Oleh: Bambang Yunaidi Beberapa pekan jelang menikah, saya yang kala itu masih berusia 27 tahun, meguru pada ibu. Apa yang perlu dilakukan agar pernikahan berjalan damai? Ibu menjawab tanpa berpikir panjang. Seolah pertanyaan yang saya ajukan se sepele resep sayur lodeh. “Nikah ki yo anggere wani ngalah..” (Nikah itu pokoknya berani mengalah). Dua kata yang menggedor batin saya: BERANI dan …
Read More »Redaksi Thayyibah
Seberapa Besar Ambisimu?
Oleh: Satria Hadilubis Suku Bashkir yang berada di Rusia memiliki tradisi yang aneh dalam menjual tanah mereka. Jika orang-orang di seluruh dunia menjual tanah menurut ukuran luas, namun mereka menjualnya menurut ukuran waktu. Harga tanah di wilayah suku Bashkir adalah 1000 rubel per-hari. Unik kan? Bukan per-meter ataupun per-hektar. Maksudnya begini, calon pembeli cukup membayar 1000 rubel kepada kepala suku, …
Read More »Di Rumah Kopi Simon Levelt, Kopi Indonesia yang Dipuji
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim Siang itu saya diajak meninggalkan kota Utrecht, melaju menuju tempat bernama Haarlem. Ada sebuah rumah kopi dan teh yang secara khusus mengembangkan seni roasting dan percampuran kopi (oploskoffie). Terletak di Barteljorisstraat 36, 2011 RB Haarlem, Belanda. Rumah kopi bernama Simon Levelt memproduksi bermacam kopi yang dibedakan berdasarkan smaakprofielen alias profil citarasa ke dalam beberapa kategori. Disamping …
Read More »Keluarlah..!!
Oleh: Acil Andre Effendi Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup asing di negeri orang) Keluarlah… Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan, kerabat dan kawan-kawanmu. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang. Singa jika …
Read More »Pembebasan Baitul Maqdis
Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Lembaran bersejarah kembali terulang pada 27 Rajab 583 H ketika Sultan Shalahudin Al Ayyubi berhasil membebaskan dan membersihkan Baitul Maqdis dari tentara Salib yang telah mengotorinya selama 97 tahun lamanya. Adz Dzahabi menggambarkan kondisi saat itu dalam kitab nya, “Hari itu kaum muslimin sangat bergembira. Kegembiraan itu tidak dapat dilukiskan karena hanya Allah yang mengetahui.” Pertempuran …
Read More »Musik Baru
Oleh: Joko Intarto Banyak hal baru yang saya dapatkan di Mangga Dua Square, Sabtu sore itu. Salah satunya: Munculnya genre musik baru. Mengapa pusat perdagangan Mangga Dua Square alias Mangdu Square begitu sepinya? Kali terakhir saya berkunjung ke mal ini awal tahun lalu. Suasananya masih ramai. Hampir semua toko buka. Pengunjungnya ramai. Sampai saya kesulitan memarkir mobil. Sabtu (13/3) sore …
Read More »Menulis
Oleh: Salim A. Fillah Menulis adalah mengikat jejak pemahaman. Akal kita sebagai karunia Allah, begitu agung dayanya menampung sedemikian banyak data. Tetapi kita kadang kesulitan memanggil apa yang telah tersimpan lama. Ilmu masa lalu itu berkeliaran dan bersembunyi di jalur rumit otak. Maka menulis adalah menyusun kata kunci untuk membuka khazanah akal; sekata menunjukkan sealinea, satu kalimat untuk satu bab, …
Read More »Ikrimah Pencetus Pasukan Berani Mati
Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Ikrimah bin Amr bin Hisyam adalah putra dari dedengkot Quraisy. Ayahnya lebih dikenal dengan nama Abu Jahal ketimbang namanya Amr bin Hisyam. Saat itu kekuatan Romawi yang jumlahnya mencapai setengah juta orang berhasil mengepung pasukan Muslimin dari berbagi arah dan siap untuk menghancurkan. Melihat kondisi genting yang sedang dihadapi pasukan Muslimin, Ikrimah bin Abi Jahal sebagai …
Read More »Syahid di Atas Kapal Layar
Oleh: Akmal Burhanuddin Nadjib Abu Thalhah. Dalam riwayat yang disampaikan oleh Anas bin Malik, baru saja Abu Thalhah selesai membaca ayat ke 41 dari surat Al Baroah. {انفروا خفافا وثقالا وجاهدوا بأموالكم وأنفسكم في سبيل الله} [التوبة: 41] “Berangkatlah dalam kondisi ringan maupun berat. Berjihadlah dijalan Allah dg harta dan diri kalian.” Beliau perintahkan kepada anak-anaknya agar menyiapkan perbekalan untuk …
Read More »Kelompok Tanpa Nama
Oleh: Acil Andre Effendi Ciri khas mereka berjenggot, berjubah, bergamis, jinjing atau gendong tas. Suka ketuk rumah orang, pindah dari masjid ke masjid, dari kampung ke kampung, bawa tabung gas, bawa kompor, bawa peralatan dapur, kitab terjemahan. Rata-rata mereka orang awam, kadang campur ‘ulama’, ustadz, hafizd dan banyak lagi ciri khas lainnya. Nama sebutan mereka beragam. Mungkin pernah dengar dengan …
Read More »
Thayyibah