beralas permadani tebal, empuk, dan wangi. Keluarlah sejenak ke cercahan teriknya, walau bebayang gedung-gedung jangkung berebut menaung.

Sebab dalam suasana itu, Sumayyah menemui syahadah, tertembus tombak dari selangkang hingga ubunnya. Sebab dalam suasana itu, Yasir disalib, Bilal diseret ke tengah gurun, ditindih batu di atas pasir membara, dan dicambuk hingga pemecutnya kelelahan. Sebab dalam sesak itu, Khabbab pernah diselongsong di atas api pembakar besi, hingga cairan yang menetes dari lepuhan punggunglah yang memadamkan nyala yang memanggang tubuhnya.

Dalam gerah ini pula, Sang Nabi ﷺ menangis dan berkata, “Duhai Makkah, sungguh engkau adalah bagian bumi yang paling dicintai Allah, maka kamipun sangat mencintaimu.. Seandainya bukan karena kaumku mengusirku darimu, aku takkan pernah meninggalkanmu..”

Jika kau nanti menjadi tamu Allah, sesekali pejamkan matamu dari kilau gemerlap lampu-lampunya, dari kecerlangan dinding granit berukir-ukir. Lalu bacalah talbiyah dengan penghayatan orang-orang yang dipanggil Nabiyyullah Ibrahim lalu datang berjalan kaki atau menaiki unta-unta kurus dalam perjalanan berbulan-bulan dari lembah-lembah yang dalam.

Untuk menghayati tanda-tanda kebesaran Allah, untuk menyaksikan maslahat-maslahat yang banyak, untuk mengenal saudara-saudaranya sebapak Adam dan seibu Hawa yang berbangsa-bangsa, bersuku-suku, berbeda warna kulit, berlainan bahasa. Untuk bertamu pada Allah seperti seruan Khalilur Rahman, untuk menyusuri senyum dan airmata Rasulullah yang basah ke hati kita.

Lalu mari mengenang dua uswah hasanah itu dalam doa rindu, “Allahumma shalli ‘ala Sayyidinaa Muhammad wa ‘ala ali Sayyidinaa Muhammad. Kama shallaita ‘ala Sayyidinaa Ibrahim wa ‘ala ali Sayyidinaa Ibrahim.”

About Redaksi Thayyibah

Redaksi Thayyibah
Redaktur