Breaking News

Jordan, Muslim Suku Maori

Oleh : Gene Netto

Kenalkan Jordan, seorang Muslim dari suku Maori di Selandia Baru. Tadi saya ketemu Jordan setelah shalat Jumat. Dia jelaskan bahwa dia menjadi sangat bingung dan meragukan agama Kristen di usia remaja, dan akhirnya memutuskan bahwa ajaran agama Kristen tidak benar, berarti tidak ada tuhan yang benar, jadi tidak ada pilihan selain menjadi ateis. Setelah beberapa tahun sebagai ateis, dia merenung lebih dalam, dan merasa bahwa mungkin saja ada kebenaran dalam aliran agama Kristen yang lain. Jadi dia mulai mengunjungi semua gereja dari berbagai aliran, satu per satu. Di dalam setiap gereja, dia masih merasa tidak nyaman. Setelah kunjungi gereja yang terakhir, dia mampir di toko barbershop untuk potong rambut sebelum pulang.

Di dalamnya, ada seorang pemuda yang menjadi pemilik barbershop itu, lalu mereka mulai diskusi. Karena belum pernah datang sebelumnya, Jordan ditanya kenapa dia berada di situ (yang jauh dari rumahnya). Dia jelaskan, sedang kunjungi banyak gereja dari aliran berbeda, di semua wilayah, dalam rangka mencari kebenaran, tetapi sudah mau putus asa karena tidak merasa ketemu kebenaran. Pemuda itu ternyata seorang Muslim dari Yordania, dan dia bertanya, “Apa kamu sudah tahu tentang Islam?”

Jordan jelaskan, dia sudah tahu: Islam dan Muslim itu teroris, penjahat, pelaku bom bunuh diri, dsb. Pemuda dari Yordania itu senyum saja, dan jelaskan, sebenarnya itu bukan Islam, dan orang-orang yang bertindak seperti itu bukan perwakilan dari ajaran agama Islam. Jadi Jordan mulai bertanya, Islam yang benar seperti apa?? Setelah dapat beberapa jawaban, Jordan kaget, kok Islam terkesan masuk akal dan bisa memberikan jawaban terhadap semua pertanyaan dari manusia.

Jordan kembali lagi pada minggu berikutnya, dengan daftar pertanyaan, dan pemuda dari Yordania itu menjawab semuanya. Setiap jawaban terkesan mudah diterima dan masuk akal. Setelah diskusi begitu beberapa kali, akhirnya Jordan merasa tidak ada pilihan selain harus masuk Islam. Jadi dia diajak ke masjid, pada hari Jumat, dan baca Syahaddat di depan jemaah shalat Jumat, menjadi seorang Muslim, dan langsung menjadi rajin shalat sampai sekarang. Alhamdulilah.

Sayangnya, keluarganya tidak mau ikut, jadi Jordan menjadi Muslim sendiri, dan hampir saja dibuang dari keluarganya karena mereka kecewa bahwa dia bisa tinggalkan agama orang tuanya begitu saja. Jadi sekarang dia hanya bisa bersabar dan berdoa saja. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepadanya dan memberikan Jordan keimanan yang kuat. Aamiin, Aamiin, ya Rabbal ‘Aalamiin.

About Darso Arief

Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *